Davira yang mendengar ucapan Bi Minah tentang Kevin yang berada dibawah mencari dirinya lantas gugup dan terkejut namun juga Bahagia sehingga dia langsung menutup pintu kamarnya dan berlari masuk ke dalam kamar dengan wajah bahagia, sedangkan Alya yang sudah menyiapkan pakaian untuk sang Nona terkejut mendapati Davira masuk ke dalam kamar dengan raut bahagia
“Alya.. Alya kak Kevin kesini” kata Davira langsung mendekat kearah Alya
“itu tandanya dia mau berjuang dengan hubungan kita, hua… aku senang sekali Alya”
“dan berarti dua hari ini aku tidak menghubunginya sama sekali pasti dia rindu kepadaku kan Al, iya benar, astaga berarti dia memang mencintaiku Al” kata Davira lagi
“aku harus bagaimana ini Al”
“Nona tenang ya, sekarang Nona temui Kevin tapi Nona harus jual mahal jangan langsung luluh begitu saja ya”
“apakah aku bisa Al, aku saja rasanya ingin sekali langsung memeluk kak Kevin”
“Nona, jangan seperti itu, Nona harus pura-pura marah dan melihat kesungguhkan diwajah Kevin”
“oke…. Oke aku akan mengikuti saranmu, tapi astaga aku gugup sekali, ow hiya bagaimana penampilanku ini, ah iya astaga aku belum mandi pasti jelek banget kan Al” kata Davira dan langsung berlari menuju cermin besar yang ada dikamarnya
“Hua… wajahku jelek sekali Alya bagaimana aku kebawah aku harus dandan yang cantik dulu” kata Davira dengan menatap pantulan dirinya dicermin dengan wajah bantalnya dan juga masih memakai piyama hello kitty
“aku harus lekas mandi cepat” kata Davira dan langsung berjalan kearah kamar mandi, lantas dicegah oleh Alya
“Nona tidak usah mandi, ganti pakaian saja dan cuci muka saja”
“bagaimana bisa aku tampil seperti itu Alya”
“Nona, Nona harus terlihat baik-baik saja dan juga jangan tampil cantik didepan Kevin, Nona juga harus melihat keseriusan Kevin kepada Nona, dan dengan wajah natural seperti ini apakah dia menerima Nona atau tidak begitu” kata Alya lagi, dan Davirapiun Nampak berfikirk dan akhirnya mengangguk
“lagian juga Nona sudah terlihat cantik seperti ini, bahkan sayapun suka melihat Nona yang tampil apa adanya begini” jelas Alya kepada Davira lagi
“oke aku akan mengikuti saran kamu Al, tapi kalau Kak Kevin malah ilfil dan malah mutusin aku pokoknya aku engga mau maafin kamu selamanya loh Al” kata Davira lagi dengan nada ancaman lantas Alyapun langsung mengangguk paham dan setelah itu langsung memberikan pakaian rumahan biasa kepada Davira berupa kaos dan juga hotpans yang sering digunakan Davira jika dirumah.
***
Sepuluh menit kemudian, Davira berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu dimana Kevin berada, dan ternyata disana Kevin sedang Bersama Bi Minah yang terlihat sedang mengajak Kevin biacara dan terlihat Kevin merasa risih.
Tiga hari ini memang Davira berada dirumah sendiri karena Papi dan kakaknya Reihan berada di Singapura mengurus perusahaan cabang disana dan tentunya sang Mami ikut kesana menemani sang Papi, sedangkan kakak-kakak Davira kemarin menjenguk Davira dirumah namun tidak sampai tidur dirumah tersebut.
Dengan mengingat semua ucapan Alya tadi Davira berjalan kea rah Kevin dengan muka santai dan tak dibuat rindu karena Davira ingin tahu seberapa perjuangan Kevin untuk mendapatkan maaf darinya. Lantas Kevin yang sudah jengah dengan pembicaraan pembantu dirumah Davira menoleh kearah tangga dan disana Wanita yang dia tunggu-tunggu sudah keluar dari kamarya dengan tampilan yang sangat berbeda, ya diwajah Davira tidak ada riasan apapun dan sangat natural hanya memakai lipbalm, bahkan Davira memakai baju rumahan tidak memakai dress, karena pasti setiap Kevin main ke rumah Davira slalu berganti pakaian dengan dress supaya terlihat rapi, namun sekarang Wanita yang dilihat Kevin tampak berbeda dengan kaos putih kebesarannya dan hotpans berwarna pink, namun Kevin tiidak memikirkan itu, yang terpenting adalah sekarang meminta maaf kepada Davira dan meluluhkan hatinya Kembali.
Kevinpun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan kearah Davira, sesampai didepan Davira Kevin langsung menarik Davira ke dalam pelukannya dan memeluknya dnegan erat, Davirapun hanya diam saja teringat akan ucapan Alya tadi, namun dihati Davira dia terlihat berbunga-bunga bahkan ingin sekali membalas pelukan tersebut dan mengatakan aku rindu kak Kevin.
