Hari ini adalah hari yang sungguh tidak ingin Davira lalui, pasalnya hari ini Kevin kekasihnya sudah harus berangkat ke Bandung untuk melaksanakan syuting disana yang memakan waktu kurang lebih tiga bulan, ingin rasanya Davira membayar dan menyogok manajemen Kevin supaya Kevin syuting di Jakarta saja, namun sialnya tidak bisa karena latar tempat dan suasana sudah dibuat sedemikian rupa di 5 tempat, dan hal itu tidak bisa dibatalkan begitu saja. Bahkan Davira yang sebal akan hal itu masih memiliki cara lain supaya tidak berjauhan dengan Kevin yaitu ikut Kevin di Bandung dan ke kota lainnya, karena sungguh Davira tidak mau berjauh-jauhan dari Kevin, dua hari tidak bertemu dan tak berkirim kabar saja membuat Davira frustasi setengah mati, dan sekarang tiga bulan bagaimana nasib Davira.
Namun sialnya keinginan Davira tersebut ditentang keras oleh Kevin, karena Kevin ingin focus menyelesaikan syuting supaya bisa cepat selesai agar bisa mempersiapkan pertunangan mereka Bersama, dan juga Kevin tidak mau Davira kelelahan karena terus menemaninya.
“tapi Kak, aku janji engga kelelahan”
“sama aja sayang, disana medannya cukup mengerikan dan kakak engga mau terjadi apa-apa sama kamu, ditambah lagi cuacanya lagi kaya gini sebentar panas terik tiba-tiba hujan, dan kakak engga mau kamu kelelahan dan malah jatuh sakit, nanti kakak yang kena amarah Papimu sayang”
Tapi Vira engga mau jauhan sama kakak”
“kakakpun engga mau sayang, tapi ini tuntutan pekerjaan kakak, bukannya kamu sudah sepakat kan kemarin bahwa kakak boleh meneruskan menjadi artis satu tahun terakhir ini, dan kamu setuju, setelah itu kitab isa Bersama-sama seterusnya”
“dan juga kakak janji akan cepat menyelesaikan syuting ini dan setelah itu kakak bisa membantu kamu mengurus pertunangan kita” kata Kevin menyakinkan
“dan kakakpun janji setiap weekend kakak akan pulang ke Jakarta, atau kalau kakak engga bisa pulang ke Jakarta kamu yang ke Bandung, dan kakak usahaain meluangkan waktu untuk kamu, jadi jangan cemberut begini ya” kata Kevin dengan mengelus pipi Davira dengan lembut, dan akhinya mau tak mau Davira hanya bisa mengangguk pasrah.
Dan disinilah Davira berada dibandara dengan tangannya yang merangkul Pundak Kevin seakan tidak mau lepas, bahkan Davira tidak memperdulikan orang-orang disekitarnya bahkan para crew dan juga pemain lainnya sudah biasa melihat pemandangan seperti ini hingga mereka cuek saja.
“Kakak, Vira ikut saja yah” rengek Davira lagi dengan menatap Kevin dengan penuh permohonan, Kevinpun hanya tersenyum dan mengelus surai hitam milik Davira dengan lembut
“sayang, kemarin kan kita sudah sepakat, jangan berubah fikiran begini deh” kata Kevin menoel hidung Davira dengan gemas, dan Davira hanya menggembungkan pipinya kesal
“Davira takut, kakak kecantol Wanita-wanita Sunda, Vira dengan Wanita-wanita sunda cantik-cantik” kata Davira lagi membuat Kevin tertawa mendengar celotehan kekasihnya tersebut
“tenang aja Vir, kalau Kevin macam-macam gue penggal deh kepalanya” celetuk Salsa yang berdiri disamping mereka, ya Salsa juga menjadi salah satu pemain yang ikut syuting Bersama Kevin
“Sal, kamu harus jadi mata-mataku yah disana, kalau ada Wanita sunda deketin kak Kevin langsung marahin dan usir mereka” kata Davira dengan menatap Salsa, Salsapun tertawa dan mengangguk mantap
“tenang aja Vir, beres gue siap menjadi mata-mata lo” kata Salsa membuat Davira sedikit lega
“astaga apa-apaan sih kalian, kamu juga sayang mana mungkin kakka kecantol Wanita sunda, Wanita Jakarta yang sedang merangkul kakak dengan posesif seperti ini saja sudah membuat kakak cukup puas dengan kecantikannya mana mungkin melirik Wanita lain sayang” kata Kevin dengan tersenyum manis kearah Davira membuat wajah Davira memerah malu karena pujian dari Kevin.
