Selama semalaman itu, Agatha tidur dengan tak nyenyak. Isi surat tersebut membuatnya kepikiran, tentu saja karena hal tersebut, dia menjadi tak tenang. Hanya ada satu cara agar semua beban yang ada di dalam pikirannya ini hilang, yaitu dengan membicarakan masalahnya langsung bersama Jhony.
Hanya saja, dia masih merasakan sebuah keraguan, takut jika nanti Jhony memberikan jawaban yang justru tak diharapkan olehnya. Sedari tadi, dia terus memikirkan kata-kata apa saja yang akan diungkapkan oelhnya kepada Jhony.
Berjalan bolak-balik di depan ranjangnya, dengan wajah kecemasan yang terlihat dengan sangat jelas. Wanita itu menjilat bibirnya yang terasa kering, lalu terduduk di atas sebuah ranjang yang terasa empuk.
"Kenapa kau sedari tadi terlihat sangatlah resah."
Agatha menengok. Seketi