kembali matahari bersinar terang mengiringi perjalanan nadira kesekolah berjalan dengan penuh rasa yakin dan semangat untuk mewujudkan cita cita menjadi nyata.
KRIIIIING KRIIIIING,bel pelajaran pertama pun ber bunyi. di awali dengan pelajaran favorit nadira ber semangat mendengarkan materi baru yang disampaikan oleh ibu guru nya.
2jam di lalui nya dengan penuh rasa semangat dan di akhir agak melelahkan,jam istirahat pun tiba,seperti biasa nadira berjalan sendirian kearah kantin dan sedangkan cantika pergi keperpustakaan untuk mengambil buku novel yang akan dia baca sambil makan dikantin.
"hai nad sendirian aja". kata seorang lelaki yang menghampiri dan duduk di depan nya.
"eh rio,iya si cantika lagi ngambil novel di perpus jadi gua sendiri deh". jawab nadira sedikit gugup.
"ooh,nad lu tau gak sekolah bakal ngadain tes beasiswa untuk masuk universitas favorit,sekolah bakal cari dua orang siswa yang akan di usul kan tapi dari dua siswa tersebut cuma satu yang bakal dapet beasiswa,lu mengajukan diri aja nad siapa tau dapet".jelas rio
"lu kok bisa tau? tau dari mana?". tanya nadira.
"hehehe,tadi gua gak sengaja nguping pembicaraan nya pak kepsek sama wakasek jadi gua tau deh,dan katanya informasi lanjutan bakal di pajang dimading deket ruang kepsek".jawab rio agak sedikit malu.
"oh gitu yaudah deh nanti gua liat pengumuman nya dulu". jawab nadira.
tak lama kemudian cantika datang kekantin dan menghampiri nadira yang sedang duduk bersama satu laki laki yaitu rio.
"hai hai hai,guys kalian ngomongin apasih kok kayak nya serius dan menarik banget,kalian lagi gosip ya? nad tumben lu mau denger gosip".kata cantika yang baru datang.
"nggak kok kita lagi gak ngomongin gosip,kita lagi ngomongin tentang tes beasiswa yang akan dilaksanakan oleh sekolah". jawab rio.
"beasiswa? kapan?". tanya cantika
"kurang tau sih tapi nanti informasi nya bakal di pajang di mading dideket ruang kepsek".jawab rio
"oooh gitu,oke gua harus ikut pasti gua bisa dapet beasiswa itu".sambung cantika dengan rasa yakin
KRIIIING KRIIIIING,istirahat telah usai waktu nya semua murid masuk kedalam kelas dan melanjutkan pelajaran.
3 jam berlalu tepat pukul 13.00 tiba lah waktu nya pulang,seperti biasa nadira dan cantika pulang bersama,sepanjang perjalanan mereka membahas tentang beasiswa.
"can,lu mau ikut program beasiswa itu?".tanya nadira memecah keheningan
"iya nad,lu juga mau ikutan? ikutan aja nad siapa tau kita berdua bisa lolos".jawab cantika
"iya tapi can yang bakal diusulin memang 2 orang tapi yang bakal dapet beasiswa itu cuma 1 orang dari 2 yang udah diusulkan".jelas nadira
"ya gapapa dong yang penting kita bersaing sehat".jawab cantika
nadira hanya terdiam mendengar jawaban dari sahabat nya itu,nadira hanya takut terjadi pertengkaran diantara dirinya dan cantika sahabat nya itu.seperti biasa mereka berpisah di persimpangan jalan.
tapi di sepanjang jalan nadira masih memikirkan tentang program beasiswa itu di satu sisi dia membutuhkan itu karena ekonomi keluarga nya yang pasti tidak mampu membayar uang kuliah nya,tapi di sisi lain jika dia ikut program beasiswa itu maka dia akan bersaing dengan sahabat nya sendiri.