Guru di depan mulai menerangkan pelajarannya. Beberapa anak yang rajin juga mencatat materi yang guru jelaskan, ada juga yang hanya melamun, mencoret-coret buku, tidur, bahkan yang galau setelah diselingkuhi oleh kekasih mereka. Dan untuk opsi terakhir juga dapat ditebak, itu Nana.
Kana terus melirik Nana yang sedang menenggelamkan kepalanya di atas tangan yang ditekuk. Punggungnya masih bergetar, dan Kana yakin jika gadis itu sedang menangis. Lalu Kana melirik Klara yang sekarang duduk di samping Lisya. Gadis itu bersikap santai seperti biasa, seolah dia sama sekali tidak melakukan dosa. Bukan Cuma Kana yang tidak habis pikir dengan sikap Klara, tapi hamper anak-anak satu sekolahan seperti sudah mengapresiasi tingkat kerendahan harga diri gadis tidak tahu diri itu. Bahkan Lisya sampai me