Baru beberapa hari Diana ditinggal Firman, namun rasa rindu itu sudah begitu menyiksa. Diana merasa gelisah saat jauh dari Firman. Kebiasaan bersama, berkumpul dengan keluarganya terasa berbeda sejak kepergiaan Firman.
"Diana kamu kok murung gitu?" tanya ibunya.
"Diana khawatir bu sama Firman, apa dia di sana baik baik saja?" ungkap Diana.
"Kamu itu timbang lagi kasmaran, Firman baru beberapa hari disana. Kamu kan bisa telepon dia, video call dia biar tau keadaan dia disana bagaimana. Ditinggal gitu aja sudah sedih" ucap ibu meninggalkan Diana sendirian.
Firman aku rindu kamu,.batin Diana
Waktu sekolah, Diana memiliki banyak kesibukan melakukan berbagai macam ujian serta ujian praktek yang harus diselesaikan untuk mengejar nilai. Diana bisa sedikit menghilangkan rasa gelisahnya, dengan berbagai kesibukan di sekolah. Dan tentu di sekolah, Diana memiliki dua sahabat yang sangat pengertian.
"Aduh yang ditinggal sama pangerannya kok gelisah gitu sih" goda Tanti saat melihat diana sibuk dengan ponselnya.
"Kamu tuh, enggak tau temannya lagi bingung kenapa Firman kok belum ngasih kabar. Biasanya dia tiap pagi telepon aku, tapi sampai sekarang chat aku aja gak di balas" ucap Diana kesal.
"Masih mau satu minggu ditinggal sudah kayak setahun, yang dulu gak ketemu setahun kok biasa aja sih" tandas Seva.
"Kalian ini gak ngehibur aku tambah ngerusak mood aku" Diana mayun.
"Kamu seharusnya ngerti Di, Firman disanakan ada tugas kuliah mungkin sekarang dia masih sibuk. Nanti kamu pasti di hubungi, pengertian dikit sama pacar kenapa sih" ujar Tanti.
"Iya iya, ya sudah ayo masuk kelas. Aku masih ada tugas yang belum selesai kan nanti harus dikumpulkan" ajak Diana.
Kebersamaan bersama sahabatnya, bisa sedikit menghibur Diana. Dikala Diana sendirian tanpa kekasihnya yang sangat dicintai.
********
Hari ini, Firman sangat sibuk hingga lupa memberi kabar Diana. Dia fokus dengan tugas yang harus segera dia selesaikan. Firman begitu semangat, karena dia juga ingin membuktikan kepada orangtuanya jika dia juga bisa seperti kakaknya yang begitu sukses dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.
Firman sekarang lebih sibuk dengan tugas kuliahnya, dibandingkan dulu dia hanya bersenang senang dan selalu berkumpul dengan grup bandnya. Sudah lama setelah kejadian yang menimpa Tanti, Firman memutuskan keluar dari band scorp. Band yang dulu selalu menyibukkan hari hari Firman dengan banyak konser yang diadakan.
Namun setelah kepulangan orang tua Firman, dia bertekad untuk membuktikan kepada orangtuanya bahwa dia bisa sukses dan dapat dibanggakan. Ditambah sekarang dia sudah memiliki Diana, serta keluarga Diana yang sangat menyayanginya.
Sudah dua hari ini, Firman tidak menghubungi Diana. Diana merasa kesepian dan gelisah. Banyak angan angan tentang bagaimana keadaan Firman sekarang. Keadaan ini membuat Diana frustasi, disisi lain dia merindukan Firman namun di sisi lain banyak tugas sekolah yang harus segera diselesaikan.
"Aaaaahh...." teriak Diana "lama lama aku bisa gila kalau kayak gini, terserah kamu Firman aku sudah tak peduli. Kamu masih ingat aku apa tidak yang penting sekarang aku harus menyelesaikan tugas ini" Diana mengambil beberapa tumpuk buku di depannya.
Diana selalu berusaha menyibukkan diri, agar rasa rindunya tidak begitu menyiksa.
Di sisi lain, Firman berusaha menghubungi Diana. Keberadaannya sekarang berada di tempat terpencil dan sulit mengakses sinyal atau pun jaringan internet.
