Saya pernah nyaman berbagi cerita dengan gadis yang bahkan wajahnya sulit untuk diketahui bahkan namanya pun disamarkan, tapi diri ini seperti sudah lama sekali mengenal sehingga tidak peduli tentang siapakah dia . Bagaimana bisa percaya ? Apakah tidak takut dengan orang asing ? jika saya menjadi kerabat disekitar mungkin akan berbicara demikian namun apa yang dirasakan memang begitu adanya . Kalian pikir saya gila ? menyukai sesama perempuan? Tidak , ini bukan soal perasaan cinta melainkan persahabatan jarak jauh . Sore menjelang malam biasanya akan terdengar getaran dari telpon genggam yang menandakan bahwa waktunya kami bertukar keluh kesah untuk hari ini contohnya tentang rekan kerjanya yang menyebalkan atau membahas betapa lucu kucing dipinggir jalan. Manusia dengan tutur kata lembut khas Jawa yang penuh humor dan terkadang cepat marah atau menangis , entah mengapa saya dibuat yakin bahwa ia sosok contoh bahwa didunia ini ada yang namanya sahabat.
Kini semua berubah , saya tidak tahu apa yang sedang ia hadapi sampai memilih untuk pergi tanpa pamit padahal hubungan pertemanan sedang hangat dan baik-baik saja . Tepat dihari ulang tahunnya ia hanya membaca pesan kemudian menghilang , kalian tahu ? menyakitkan bagi saya yang dulunya tidak percaya akan sebuah persahabatan murn tiba-tba harus berhadapan dengan i . Berhasil sekali membuat bingung ada apa ? kenapa ? saya berusaha untuk memilih berpikir bahwa dia sedang butuh waktu sendiri walaupun pada kenyataannya dia tak juga kembali. Upaya mencari telah dilakukan kemudian sadar kalau saya tidak banyak tahu , bahkan saya memberikan sebuah hadiah untuk menyampaikan rasa rindu dan kecewa tapi tidak juga mendapatkan balasan. Bodoh adalah definisi saya yang selalu mengirim pesan padahal ruang itu sudah tak lagi berpenghuni layaknya sedang berbicara pada dinding rumah.
Apa kehadiran saya tidak baik untukmu kawan ? Ucapan selamat tinggal pun tak terlontar dari bibirmu , sosok perempuan setelah ibu yang sukses membuat saya menangis tidakkah ingin tahu hari-hariku disini ? Kau bilang jangan pernah saling meninggalkan namun lihatlah siapa yang kini mengingkari kalimat itu . Setelah kau meninggalkan dengan seribu tanda tanya , kini kesadaran saya mulai memanggil dan bilang “Yakin benar sahabatnya? Kau saja tidak tahu latar belakang sesungguhnya,percaya diri sekali mengaku dekat tetapi sebenarnya tidak tahu apapun miris sekali”
“ Hei, bagaimana kabar disana? Tidakkah kau rindu ? Sekarang siapa yang bersedia mendengar celotehan saat kau pulang kerja seharian ? “
Lagi-lagi tak ada jawaban.
“Semoga tetap menjadi manusia baik ya cantik”.