Pagi berikutnya, Caramella menemukan dirinya berdiri di depan lemari terlalu lama. Ia sudah memilih rok dan kemeja, tetapi masih memegang gantungan kosong ketika Susan mengetuk pintu.
"Kamu mencari sesuatu?"
Caramella menoleh. "Sepertinya aku lupa apa."
Ibunya tidak tertawa. Ia hanya menunjuk jam di dinding dan mengatakan sarapan sudah tersedia. Sikap biasa itu membantu Caramella bergerak lagi. Ia menggantung kembali benda di tangannya, mengambil tas, lalu mengikuti Susan ke dapur.
Pesan Tristan berisi nomor Jason masih belum dibalas. Di bawahnya tidak ada pertanyaan tambahan, tidak ada permintaan agar ia segera bertindak. Caramella menyimpan kontak tersebut setelah sarapan.
Ia terlebih dahulu menghubungi pengacara yang mendampinginya dalam persoalan uang Kristin. Mereka berbicara singkat sebelum jam kerjanya dimulai. Caramella menerangkan bahwa kini ada perkara lama keluarga Ramsey yang mungkin berhubungan dengan ibu tirinya.
"Aku ingin memberikan keterangan. Aku hanya tidak mau mencampurkan dugaan orang lain dengan ingatanku sendiri."
Mereka membahas bahan yang dimilikinya dan batas pengetahuannya. Seusai percakapan, Caramella merasa lebih siap menentukan apa yang akan disampaikan. Ia mengirim pesan kepada Jason, memperkenalkan diri, dan meminta waktu untuk berbicara.
Balasannya datang saat ia sudah berada di kantor. Jason dapat menemuinya sore itu.
***
Willow sedang berdiri di dekat meja dengan dua pilihan jadwal ketika Caramella masuk. Ia menunggu sampai atasannya selesai membaca pesan.
"Aku butuh keluar lebih awal," kata Caramella.
"Pertemuan terakhir bisa dipindahkan ke besok pagi. Klien tadi memang bertanya apakah ada waktu lain."
"Kalau begitu tawarkan jam sembilan."
Willow mencatat. "Makan siang tetap kupesankan?"
Caramella hampir mengatakan tidak perlu, lalu mengingat roti dingin beberapa hari sebelumnya.
"Tetap. Sesuatu yang bisa dimakan tanpa memegangnya sambil membaca."
"Berarti bukan roti."
Mereka saling memandang, lalu tertawa kecil.
Pekerjaan pagi itu tidak menghilangkan kegelisahannya, tetapi memberinya urutan yang dapat diikuti. Caramella memeriksa surat, berbicara dengan seorang klien tentang keputusan yang belum diambil, kemudian menutup satu berkas yang telah selesai. Ia masih dapat melakukan pekerjaannya meskipun kehidupan pribadinya terasa seperti lemari yang seluruh isinya jatuh.
Menjelang makan siang, Tristan mengirim pesan tentang satu hal saja: ia telah memberi tahu Jason bahwa Caramella mungkin menghubunginya, tanpa menjanjikan apa pun atas namanya.
Caramella membalas bahwa janji pertemuan sudah dibuat.
Ia sempat menambahkan kata maaf, kemudian menghapusnya. Ia tidak menyebabkan kematian orang tua Tristan. Mengetahui Kristin tidak membuatnya perlu meminta maaf atas sesuatu yang bahkan belum dipahaminya.
***
Jason menerima Caramella di ruangan yang sama tempat Tristan datang beberapa hari sebelumnya. Di atas meja tidak ada foto yang sengaja diletakkan menghadapnya.
"Saya ingin mendengar bagian yang Anda ketahui sendiri terlebih dahulu," katanya.
Caramella menyukai cara itu. Ia membuka catatan, lalu menerangkan hubungan keluarganya. Kristin istri Derick; Caramella tidak dibesarkan bersamanya setiap hari dan tidak mengetahui seluruh masa lalunya.
"Kapan terakhir Anda berbicara dengannya?"
Caramella menyebut percakapan setelah laporan dibuat, kemudian pertemuan ketika Kristin mengakui kebohongan tentang utang.
Ia menjelaskan isi percakapan tanpa menambahkan perkiraan tentang alasan wanita itu menyembunyikan riwayat hidupnya. Jason beberapa kali mengulang pertanyaan untuk memastikan apakah satu keterangan berasal dari Kristin atau Derick.
Pada awalnya Caramella merasa terganggu. Ia terbiasa menjadi orang yang bertanya. Namun ketika mendengar kembali jawabannya sendiri, ia menyadari ada bagian yang tadi disebut terlalu pasti.
"Yang itu kata Ayah. Aku tidak menyaksikannya."
Jason memperbaiki catatannya.
