Di hari kelulusannya, Diana berharap Firman bisa menemaninya. Tapi kenyataannya Diana hanya sendiri merayakan hari kelulusannya. Setelah mendengar bahwa dia telah lulus. Diana pulang ke rumah, langkah kaki yang begitu berat dan rasa kecewa yang ada di benak Diana.
Kenapa sih, kamu memberi harapan palsu. Janji bila pada hari kelulusanku, kamu akan datang dan merayakan bersamaku. Tapi sekarang kamu malah entah di mana? kamu tidak memberi selamat untukku.. apalagi memberitahu kabarmu hari ini. Seharusnya aku tak terlalu berharap, agar rasanya tidak sesakit ini batin Diana sepanjang jalan menuju rumahnya.
Sesampainya Diana di depan rumahnya , terlihat keadaan rumah yang sepi. Entah kemana perginya penghuni rumah itu. Tak biasanya rumah Diana dalam keadaan tertutup dan terlihat sangat sepi.
Dengan rasa malas Diana membuka pintu rumah, dan menyebarkan pandangannya di seluruh penjuru rumah. Tidak ada satupun orang yang menyambutnya, apa lagi memberikan selamat atas kelulusannya. Diana berjalan menuju ruang tengah sekaligus ruang keluarga. Dia mendengar sesuatu di belakang rumah, Diana memberanikan diri untuk mengecek kondisi belakang rumah. Saat Diana membuka pintu belakang, Diana terkejut.
"SELAMAT...." teriakan sorak sorak yang diucapkan Ayah, Ibu, Tanti, Seva dan juga pujaan hati Firman.
Diana menangis bahagia melihat kejutan yang diberikan kepadanya dari orang orang tercinta. Taman belakang telah dihias sedemikian rupa dengan berbagai balon berwarna merah dan pink, beberapa makanan dan minuman juga sudah disiapkan tak lupa tulisan congratulation tertata cantik di dinding belakang rumah. Diana tersenyum tak dapat berbicara.
"Selamat sayang atas kelulusannya" ucap Firman sambil menyerahkan sebuket bunga mawar merah kepada Diana.
Diana menerimanya,"Terimakasih sayang atas suprise yang kamu berikan".
"Maaf sayang, aku tak bermaksud membuatmu kesal tapi aku ingin memberikan kejutan ini. Aku ingin kamu merasa senang dengan apa yang aku lakukan" kata Firman.
"Tadinya memang aku marah ke kamu, tapi sekarang aku sangat bahagia dengan kejutan yang kau berikan dan aku bersyukur aku bisa berkumpul dengan orang orang yang aku cintai di hari kelulusanku ini"ujar Diana.
"Selamat sayang" ibu mencium pipi Diana "Ibu sangat bangga ke kamu, kamu bisa jadi juara umum dengan nilai ujian kamu yang sangat bagus" ibu tersenyum senang.
"Ayah juga sayang" tandas Ayah.
"Iri deh, kamu bisa ngerayain sama orangtua kamu. Lah aku, papa mama aku masih di luar kota entah kapan mereka pulang" iri Seva.
"Kan disini ada aku " sahut Tanti.
"Ada aku juga" cela Diana memeluk Seva dan Tanti "Terimakasih kalian mau menyempatkan waktu buat aku".
"Aku juga sangat bahagia bila kamu bahagia Di, kamu sudah seperti keluarga bagi kita" sambut Tanti senyum manis.
"Iya Di, ini semua ide Firman karena dia ingin kamu merasa senang dan berkesan untuk kamu" tandas Seva.
Tawa canda mengiring pesta kelulusan yang diadakan di rumah Diana. Mesti hanya beberapa orang yang hadir, acara sangat ramai dan menyenangkan. Diana tak henti hentinya tertawa melihat tingkah laku kedua sahabatnya.
Kejutan kelulusan yang sangat indah dan membahagiakan, karena di kelilingi orang orang tercinta.
