Bayu P.O.V
Setelah sampai di Rumah Sakit dan Boy sudah ditangani oleh dokter...
“Dok gimana?” kataku.
“Keadaannya jantungnya buruk sekali karena jantungnya terkena tulang rusuk yang patah akibat benda hantaman keras. Apa Boy tadi terkena benda keras?” jawab dokter.
“Tadi adik saya di pukuli orang terus memang saya lihat dadanya memar tapi setelah tanya dia, dia bilang dia baik-baik saja. Dia gak ngerasain nyeri dan sesak dok.” ujarku sambil terisak.
“Memang ada kasus patah tulang bagian dalam tapi tanpa gejala. Sekarang jantung Boy benar-benar rusak parah. Tulang rusuknya remuk dan ada patahan sedikit mengenai jantungnya dan jantungnya bocor.”
“APAAA!!!! Dok, tolong adik saya. Selamatkan dia.”
“Kita akan siapkan operasi untuk operasi penutupan kebocoran jantungnya. Saya akan berusaha sebaik mungkin.”
“Terima kasih dok.” ujarku.
“Hikssss bang. Gimana kalau dia beneran ninggalin kita. Soalnya tadi malam aku mimpi buruk. Buruk banget.”
“Dis, sebenarnya gue gak mau ngomong gini. Tapi gue juga mimpi Boy dan itu buruk tapi sekarang kita harus yakin Boy bisa sembuh. Semoga operasinya lancar.”
“Maaf mas dan mbak. Pasien ingin bertemu mas dan mbak di dalam.” kata suster.
Setelah di dalam..
“Dek bertahan dek. Lo harus operasi tapi lu harus bertahan. Jangan tinggalin kami hikssssss.” ujarku.
“Iya sayang. Kamu udah janji gak bakalan ninggalin aku. Kamu udah janji bakal ngelakuin kegiatan favorit kita beribu-ribu kali. Kamu harus tepati janji kamu Boy hiksssssss.” kata Gadis.
“Baangg saayang,maafiin guee yaa akuu gaak bisaa nepaatiin janjii guee. Guee uda..hhh gak kuat la..gii. Bang jaaagaa Gadiss buaat gue ya. G..u,,e s,,a,,y,,a..ng ka..li..annn...Ayah Ibuuuuu akuuuuuuuu datanggggg....” ucap Boy sebelum menutup mata.
“Dokterrrr susssterrrrr!!!!”
“Kalian diminta dokter keluar ya.” ujar suster.
“Siapkan alat kejut jantung sus. Jantung pasien anfal.”
“Baik dok”
“Kita sudah berkali-kali memicu jantungnya agar berdetak normal akan tetapi jantungnya tidak merespon dok. Pasien sudah tidak bernafas lagi dan badannya sudah mulai dingin dok.”
“Jantungnya benar-benar sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Pendarahannya sudah mencapai paru-parunya. Boy, kamu yang tenang ya di sana. Sudah 3 tahun saya merawat kamu, kamu sekarang terbebas tidak merasakan sakit itu lagi Boy. Selamat Jalan Boy. Sus, catat waktu kematian Boy.”
“Baik dok.”
“Bagaimana dok? Bagaimana adik saya?”
Dokter hanya menggelengkan kepala.
“Gak mungkin!!!!!!!!Boyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
“Saaayyaaaangggggggggggggggg!!!!!!!!!!!!!!!!!”
.....
Bayu P.O.V
Setelah pemakaman Boy.
“Dis sekarang gue mau ngapain? Gue hidup untuk siapa? Satu persatu keluarga gue pergi ninggalin gue. Mulai dari Ibu yang kena serangan jantung. Ayah yang donorin jantungnya buat Boy dan sekarang Boy adik gue yang pergi karena sakit jantung juga. Kenapa sih? Ada apa dengan jantung. Kenapa jantung hanya menorehkan luka saja. Hikssss ini gak adillll.”
