Acara perpisahan sudah di depan mata. Kelas 12 sedang sibuk-sibuknya dengan gladi kotor untuk acara yang akan dilaksanakan lusa nanti. Padahal baru latihan, namun ada saja beberapa siswi yang menangis kala menyadari jika waktu berkumpul dengan teman-teman SMA-nya tinggal sebentar lagi.
Omong kosong jika sahabat yang terbentuk sedari SMA bisa kumpul lagi setelah ini, baru beda kelas saja sudah seperti orang asing. Disatukan oleh pendidikan, dipisahkan oleh masa depan. Ya, itulah kenyataannya.
Ada beberapa cowok yang juga sama sedihnya, namun ada lebih banyak cowok yang memiliiki circle dari luar sekolah— beda kelas, beda sekolah, bahkan ada yang berteman dengan yang berbeda generasi.
Sedangkan Si Bucin 24/7 juga tetap uwu-uwu seperti biasanya. Meskipun terbesit di dalam hati takut jika