“Berapa kali sudah ku katakan bahwa aku tidak tahu” ujar pemuda yang jauh lebih kecil sembari terbatuk parah akibat nyeri yang mendera di perutnya. Bahkan beberapa likuid amis berbau karat keluar dari mulutnya akibat hantaman tumpul yang ia terima. Tapi memangnya dia bisa apa?? Karena kini tubuhnya tengah terikat di sebuah kursi dengan kaki, tangan, hingga seluruh tubuh diikat dengan tali erat hingga bak menyatu dengan kursi kayu tersebut.
Ini semua diawali dari kedatangan gerombolan pemuda yang si tuan rumah tahu betul bahwa mereka siapa. Sean –adik Semi- awalnya menyambut tanpa bicara apapun. