21.00
Kelopak matanya terasa begitu berat sekali. Dia ingin tertidur di atas sebuah ranjang yang empuk, tapi pikirannya selalu berusaha mengingatkan bahwa dirinya saat ini tengah menunggu seseorang yang belum juga datang.
Seperti biasa, Jhony akan terlambat pulang dan membuat Agatha menunggu. Sejujurnya, sang kekasih pernah mengatakan kepada dirinya kalau dia tak perlu menunggu sampai malam hari, takut membuat Agatha kelelahan. Namun apa daya, karena kebiasaan itu telah Agatha miliki sejak dulu, dia selalu ingin memastikan Jhony pulang setiap malamnys.
Lagian juga, tidurnya tak akan bisa tenang jika terus memikirkan Jhony yang belum pulang.
Satu tangan Agatha terangkat, menyentuh ponsel yang berada tepat di atas meja. Dia pun melihat suatu pesan yang dikirim oleh Jhony beberapa saat