Kevin yang merasa pelukannya tidak dibalas oleh Davira terkejut karena didepannya bukan seperti kekasihnya, apakah kesalahannya kemarin terlalu fatal membuat Davira sangat marah, batin Kevin menerka-nerka.
Lantas karena tak mendapatkan balasan atas pelukannya, Kevin melepaskan pelukannya dan menatap wajah kekasihnya dengan raut merindu sedangkan yang ditatap seperti itu biasanya saja, lantas Kevin langsung mengelurkan jurus merayunya dengan memegangi pipi sang kekasih
“sayang, kakak minta maaf ya sayang, kakak kemarin engga sengaja membentak kamu, itu karena kakak refleks dan juga sangat terkejut sama penuturan kamu sayang, maafin kakak ya” kata Kevin dengan mengelus pipi kekasinya tersebut, namun Davira hanya diam saja tanpa merespon
“sayang kamu marah banget ya sama kakaka sampai diam saja begitu, sungguh kakak engga sengaja sayang kemarin ngebentak kamu, sesungguhnya kakak ingin langsung mengejar kamu tapi syuting langsung dimulai dan kakak engga bisa ngejar kamu, dua hari ini aja kakak padat banget syuting sampai jam dua malem terus, dan ini sebenarnya kakak engga bisa libur tapi kakak minta cuti satu hari untuk kamu, untuk menebus kesalahan kakak sama kamu sayang, kakak minta maaf ya jangan marah begini oke”
“kakak sayang dan cinta kamu, kakak nyesal banget kemarin bentak kamu jadi kakak mohon ya jangan diami kakak begini, yaya…” kata Kevin sangat lembut membuat Davira akhirnya luluh juga dan pertahannyannya jebol begitu saja, aku tidak kuat, batin Davira dan akhirnya langsung memeluk kevin dan menangis didada kevin
“kakak jahat, kakak tahu kan aku engga pernah dibentak sama siapapun dan kakak yang pertama kali ngebentak aku”
“iya sayang kakak minta maaf, kakak salah maafin kakak yah yang udah bentak kamu kemarin, kakak sangat menyesal sayang” jawab kevin dengan memeluk Davira dan mengecup pucuk kepala Davira berkali-kali
“Davira kangen” rengek Davira didalam pelukan Kevin membuat senyum kevin terbit diwajahnya, dan setelah itu Kevin melepaskan pelukannya dari Davira dan menatap wajah Davira lagi
“sekarang udah engga marah kan?, udah maafin kakak kan kamu sayang?” tanya Kevin dan akhirnya Davirapun mengangguk membuat Kevin lega bukan main
“tapi Kakak harus janji jangan membentak Vira lagi”
“tentu sayang, kakak janji sama kamu, ya sudah jangan nangis ah jelek banget nanti, dari pada nangis gimana kalau kita makan cake coklat kesukaan kamu, kakak bawain tuh” kata Kevin membuat Davira senang dan mengangguk, lantas Kevinpun langsung menuntun Davira untuk duduk dikursi ruang tamu.
Sedangkan diatas terlihat Alya menatap kedua pasang kekasih tersebut merasa kesal karena begitu mudahnya mereka Kembali Bersama, terlebih lagi dengan brengseknya Kevin dengan mudah meluluhkan Nonanya, dan Nonanya begitu polos dan bucinnya sehingga langsung memaafkan Kevin yang b******k tersebut. Aku harus memisahkan mereka, aku tidak mau Nona Davira Bersama lelaki b******k macam Kevin, aku harus menemukan cara dan bukti yang kuat untuk membuat mereka berpisah, karena jika dengan omongan saja mana mungkin Nona Davira akan percaya kepadaku, aku harus cepat menemukan bukti dan menendang lelaki b******k macam Kevin dari hidup sang Nona, batin Alya dengan menatap sepasang kekasih dibawah yang terlihat mesra saling menyuapi satu sama lain.
***
Davira sangat senang karena akhirnya dirinya dan juga kevin sekarang sudah baikan, bahkan Kevin sangat memanjakan dirinya sekarang dengan menyuapi Davira sepotong kue secara perlahan, bahkan Kevin rela- rela cuti sekarang hanya untuk dirinya dan mendapatkan maaf darinya membuat hati Davira sangat berbunga-bunga dan juga membuat Davira makin mencintai Kevin, bagaimana mungkin Kak Kevin menghianatiku seperti ucapan Alya kepadaku, nyatanya sekarang dia sedang memanjakanku, mungkin Alya sedang PMS jadinya dia menuduh kak Kevin yang tidak-tidak, batin Davira dengan menerima suapan dari Kevin.
