Zeline berkacak pinggang menatap putranya yang sepertinya sedang berusaha menahan tawa. Wanita itu benar-benar tak habis pikir dengan Landra yang masih bisa mencari perkara padahal lawannya sedang tergeletak sakit.
“Kamu itu gimana sih, Landra? Udah tau Ella sakit, malah diajak berantem!”
Landra sendiri sudah menatap Mamanya memelas. Andai saja Mamanya melihat secara langsung, betapa menyebalkannya Agnes pasti tak akan sampai hati marah-marah.
“Ngapain kamu lihatin Mama kayak gitu?” sinis Zeline kemudian menghampiri Agnes yang melihat keduanya tak enak.
“Ella, kamu mau minum atau apa?” tawar Zeline lembut. “Atau mau nunggu makanan yang udah dipesan? Sebentar ya ... Alun masih nunggu kurirnya di luar.”
Di tempatnya, Agnes hanya bisa mengulas senyum. Entah seberapa banyak lagi kebaikan