“Yuk, pesawat sebentar lagi lading, siap-siap semuanya!!” teriak Om Dio selaku sutradara film yang akan dimainkan Kevin dan perpisahan inipun tiba membuat Davira engga rela melepaskan Kevin
“sayang, kakak harus segera berangkat”
“satu jam lagi ya kaka”
“engga bisa begitu dong sayang”
“kakka berangkatnya nanti aja, pakai pesawat pribadinya keluargaku”
“ya engga bisa seenaknya begitu sayang, semuanya ada aturannya, jadi jangan begini deh, kemarin udah sepakat loh, bahkan dua hari kemarin kakka udah menghabiskan waktu sama kamu” kata Kevin lagi
“tapi.. tapi nnati kalau udah sampai langsung ngabarin aku”
“tentu sayang, kakak akan langsung ngabarin kamu, jadi kakak berangkat sekarang yah, kamu jaga diri dijakarta jangan main-main terus, gunain waktu kamu sebaik mungkin dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat supaya hari cepat berlalu dan kamu engga merasakan itu semuanya sehingga tiga bulan pasti engga kerasa, ingat tiga bulan engga lama sayang” kata Kevin dengan lembut
“kakak hati-hati dijalan, jaga Kesehatan juga dan juga jangan lupa sarapan, pokoknya harus sehat dan sering ngabarin aku, kalau udah waktunya istirahat istirahat jangan keluyuran, dan juga aku udah siapin aparteman keluarga untuk kakka tinggali, kemarin aku sudah menyuruh orang untuk membersihkan aparteman itu untuk kakka”
“terimakasih atas nasehatnya sayang kakak akan slalu ingat itu semuanya, dan juga terimakasih sudah menyiapkan itu semuanya untuk kakka, kakak sangat senang dan tambah-tambah mencintaimu”
“Vira juga mencintai kakak, makanya cepat selesaiin syuting dan cepat pulang ya supaya itab isa Bersama Kembali dan melangsungkan pertunangan kita”
“tentu sayang, ya udah kakak berangkat ya, jaga diri kamu baik-baik” kata Kevin dan diakhiri mencium kening dan pipi Davira dengan mesra dan terakhir memeluk Davira, Davirapun membalas pelukan tersebut dengan sangat erat, setelah cukup lama akhirnya Kevin melepaskan pelukannya
“kakka pergi ya” kata Kevin dengan berjalan menuju teman-teman lainnya yang sudah terlebih dahulu berjalan, Kevinpun melambaikan tangan kearah Davira dan Davira membalasnya
“baru begini aja udah kangen apalagi besok, eh engga engga boleh begini kamu engga boleh kekanak-kanakan Vira, tiga bulan bukanlah waktu yang lama, dan lebih baik kamu jadi produktif supaya tiga bulan itu tidak berasa sehingga tiba-tiba saja tiga bulan sudah berlalu, iya harus kuat” ucap Davira pada dirinya sendiri dengan menatap punggung Kevin yang sudah menjauh dari penglihatannya.
***
Lima hari sudah Davira bertahan dari kerinduannya kepada Kevin, bahkan selama lima hari ini dia menyibukan dirinya dengan kegiatan-kegiatan kesukaannya, yaitu mengikuti acara fasion show, berbelanja, mengurusi segala keperluan pertunangannya dan juga bermain-main ke rumah kakak-kakaknya dan mengajak rusuh ponakan-ponakannya, bahkan kemarin baru saja Davira mengikuti rapat pemegang saham diperusahaan yang ini pertama kalinya Davira ikut membuat Papi dan kakak-kakaknya terkejut dan juga senang karena akhirnya Davira mau mengikuti acara perusahaan, bahkan Davira tak menyangka mengikuti rapat seperti ini mengasyikan juga.
Namun yang Davira herankan sudah tiga hari ini jika dirinya pergi kemanapun harus dikawal oleh para bodyguard Papinya, Davirapun heran karena biasanya Davira hanya pergi dengan Alyapun tak masalah.