“Bang. Abang jangan ngomong gitu. Abang masih ada aku. Anggep aja aku sebagai adik abang. Bang walaupun jantung menorehkan luka tetapi jantung tempat kebahagian bang. Jantung adalah tempat tubuhnya cinta. Bahkan detakannya sampai sekarang masih terasa seperti saat aku bertemu dengannya dulu. Sebenarnya entah kenapa serasa aku telah mengenalnya lama. Serasa dia udah ada di hidupku lama akan tetapi tak pernah aku bisa menemukan jawabannya. Bang balik yok. Udah mau hujan.”
“BOYYYY!!!!! GAK MUNGKIN LO UDAH GAK ADA!!!!” ujar Hana tiba- tiba mendekati makam adikku.
“HANA?!!!!!! NGAPAIN LO KE SINI. LO UDAH PUAS LIAT ADEK GUE MENINGGAL? INI SEMUA GARA-GARA LO DENDEM SAMA ADEK GUE!! KALO LO GAK MUKULIN ADEK GUE, MUNGKIN SAMPE SEKARANG ADEK GUE MASIH HIDUP!!! LO PSIKOPAT LO KRIMINAL. LO HARUS MASUK PENJARA KARENA LO UDAH NGEBUNUH ADEK GUE!!!!” ucapku marah sekali sambil menangis.
“Gue bakal tanggung jawab Bay. Maafin gue Bay. Maafin gue. Gue gak ada niatan mau bunuh Boy. Gue cuma mau ngasih pelajaran aja. Maafin gueeeee...”
“Lo tau gak sih adek gue sakit apaan? Dia sakit jantung dan baru operasi cangkok jantung sebulan yang lalu, bekasnya aja masih basah dan lo dengan gilanya nyuruh orang suruhan lo buat gebukin Boy dan besi itu kena d**a dia dan tulang rusuk dia patah terus kena jantung dia dan nyebapin jantung dia itu bocor!!! Lo tau gak sih!!!!”ujarku yang tidak menahan emosi.
“Gue gak tauu Bay. Gue gak tau dia sakit separah itu hikssssssss.”ujarnya sambil bersimpuh di kakiku.
“Kamu harus tanggung jawab Hana. Aku barusan udah menelpon polisi untuk menangkap kamu.” ujar Gadis.
“Gue bakal tanggung jawab hiksssss. Maafin gue .. Maafin gue....”
Polisi lalu datang dan membawa Hana ke penjara.
“Abang, ayo kita pulang. Boy pasti udah tenang karena Hana udah ketangkep.”ujarnya sambil menenangkanku.
“Yokk..”
.....
Gadis P.O.V
Setelah aku sampai kostan, aku berbaring di kasur sambil memandangi fotoku dengan Boy. Aku rasa aku tak dapat menangis lagi. Boy, aku kangen sama kamu. Tapi aku harus relain kamu selamanya. Aku berdoa semoga kamu bahagia selalu di sana. Boy, selamat bertemu dengan Ibu dan Ayahmu.
Dear diary,
Hari ini tepat sebulan setelah anniv kami 11 Mei 2016 pangeran jaketku sudah benar-benar pergi. Tak seperti tahun kemarin ia pergi ke Jepang. Ia bisa pulang. Tapi kali ini dia benar-benar tak akan pulang. Aku tidak bisa ketemu dia lagi. Selamanya.
Dear diary,
Inilah akhir cerita dari seseorang yang tak pernah ingin kuakhiri kisahnya. Terlalu banyak kenangan hingga buku ini sampai lembar terakhir.
Pangeran jaketku,
Terima kasih kamu telah banyak memberiku kenangan yang indah, kenangan yang tak pernah bisa aku lupakan.
Terima kasih telah mengenalkan aku cinta yang begitu kuatnya hingga ku tak pernah bisa tahu cara untuk menghentikannya.
Terima kasih untuk segala waktu yang kamu sisihkan buat aku yang bukan apa-apa tanpa kamu.
Terima kasih sudah membuat hidup aku lebih bermakna lagi.
Terima kasih sudah nemenin aku makan es krim, jogging, mennari di hujan,lihat sunset. Kegiatan favorit aku adalah lihat sunset.
Aku ingat saat kamu buat aku kesal gara-gara bandingin wajahku dengan sunset. Tapi kamu tahu? Disitulah kenangan yang tak bisa ku lupakan.