Sebelum menyerahkan catatan, ia menemukan satu tanggal yang ditulis berdasarkan ingatan. Ia mencocokkannya dengan ponsel dan ternyata meleset sehari. Caramella mencoretnya, menulis tanggal yang benar, lalu menunjukkan perubahan itu kepada Jason.
Kesalahan kecil tersebut membuatnya lebih berhati-hati pada halaman berikutnya. Ia biasanya yakin mampu mengingat percakapan yang menyakitkan. Sekarang ia melihat bahwa rasa sakit dapat tetap jelas sementara hari dan urutannya bergeser tanpa disadari.
Mereka kemudian membahas Robie. Caramella hanya mengenal nama itu melalui Kristin, bukan melalui pertemuan pribadi. Ia tidak pernah melihat sendiri ancaman yang dibicarakan wanita tersebut.
"Jadi saya tidak bisa mengatakan bagaimana tepatnya dia mengancam. Kristin mengatakan dia memaksanya menikah."
"Itu akan dicatat sebagai keterangan yang Anda terima darinya."
Caramella mengangguk.
Untuk pertama kali, ia merasa tidak harus menjadi anak yang mengetahui segala sesuatu tentang keluarganya. Ia boleh tidak tahu. Ia boleh mengakui bahwa kedekatan tidak selalu berarti seseorang memperlihatkan hidupnya dengan jujur.
***
Menjelang akhir pertemuan, Jason menanyakan apakah ia bersedia melihat foto lama. Caramella memikirkannya, kemudian mengangguk.
Foto itu lebih buram daripada yang dibayangkannya.
Ia memandangi wanita muda di dalamnya. Ada garis tertentu yang mungkin mengingatkannya pada Kristin, tetapi kata mungkin menjadi semakin besar ketika ia berusaha memastikannya. Ia sudah mendengar nama Kristin sebelum melihat foto. Ia tidak dapat mengabaikan pengaruh itu.
"Aku tidak bisa memastikan," katanya akhirnya.
Jason mengambil kembali salinan tersebut tanpa menunjukkan kekecewaan.
"Jawaban itu cukup."
Caramella merapatkan map di pangkuannya. "Tristan ingin sekali mendapat jawaban."
"Saya tahu."
"Aku tidak ingin memberinya jawaban yang salah hanya karena dia sudah terlalu lama menunggu."
Jason memandangnya beberapa saat, lalu mengangguk.
Mereka menyepakati bagaimana Caramella dapat dihubungi jika ada pertanyaan lanjutan. Bahan mengenai penipuan tetap ditangani dalam persoalannya sendiri; pertemuan itu tidak membuat seluruh berkas pribadinya menjadi milik keluarga Ramsey.
Ketika berdiri, Caramella menyadari telapak tangannya tidak lagi menggenggam tas terlalu kuat.
Di luar ruangan, ia mengirim kabar kepada pengacaranya bahwa pertemuan telah selesai. Setelah itu, barulah ia menulis kepada Tristan.
"Aku sudah berbicara dengan Jason. Aku tidak bisa memastikan foto itu."
Balasannya datang ketika ia sampai di pintu keluar.
"Terima kasih sudah mengatakan yang kamu ketahui."
Caramella membaca kalimat itu dua kali. Ia tidak menjawab segera.
***
Susan sedang memotong sayuran ketika Caramella pulang. Putrinya meletakkan tas dan menawarkan bantuan, tetapi segera disuruh mencuci tangan dahulu.
"Aku tidak memberikan jawaban besar hari ini," katanya sambil membilas jemari.
"Memangnya kamu harus?"
Caramella mematikan keran. "Rasanya semua orang menunggu sesuatu."
"Ibu menunggu kamu mengambil piring."
Ia menoleh, lalu tertawa. Susan ikut tersenyum, meskipun matanya tetap mengamati wajah putrinya dengan perhatian.
Mereka memasak bersama. Caramella salah mengambil garam sebelum Susan menunjuk botol yang benar. Untuk beberapa menit, persoalan terbesar di dapur hanya rasa sup yang terlalu tawar.
Setelah makan, ia kembali membuka ponsel. Kali ini pesan yang ingin dikirim ditujukan kepada Derick.
Ia meminta ayahnya mengirim catatan yang pernah dijanjikan, termasuk informasi perkawinan yang tersedia. Ia tidak menyebut Joana atau mengajukan pertanyaan yang mengandung jawaban.
Derick membalas bahwa ia akan mencari map lama setelah selesai bekerja.
Caramella meletakkan ponsel di meja. Ia belum mengetahui apakah ayahnya akan benar-benar melakukannya, tetapi permintaan itu kini sudah jelas.
Malam mulai turun di luar jendela. Untuk pertama kali sejak mendengar nama Joana, ia membuka buku yang dibelinya pada Sabtu pagi. Ia hanya membaca beberapa halaman, namun halaman-halaman itu tidak berbicara tentang Kristin.
Itu sudah cukup untuk membuatnya tetap membacanya.