Nana yang akan turun ke bawah untuk mengambil air putih terurung saat mendengar keributan dari kamar sebelahnya. Karena kepo Nana mendekatkan telinganya ke depan pintu.
Brak!
"Argh!"
Suara barang jatuh yang diikuti teriakan itu membuat Nana terkejut bukan main. Tanpa berpikir panjang Nana langsung mendorong pintu itu, untung tidak terkunci.
"Akh!" Nana merintih saat sebuah buku paket terlempar ke arahnya, lebih tepatnya ke lehernya, hingga menyebabkan sebersit luka di sana.
"Kak!" Si pelaku langsung berlari menghampiri kakaknya yang merintih sakit karena ulahnya.
"s**t!" Kael mengumpat saat melihat setetes darah keluar dari luka itu. Kael langsung berlari ke arah nakas dan mengambil plester dan obat merah.
Nana mendesis lirih ketika Kael meneteskan obat merah ke lukanya, setela