"Ay! Jangan kaya gini sayang, Kakak minta tolong, Kakak nggak mungkin ngebiarin kamu pulang sendirian, lebih-lebih keadaan kamu lagi kaya sekarang, Kakak nggak akan tenang Ay, Kakak khawatir, jangan turun disini, pulang bareng Kakak." Bujuk Kak Ken ke gue dengan nada bicara yang sangat lembut, gue masih menggeleng pelan sekarang, gue nggak bisa bertahan disini lebih lama, hati gue beneran udah nggak kuat, gue udah nggak bisa bersabar menghadapi sikap Mama sekarang, gue harap Kak Ken bisa ngerti dan nggak maksa gue untuk tetap tinggal disini, gue takut gue malah akan bersikap kasar sama Mama karena kesabaran gue yang udah beneran habis, gue udah nggak bisa nahan emosi gue dengan sikap Mama hari ini, itu yang gue takutkan.
"Udahlah Ken, kalau memang mau turun ya turunin aja, siapa tahu ada