Hari ini jadwal Darrel untuk pulang ke rumah. Sebenarnya ia malas untuk pulang, apalagi hanya untuk mendapatkan omelan dan makian. Tapi ini permintaan wanita yang sangat ia sayangi dan cintai, ibunya. Darrel benar-benar lemah terhadap ibunya. Rasanya berat kala ia harus menjauhi ibunya hanya untuk memenuhi egoismenya yang tidak ada ujungnya ini.
Sebelum turun dari motor dan masuk ke rumah di mana keluarganya tinggal, cowok itu terus-menerus menghela napas. Entah sudah ke- berapa kalinya Darrel melakukan itu. Pasalnya gerbang rumah megah itu terbuka lebar, artinya ayahnya sedang ada di rumah sekarang. Cowok itu mengaitkan tasnya di punggung, tas yang hanya berisi pakaian kotornya saja. Harapannya untuk langsung pulang setelah menaruh pakaian kotor ini sepertinya tidak akan direstui Tuhan h