Langkah kaki itu terus membawa Grace hingga ke ruang kelasnya. Gadis itu celingukan di ambang pintu membuat Jesslyn yang sedang menghapus papan tulis terganggu.
“Ngapain lo celingukan disana?” tegur Jesslyn.
Grace tersentak karena tidak menyadari keberadaan Jesslyn. Fokusnya hanyalah mencari Agnes yang entah menghilang kemana.
“Agnes ada dateng duluan gak tadi?” tanya Grace.
Jesslyn mengernyit atas pertanyaan itu namun kepalanya menggeleng. “Gak ada!”
Tentu saja Agnes tidak percaya begitu saja dengan jawaban yang diberikan Jesslyn, mengingat betapa bencinya Jesslyn terhadap si cupu selama ini.
“Lo gak bohong kan?” tuding Grace setelah bersebelahan dengan Jesslyn.
Kegiatan Jesslyn pada papan tulis seketika itu juga terhenti dan kini matanya menyorot tajam Grace yang begitu menunggu