“sayang…”
“iya kak”
“untuk masalah yang kemarin, tentang pernikahan, kakak sudah memikirkannya dengan matang..” kata Kevin terjeda dengan menatap Davira, Davirapun membalas tatapan Kevin dengan harap-harap cemas dan berharap semoga kevin mau menikah dengan dirinya tahun ini
“kakak bersedia menikah denganmu” kata Kevin membuat Davira memekik senang dan langsung memeluk Kevin
“aa.. kak Kevin terimakasih, Davira sangat mencintai kak Kevin” kata Davira dengan memeluk Kevin erat
“kalau begitu untuk urusan semuanya kakak serahkan sama Davira, Davira yang akan menyiapkan semuanya” kata Davira lagi namun Kevin menggeleng membuat Davira bingung
“kakak belum selesai bicara sayang, dengerin dulu ya” kata Kevin dan Davirapun mengangguk
“begini, kakka memang akan menikahimu tapi tahun depan sayang”
“yah kok tahun depan sih kak, kan Vira maunya tahun sekarang kakak”
“iya kakak tahu, tapi begini loh sayang, kamu tahu kan kakak bercita-cita ingin menjadi artis dan sekarang sudah terwujud, dan tahun ini kakak sedang padat- padatnya, dan juga untuk tahun ini kakak sudah menandatangani kontrak kerja kakak semuanya dari mulai syuting sinetron, film dan juga iklan sayang, dan tentunya kakak tidak mungkin membatalkan kontrak begitu saja, nanti kakak harus membayar pinalti”
“Vira yang bayar pinaltinya kakak, kakak tidak usah khawatir”
“bukan begitu sayang, kakak mohon pengertian kamu, kakak mencintai kamu dan ingin hidup sama kamu selamanya, kakak engga mau kehilangan kamu namun kakakpun engga mau melepaskan tanggungjawab kakak didunia entertainment, dan kamu tahu kan sayang kalau kakak menikah kakak harus keluar dari dunia itu dan terjun ke bisnis”
“kakak lagi naik-naiknya sekarang, dan juga jika kakak tiba-tiba berhenti dan masyarakat bertanya alasan kakak berhenti jadi artis terus kakak jawab karena kakak akan menikah denganmu, terus banyak masyarakat atau fans kakak yang tidak terima dan malah meneror kamu dan menghujat kamu bagaimana sayang?, kakak engga mau itu terjadi sama kamu” kata Kevin dengan wajah khawatirnya dan mengelus pipi sang kekasih, lantas Davira langsung merasa ketakutan akan fans kevin yang memang sangat bar-bar
“aku kan ingin menikah dengan kakak secepatnya dan membuat kakak menjadi milikku seutuhnya” kata Davira lagi
“iya kakak tahu itu sayang kakakpun inginnya begitu, namun kakak juga engga mau kamu menjadi hujatan netizen dan mengira gara-gara kamu kakak berhenti didunia entertainment”
“lalu bagaimana kak”
“begini sarang kakak bagaimana kita melangsungkan pertunangan terlebih dahulu supaya para masyarakat tahu kalau kita memang akan menikah dan mengumumkan tahun depannya kita menikah, supaya tidak menjadi bahan cibiran masyarakat dan kamu harus berperan layaknya kekasih yang mensuport kakak sehingga para netizen tidak menghujat dan mencaci kamu sayang, bagaimana kamu setuju kan?” tanya Kevin, dan Davira mencerna semua ucapan Kevin dan tampak berfikir membuat Kevin yang menatap Davira harap-harap cemas. Setelah beberapa menit berfikir dan Davira sudah menemukan jawabannya
“oke Vira setuju akan usul kakak”
“beneran sayang?” tanya Kevin dengan wajah bahagianya, lantas Davirapun mengangguk membuat Kevin tersenyum senang
“tapi kita melangsungkan pertunangannya tiga bulan lagi ya sayang”
“ih kok gitu sih”
“minggu depan kakak harus pergi ke Bandung, kakak akan syuting dua film sekaligus disana dan setelah itu juga di Jogja dan di Medan”
“kok kakak baru kasih tahu aku sih”
“maaf sayang, kakak kemarin banyak fikiran jadinya lupa kasih tahu kamu”
“kitab isa melangsungkan pertunangan besok malam”
“jangan itu terlalu cepat sayang, dan juga pertunangan kan butuh persiapan, kamu engga mau kan pertunangan kita digelar dengan sederhana dan juga Papi sama mamimu pasti juga engga mau kan, jadi tiga bulan setelah kakak syuting kita melangsungkan pertunangan dan juga kamu bisa memiliki waktu untuk menyiapkan konsep pertuanngan yang kamu inginkan sayang, jadi bagaimana kamu mau kan?’ tanya Kevin lagi dengan suara dibuat lembut membuat Davira tidak bisa mengatakan tidak kepada kevin dan akhirnya diapun mengangguk
“karena aku mencintai kakak, aku menuruti keinginan kakak” kata Davira membuat Kevin senang dan langsung menarik Davira ke dalam pelukannya
“Kakak janji tahun ini terakhir kakak menjadi artis sayang, setelah itu kakak akan menikahimu dan kita bangun keluarga impian kita Bersama-sama kakak akan menjadi milikmu seutuhnya dan begitupun sebaliknya, jadi sabar ya sayang Sembilan bulan engga lama kok” kata Kevin lagi dengan memeluk Davira dengan erat dan mengecup rambut Davira dengan sayang
“Vira sangat mencintai kakak”
“kakakpun sangat sangat mencintaimu sayang”