“Mau ngomongin apa? Kenapa diem aja dari tadi?” tanya Darrel yang terlihat jengah. Sudah hampir lima belas menit ia duduk di sofa ruang keluarga, namun mereka hanya membicarakan hal-hal tidak penting yang membuatnya merasa membuang-buang waktu berharganya.
“Sayang, kamu makan dulu ya. Mama udah siapin makanan,” ujar Riska sembari menggenggam tangan Romeo — seolah menyuruh suaminya itu untuk segera mengatakan apa yang ingin pria itu katakan.
Romeo malah mengalihkan pandangannya gugup. Sebenarnya ia mengajak Darrel pulang karena ingin meminta maaf atas kesalahannya tempo hari dan hari-hari sebelumnya.
Bahkan ia sudah mempersiapkan kata-kata sebelum menjemput anaknya tadi. Sangking niatnya ia sampai melatih berucap sampai berkali-kali agar ia tidak mengacaukan semuanya, namun entah mengap