Kedua mata Landra membola melihat Agnes tak sadarkan diri dengan wajah yang pucat. Landra segera berlari menghampiri kemudian menyentuh lengan Agnes dan keterkejutan tak bisa dia hindari.
Tubuh Agnes benar-benar panas, mungkin mencapai 40° panasnya.
“Nes, bangun Nes!” Landra menepuk pipi Agnes berulang kali, namun tetap tidak ada tanggapan atau pergerakan.
Jalan satu-satunya ialah dia memindahkan Agnes menuju kasur busa yang ada di ruang tengah kemudian menghubungi Mamanya. Ya, disaat seperti ini Mamanya pasti akan langsung melesat kesini tanpa harus berpikir ulang.
Setelah meletakkan Agnes di kasur, Landra bangkit menuju kamar gadis itu. Katakan saja dia tidak sopan, terserah. Tujuan Landra hanya ingin mencari selimut atau apapun yang bisa menghangatkan tubuh si cupu.
Sembari mencari