"Sial bagaimana aku menghubungi Diana" Firman sibuk mengotak ngatik ponselnya. Firman merasa bersalah seharian kemarin, dia tidak menghubungi Diana sama sekali.
"Syukur akhirnya berhasil" rasa senang Firman saat dapat menelepon Diana.
Kring.. Kring...
Suara ponsel yang membuyarkan konsentrasi Diana, bergegas dia mengangkat telepon yang sudah ditunggu tunggu.
"Sayang kamu jahat" ucap Diana saat tau Firman meneleponnya.
"Jahat kenapa sayang, di telepon pacarnya kok kayak gitu" ujar Firman.
"Kamu kemarin gak ngabari aku sama sekali dan sekarang kamu baru ngabari aku saat malam hari. Kamu tau gak perasaan aku, aku gelisah mikirin kamu. Aku takut terjadi sesuatu ke kamu" cerocos Diana.
"Ya sayang, maaf kemarin aku banyak kegiatan. Dan sekarang aku ada di desa yang sedikit terpencil jadi sulit cari sinyal. Aku kangen kamu sayang" goda Firman.
Diana tersenyum mendengar ucapan Firman.
"Sayang, halo kamu masih disana kan?" tanya Firman.
"Iya sayang aku juga kangen banget sama kamu, kamu kapan pulang?" tanya Diana.
"Doakan biar tugas aku cepat selesai disini, nanti pas hari kelulusan kamu biar aku bisa nemenin kamu. Kamu sekarang lagi ngapain sayang? jangan lupa belajar ya, aku gak suka punya pacar yang kurang pinter" Firman tertawa.
"Ngeledek kamu, aku selama ini juara kelas di sekolah. Sekarang aku juga lagi ngerjain beberapa tugas" tandas Diana.
"Aku ganggu kamu nih" tanya Firman.
"Enggak sayang, aku malah senang akhirnya kamu ngabarin aku. Aku sampai kayak orang gila mikirin kamu" ungkap Diana.
"Aku cinta kamu sayang" ucap Firman.
"Aku juga cinta.... sama kamu I LOVE YOU"
Mereka berbincang begitu lama, melepas kerinduan meskipun hanya dengan saling sapa. Namun dapat meredakan rasa rindu yang ada.
Perkataan Firman, menjadi penyemangat Diana dalam melakukan kegiatan di sekolah. Ujian akhirpun tiba, Diana berusaha keras agar mendapatkan nilai yang bagus dan dapat membanggakan orangtuanya.
Hari pengumuman kelulusan, sangat ditunggu oleh seluruh siswa. Rasa takut, cemas menghantui setiap siswa. Detik detik pengumuman kelulusan pun datang, Diana dan dua sahabatnya dinyatakan lulus. Mereka bersorak gembira.
"Hoooree, akhirnya yang ditunggu tunggu. Kita lulus!! " ucap Tanti "Dan kamu selamat ya Di, jadi juara umum. Nilai kelulusan kamu paling bagus diantara siswa lain".
Mendengar pujian dari sahabatnya itu, tidak membuat Diana besar kepala. Dia hanya tersenyum menanggapi pujian sahabatnya itu.
"Habis ini kalian mau ngelanjutin kuliah dimana?" tanya Seva.
"Mungkin aku mau ngambil beasiswa yang aku dapat ke kuliah negri. Lumayan biar gak banyak biaya" jawab Diana.
"Kamu enak Di, dapat beasiswa. Lah aku lulus dengan nilai pas pasan" tandas Tanti " tapi mungkin aku mau pulang kerumah nenek, karena aku ngerasa nyaman di sana. Tapi kalau nanti sudah berubah fikiran baru aku ngelanjutin kuliah" ujar Tanti.
"Bakalan kangen aku" sahut Seva "Tapi kalau kamu nyaman disana aku juga senang Tan, pokok kamu disana hati hati harus bisa jaga diri ya" ucap Seva.
Ketiga sahabat itupun berpelukan, merayakan kelulusan mereka. Namun Diana masih merasa gelisah, menanti kedatangan Firman.
bersambung.....