"Kamu itu dinikahi bukan karena Ken cinta, itu cuma karena permintaan orang yang udah nggak ada." Lanjut Mama menekankan ucapannya.
"Tapi syarat menikah bukan harus cintakan, Ma? Alhamdulillah aku sama Kak Ken bahagia walaupun menikah karena perjodohan." Gue berusaha bicara selembut mungkin, gue nggak mau Mama salah paham, gue nggak mau Mama mikir gue kasar atau nggak sopan apalagi sampai mikir aneh-aneh, gue nggak mau nambah masalah baru.
"Halah, tahu apa kamu soal pernikahan? Pernikahan kalian baru seumur jagung, belum berarti apapun, Ken juga pasti ngerasa risih, dia cuma mencoba bersikap baik sama kamu dan karena bersikap baik sama kamu, dia sampai nggak peduli sama Mamanya lagi, orang yang merawat dia dari kecil." Sambung Mama nggak mau kalah, gue diam tanpa jawaban.
Dalam hati gue