"Kamu ngebentak Mama sekarang? Kamu bahkan berani membantah ucapan Mama? Apa begini cara Mama mengajarkan kamu bersikap Ken? Kamu bukan putra yang Mama kenal lagi." Ucap Mama dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Gue yang berdiri diantara mereka berdua juga jadi ngerasa serba salah, gue mau membela Mama tapi Kak Ken nggak mau denger ucapan gue, mau nenangin Kak Ken rasanya juga udah sulit, apapun yang gue lakuin sekarang nggak akan merubah pemikiran Kak Kendra, kalau pemikiran suami gue sendiri aja nggak bisa gue usahain, gimana bisa gue mengendalikan pemikiran bahkan emosi Mama sekarang? Jawabannya pasti sulit.
"Ma! Aku sama sekali nggak bermaksud apapun, aku nggak ngebentak Mama, aku bukannya nggak mau denger ucapan Mama apalagi sampai berani bersikap kasar, aku cuma mau Mama paham dan