Nana dengan pakaian serba hitamnya mengendap-endap ke arah pintu garasi sembari celingak-celinguk untuk memastikan jika tidak ada orang yang mengetahui kepergiannya. Dengan sangat pelan gadis itu memutar kunci pintu bagian dalam garasi, lalu secara perlahan pula dia menarik gagang pintunya.
Setelah berhasil masuk ke ruangan yang dipenuhi dengan berbagai kendaraan yang dimiliki orang tua dan adiknya, Ia mengambil helm miliknya secepat kilat, lalu membuka pintu bagian luar garasi dengan sangat pelan pula dan kembali menutupnya.
Nana menghela napas lega setelah ia benar-benar berhasil keluar dari rumah, “Dah kayak maling aja gue,” cibir Nana pada dirinya sendiri sembari memegang dadanya yang berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya.
Ini kali pertama gadis itu kabur — keluar dari rumah s