******
Malam harinya, Diana diajak Firman ke suatu tempat untuk dinner. Suasana romantis dikelilingi lilin lilin yang tertata cantik di meja dan beberapa bunga di sekeliling meja sungguh indah. Ditambah alunan biola yang menemani kesunyian malam, serta desir ombak yang terdengar sangat romantis.
Diana takjub dengan tempat makan yang telah di siapkan Firman.
"Sayang apa kamu mempersiapkan semua ini untukku?" tanya Diana.
Firman tersenyum " Tentu sayang aku mempersiapkan malam ini untuk menyambutmu, dan merayakan pertemuan kita lagi".
"Sungguh indah semua ini, aku sungguh bersyukur memiliki kekasih sepertimu" ucap Diana.
Tak lama kemudian beberapa makanan dihidangkan oleh seorang chef. Diana melahap habis makanan yang dihidangkan karena dia sangat menyukainya.
Firman menatap Diana dengan tersenyum.
Kau wanita yang bisa merubah hidupku, kau wanita yang sangat berharga bagiku,
aku berjanji akan melindungimu hingga nanti kau menjadi milikku seutuhnya batin Firman.
"Sayang terimakasih aku suka sekali dengan semua ini" ucap Diana tersenyum manis.
Namun kejutan belum usai, Firman memberikan sebuket bungan dan sebuah kotak yang berisikan sebuah cincin emas putih. Diana terdiam tak menyangka dengan semua ini.
"Diana maukah kamu menjadi kekasihku selamanya, hingga nanti kita bisa menyatukan hubungan kita" ucap Firman.
Diana terlihat tak percaya, beberapa kali ia mengedipkan mata memastikan bahwa ini bukan mimpi.
"Apa kamu melamarku" tanya Diana.
"Iya, tapi hanya sebatas kau dan aku. Aku akan melamarmu untuk menikah bila kamu sudah siap dan kamu sudah mengejar semua cita citamu" ucap Firman tulus.
Diana mengangguk, dan mempersilahkan Firman memasangkan cincin putih itu dijari manisnya.
"Terimakasih sayang kamu sudah mau menerimaku" pelukan hangat Firman dan sebuah kecupan di puncak kepala Diana.
Mereka menikmati malam berdua, memandang indahnya langit bertabur bintang.
Keesokan harinya, Diana hanya bermalas malasan di dalam kamar. Dan memandangi cincin pemberian dari Firman.
Ini bukan mimpikan, semalam dia sungguh romantis. Aku sampai tak menyangka akan mendapatkan cincin ini batin Diana tersenyum senang.
Druuuuut..
Satu pesan masuk..
Firman : Siang sayang kamu lagi apa?
Diana : Enggak ngapa ngapain, emang kenapa?
Firman : Pasti kamu lagi ngeliatin cincin dari aku ya.. ayo ngaku
Diana : Kalau iya emang kenapa? aku seneng banget sama hadiah kamu ini
Firman : Semua untuk kamu sayang yang penting kamu bahagia, dan selalu ada disisi aku
Diana : Dasar gombal
Firman : Beneran sayang, kan kemarin sudah aku buktikan
Diana : Iya sayangku, terima kasih
Firman : Sama sama sayang
Diana : Sayang kamu gak mau ngajak aku jalan jalan atau kemana gitu, aku suntuk dirumah
Firman : Kamu gak ke sekolah?
Diana : Enggak kan sudah lulus, paling minggu depan tinggal ngurus ijazah sama hari wisuda
Firman : Maaf sayang hari ini aku ada seminar di kampus dan aku harus ketemu dosen
Diana : Ya sudahlah gak apa apa, kamu semangat ya sayang Miss you
Firman : Miss you too..
Diana memutuskan untuk mencari beberap refrensi kampus yang bagus untuk nantinya dia berkulih. Dan Diana sangat beruntung mendapatkan beasiswa yang memudahkannya masuk ke universitas negri yang bagus.
"Bagaimana kalau kampus ini, biar aku bisa sekalian bareng terus sama Firman" gumam Diana menatap ponselnya.
bersambung....