Gadis P.O.V
Di pantai ini , kulihat sesuatu yang indah. Dia nampak indah dan berwarna merah. Aku ingin dia di sampingku menemaniku membaca jeritan yang tak pernah terdengar olehku. Aku ingin dia selalu di sampingku setiap waktu.
Sabtu, 21 Februari 2015.....
Gadis Rainingsih
Inilah pertama kali aku berlibur setelah tak sempat pulang karena padatnya jadwal. Jadwal libur hanya 3 hari. Jarak dari kampus ke kampung hanya 2 jam.
Tibalah saatnya aku pulang kampung. Aku pulang dengan bis . Aku terlalu banyak membawa barang. Berat. Ya, aku sudah duduk di dalam bis dengan banyak barang. Aku mencari kursi kosong agar aku taruh barang di sampingnya. Tapi itu tidak terjadi. Abang kernet menyuruh seorang cowok untuk duduk disampingku. Dia cowok putih, wangi, lumayan ganteng juga cuma berponi, dan memakai jaket. Dia duduk di sampingku dan dia say hello kepadaku sambil tersenyum. Oh My God dan aku membalas sapaannya dengan tersenyum juga. Kami terdiam hingga 1 jam. Tanpa sadar aku tertidur dan terbangun tiba-tiba. Tepat sekali aku bangun mengangkut barang-barangku secara cepat-cepat dan tidak sadar ada jaket yang aku bawa.
.....
Akhirnya aku telah sampai di rumah. Aku selalu menulis diary. Kira- kira siapa yang menghiasi diaryku tahun ini ya. Hmmmm tiba-tiba aku teringat cowok itu.
Dear diary,
Hari ini 21 Februari 2015 aku akan menulis diary tentang seorang cowok. Dia culun,lumayan ganteng, putih, berjaket. Entah kenapa senyumnya manis sekali. Kenapa ya aku memikirkannya. Lucu sekalii. Dan lebih gilanya lagi jaketnya kebawa sama aku. Aku baru bertemu dengannya tadi dan dia sudah bisa mencuri pikiranku. Apakah ini cinta pada pandangan pertama. Tapi aku harus bertemu dengannya lagi untuk mengembalikan jaket ini. Aneh-aneh saja.
.......
Boy Antama
Aku dipaksa Ayah menjemput cewek yang katanya ingin dijodohkan denganku, padahal hari ini aku ingin kembali ke kampung tapi mengingat Ayah memiliki perusahaan dan Ayahnya sebut saja Hana adalah investor terbesar. Jadi, itulah sebabnya Ayah menjodohkan aku dengan Hana dan jika Ayah yang menyuruhku, biasanya aku tak bisa menolak.Ia cantik dan putih tapi sayang aku tidak suka dengan sifatnya yang sombong dan kasar. Menyebalkan sekali memang.
Akhirnya aku sudah sampai bandara dan menjemput dia dengan taxi. Ternyata dia sudah balik duluan. Ya sudah lah aku langsung ke terminal. Aku naik dan duduk. Tepat di sampingku ada seorang cewek. Imut. Aku tersenyum dan say hello.
Akhirnya sekarang bisa menyapa setelah sekian lama aku tidak pernah menyapa cewek semanis ini. Aduh harus ngobrol ini. Ngobrol tentang apa ya.
Setelah 1 jam saling berdiam, akhirnya aku membuka suara.
“Hmmm... nama lo siapa ya. Boleh minta nom......’’ aku terdiam.
Dia tidur di bahuku. Ya ampun. Manis sekali dan sekilas mirip Ibuku. Aku akhirnya menyelimuti dia menggunakan jaketku.
Dua jam berlalu. Tiba-tiba ia terbangun dan pergi. Aku belum sempat tahu nama dan nomor handphonenya dan gilanya jaketku terbawa olehnya tapi aku berharap bisa ketemu dia dan jaketku lagi.
.....
Bayu Antama
Aku adalah anak dari perusahaan terkenal. Ya, aku abang dari Boy, anak CPR (Culun Pendiam Rumahan). Sebenarnya kami terlihat mirip jika tidak memperhatikan kami secara seksama.
Sudah setahun ini aku memimpin perusahaan kecil Ayah kami .Ayahku memintaku untuk jadi direktur. Kenapa bukan Boy? Karena dia belum cukup mandiri untuk memimpin perusahaan. Itu kata Ayah. Aku memimpin perusahaan semenjak Ibu sudah tiada. Ibu ? Ibu sudah tenang di surga. Meninggal karena sakit jantung.
Semenjak Ibu meninggal, Boy menjadi anak pendiam. Mungkin karena aku tidak ada cukup waktu untuk sekedar ngopi bersamanya dan Ayah. Ayah selalu sibuk mengurus perusahaan dan gencar sekali untuk menjodohkan Boy dengan anak investor terbesar di perusahaan kami.
Aku tahu Boy enggan menerimanya. Aku sudah meminta Boy untuk menolak. Tak apa katanya. Asal bokap bahagia. Semoga dia bisa mendapatkan cewek yang bisa mencintai dia dengan tulus
.......