Pangeran jaketku,
Lucu sekali waktu jaketmu terbawa olehku. Aku sampai kebingungan untuk mengembalikannya. Tapi takdir memang berpihak padaku. Kita bertemu lagi di bis. Entah secara kebetulan atau sengaja. Aku suka dengan kebetulan atau kesengajaan itu. Takdir mempertemukan kita dengan indah dan memisahkan kita dengan indah juga.
Pangeran jaketku,
Sejak pertama kali aku bertemu denganmu aku sudah jatuh cinta padamu. Dan itu tak pernah terungkap hingga sekarang. Aku tidak menyesal tidak mengatakannya toh aku juga sudah mendapat balasan dari perasaanku.
Pangeran jaketku,
Aku tak tahu apa yang selanjutkan kulakukan tanpa kamu.
Pangeran jaketku,
Aku memang tak pernah bosan mengatakan ini. I Love you Boy Antama, pangeran jaketku, pria sunsetku, pengisi diaryku.
Tenang yaa di sana. Selamat jalan sayang.
Aku tutup diaryku yang tulisannya sudah basah oleh tangis air mataku. Dan aku pun tertidur.
....
Bayu P.O.V
Aku akhirnya sampai di rumah. Rumah ini sepi sekali seperti kuburan. Aku tertatih naik langsung ke kamar Boy.
Aku rebahkan diriku di kasurnya. Aku mengambil foto kami di atas mejanya Boy.
“Dek, lo kenapa ninggalin gue secepat ini. Sepi gue tanpa lo. Waktu lo ke Jepang saja gue udah ngerasa hampa banget. Apalagi sekarang. Lo gak bakal balik ke rumah lagi. Lo udah punya rumah baru di sana. Lo udah ketemu Ibu sama Ayah kan di sana. Pasti lo bahagia banget. Lo gak perlu ngerasain sakit itu lagi. Gue bahagia dek asal lo bahagia. Gue rela dek. Titip salam buat Ibu sama Ayah ya. Makasih ya dek buat segala kenangan yang lo buat dari kita kecil sampai kita gede gini. Selamat jalan ya dek. Gue sayang sama lo.”
Aku taruh foto kami di laci. Eh di laci ada sebuah buku.
Setelah aku mengambil, aku mengamati buku ini. Seperti buku agenda. Aku melihat isinya dan aku benar-benar tak nyangka setelah membaca isinya.
.....
Gadis P.O.V
Seminggu setelah kepergian Boy....
Hari ini aku ingin jogging. Badanku pegal-pegal karena selama seminggu, aku tiduran saja. Kulihat tempat duduk itu waktu aku dan Boy duduk berdua. Sehabis ini, aku ingin makan es krim.
Setelah aku beli es krim favorit aku dan Boy. Kenangan itu memang selalu ada. Tapi jangan jadikan kenangan itu kesedihan. Jadikan kenangan itu senyuman.
Tiba-tiba handphoneku berdering.
“Hallo Dis.”
“Hallo Bang. Ada apa?”
“Dis, lo bisa gak ke rumah?”
“Bisa bang. Kenapa?”
“Ada yang mau gue tunjukin.”
“Oke dehhh.”
Setelah aku sampai di rumah Boy setelah abang memberi alamat rumah mereka.
“Masuk Dis.”
“Iya bang.”
“Dis, gue mau nunjukkin ini ke lo.” kata abang sambil menunjukkan sebuah buku dengan mata sembabnya.
“Apa ini bang?”
“Coba lo baca halaman depannya.”
“CERITA HIDUP GUE.” kataku membaca dengan tertegun.
“Apaan nih bang?”
“Itu kumpulan foto dan ada catatannya juga nih.”
“Abang udah baca?”
“Udah seminggu yang lalu. Dan oh iya lo masih bertanya-tanya kan, kenapa seolah-olah lo udah kenal Boy lama tapi gak pernah nemu jawabannya. Gue udah tahu sebenernya, cuma biar buku itu yang jelasin lebih detail. Gue yakin setelah lo baca semuanya lo bakal nemuin jawabannya.” kata abang.
“Iya bang. Makasih ya.”
“Iya Dis. Sama-sama.”
“Aku balik ya.”
“Ya hati-hati.”
.....