Gue nggak tahu Kak Ken sama Mama pergi kemana atau mampir di suatu tepat lebih dulu tapi yang pasti, gue sampai di rumah lebih awal dari pada mereka berdua, setelah Kak Ken nyariin gue taksi, gue memang langsung pulang dan nggak mampir kemanapun, Kak Ken mengizinkan gue untuk pulang sendiri tapi nggak boleh mampir kemana-mana lagi, Kak Ken sendiri yang ngomong sana sopirnya sedangkan gue cuma duduk diam dengan pemikiran gue sendiri, mencoba bersikap sabar, tenang, gue mencoba melakukan yang terbaik untuk membuat Mama mengakui sebagai menantu tapi tetap aja, Mama nggak akan ngeliat semua usaha gue karena nyatanya yang di inginkan Mamanya Kak Ken ya memang bukan gue, secara nggak langsung gue ini adalah menantu pilihan almarhumah Mamanya Kak Ken dulu, bukan menantu pilihan Mamanya Kak Ken ya