Selama jam pelajaran berlangsung Landra benar-benar tidak bisa fokus lantaran mengingat kejadian semalam. Seharusnya dia bisa lebih peka dengan keadaan di sekitarnya, seharusnya dia tidak pilih-pilih dalam berteman. Sayangnya itu hanya seharusnya karena semua yang sudah terjadi tidak dapat diulang kembali.
Beruntung bel sudah terdengar sehingga Landra bisa segera bangkit dari duduknya. Dia bahkan tidak mempedulikan teriakkan sahabatnya yang bertanya tentang apa yang terjadi. Pikirannya kalut dengan gadis cupu itu karena kurang dari satu bulan mereka akan melakukan perform.
“LANDRA ... MAU KEMANA LO?”
“WOI LAN!”
Lama-kelamaan teriakkan itu mulai terdengar hingga akhirnya menghilang dari pendengarannya. Kali ini dia harus mendatangi kontrakan itu dan membuktikan rasa gundahnya.
Landra m