Flasback on
Pagi hari seperti biasa Davira sarapan Bersama Papi, Mami dan juga kakaknya Reihan, namun Davira merasa ada yang beda pasalnya bodyguard Papinya sudah standbay dimanapun disudut ruangan rumahnya membuat Davira heran karena biasanya Papinya memang menyuruh beberapa bodyguard untuk menjaga rumah tapi ini sangat banyak membuat Davira bingung
“sayang mulai saat ini kamu pergi kemana-mana jangan hanya sama Alya ya, bawa Reno, Hasan dan juga Alex” kata Sang Papi membuat Davira terkejut
“kenapa harus bawa-bawa mereka sih Pi, biasasanya juga pergi sama Alya juga udah cukup” jawab Davira namun langsung mendapatkan gelengan dari Renaldi
“engga kamu harus bawa mereka, karena mereka akan menjagamu sayang, diluar sana sedang berbahaya buat kamu dan juga keluarga Papi yang lainnya, bahkan Papi sudah menyiapkan bodyguard yang lainnya dirumah kakak-kakakmu masing-masing” kata Renaldi membuat Davira bertambah bingung
“emang bahaya apa sih Pi”
“biasa musuh dalam perusahaan, kemarin Papi dan aku beserta kak Arfan dan kak Revan baru saja menggulingkan perusahaan musuh bebuyutan kita dan mereka pasti tidak akan tinggal diam, makanya kita harus waspada” jelas Reihan membantu Papinya menjelaskan kepada sang adik, membuat Davira terkejut bukan main
“maka dari itu, lebih baik kamu dirumah saja sayang, jika memang tidak terlalu penting jangan keluar rumah”
“tapi Papi, weekend besok Vira harus ke Bandung nemuin Kak Kevin, pasalnya Kak Kevin engga bisa pulang ke Jakarta”
“jangan!, kamu jangan pergi keluar kota dulu sayang, kamu disini saja, kalau Kevin tidak bisa menemuimu kamu jangan kesana, tunggu jika keadaan sudah kondusif baru kamu boleh ke Bandung”
“tapi Papi sampai kapan?, Vira udah rindu berat sama Kak Kevin Papi”
“secepatnya sayang, kamu sabar saja, kalau engga kamu suruh Kevin saja yang ke Jakarta untuk menemuimu”
“Kak Kevin belum bisa ke Jalarta”
“ya sudah kamu harus sabar dulu ya sayang, Papi janji secepatnya akan menyelesaikan ini semuanya, supaya keluarga Papi Kembali aman”jelas Renaldi membuat Davira akhirnya hanya bisa pasrah saja.
Flasback End
Hingga akhirnya Davira bosan sendiri seperti ini, harusnya pagi ini dia sudah ada di Bandara dan pergi ke Bandung menemui Kevin namun tidak bisa karena Papinya belum mengizinkan dirinya untuk berpergian jauh terlebih bodyguard kepercayaan Papinya, Reno, Alex dan juga Hasan sedang menemani kedua kakaknya yaitu Reihan dan Arfan ke singapura untuk mengurusi perusahaan yang ada disana, dan dirumah Davira hanya ditemani Alya dan juga para bodyguard yang memang biasa menjaga rumah.
“Alya aku bosan seperti ini terus” kata Davira kepada Alya yang setia menemaninya
“harusnya sekarang aku sudah berada di Bandung dan melepaskan rinduku sama dia”
“sabar Nona, Tuan melakukan ini semuanya kan demi keselamatan anda”
“tap ikan aku bisa jaga diriku sendiri Al, terlebih ada kamu dan bodyguard Papi yang lainnya selain Om Hasan, Om Reno dan Om Alex” jelas Davira lagi
“tapi mereka hanya bodyguard biasa saja Nona”
“lagian emang musuh Papi semenyeramkan apa sih Al, sampai-sampai begini banget padahal dari dulu engga sampai segitunya”
“sayapun kurang tahu Nona, pasalnya Ayah saya tidak menceritakannya kepada saya” jelas Alya kepada Davira, Hasan selaku bodyguard paling kuat dan paling setia dikeluarga Renaldi merupakan Ayah dari Alya
“hust membuatku susah saja” kesal Davira dengan merebahkan tubuhnya diatas ranjang, bahkan Papi dan Maminya pergi ke Surabaya, membuat rumah sepi dan sungguh Davira merasa bosan,
“Al..” panggil Davira kepada Alya yang masih setia duduk dikarpet halus dengan menatap Nonanya tersebut
“Iya Nona..”
“bagaimana jika kita kabur saja ke Bandung” celeut Davira dengan ide yang baru saja terlinta dipikirannya membuat Alya terkejut bukan main akan penuturan Nonanya.