lagi dan lagi matahari yang menyinari bumi ini mengiringi setiap langkah nadira kesekolah,tapi kali ini dia berangkat dengan perasaan bimbang.
se sampai nya nadira disekolah dia langsung di panggil keruangan kepsek,perasaan terkejut dan agak ragu nadira memasuki ruangan kepsek.
TOK TOK TOK
"assalamualaikum,bapa panggil saya?". kata nadira sambil memegang gagang pintu
"waalaikumsalam,iya saya memanggil kamu nadira.silahkan masuk". jawab pak kepsek
"ada apa ya pak saya di panggil kesini?". tanya nadira sopan
"jadi begini nadira,sekolah kita akan ada program beasiswa untuk masuk universitas negeri favorit di indonesia,sesuai kesepakatan pihak sekolah akan langsung menunjuk kamu untuk diusulkan,karena prestasi yang kamu miliki jadi kesepakatan sekolah kamu yang diusulkan,nadira program beasiswa ini sangat sangat penting buat kamu agar kamu bisa melanjutkan kuliah nanti dengan biaya yang sedikit,jadi saya kira kamu tidak akan menolak nya".jelas panjang pak kepsek
"iya pak saya siap menjadi usulan".jawab singkat nadira
"baik lah saya kira hanya itu,dan selamat untuk kamu dan tetap semangat".kata pak kepsek mengakhiri pembicaraan
nadira keluar dengan perasaan yang campur aduk,dia sangat senang tapi ada sedikit rasa khawatir yang terbesit dihati nya.
langkah perlahan menuju ruang kelas nya,dari kejauhan nadira melihat 2 orang yang tengah berbincang bincang didepan pintu kelas nya ternyata itu cantika dan rio.
nadira agak sedikit mendekat agar bisa mendengar percakapan mereka.
"eh rio lu tau gak tadi gua dipanggil pak kepsek dan kata pak kepsek gua di tunjuk langsung buat di usul menjadi penerima beasiswa itu dan katanya ada satu orang lagi tapi gua gak tau sih siapa".kata cantika
"oh ya? wahhh ternyata lu gak kalah pinter ya dari sahabat lu itu". jawab rio
nadira agak terkejut mendengar pernyataan sahabat nya tersebut,sekarang apa yang dia Khawatir kan terjadi,dia harus bersaing melawan sahabat nya sendiri.tapi disisi lain dia berfikir dia harus membanggakan ibu dan almarhum ayah nya,dia harus terima dan menjalani kenyataan yang dia terima.
"eh nad".seseorang datang dengan melambaikan tangan
"eh iya can". nadira membalas dengan nada yang sedikit terkejut.
"nanti pulang bareng ya".kata cantika
"kita kan selalu pulang bareng".jawab nadira sedikit bingung.
"iya sih,tapi nanti kita makan di bakso cuangki mang engkus ya,ada yang mau gua omongin". jelas cantika
"oh yaudah oke".jawab nadira singkat
KRIIIIIIING KRIIIIIING. bel pulang sekolah pun ber bunyi.
nadira dan cantika pun pulang bersama, sepanjang perjalanan mereka membicarakan sesuatu.
"nad,lu juga diusulkan ya sama sekolah untuk menerima beasiswa itu". kata cantika memecah keheningan
"iya can,tapi apapun yang bakal kita dapetin dan siapa pun yang bakal beasiswa itu gua harap kita gak akan marahan". jawab nadira
"hahaha, nad lu gausah takut gua gak akan marah atau gimana kalau pun nanti bukan gua yang dapet beasiswa itu". kata cantika
15 menit mereka tempuh akhir nya sampai lah mereka di kedai bakso cuangki mang engkus. sambil ditemani hujan yang rintik rintik jatuh ke bumi mereka bercanda ria dan tertawa bahagia.
seketika batin nadira berkata...
*ya tuhan semoga anugerah yang engkau berikan pada ku ini tidak akan pernah kau putus sampai akhir hayat ku...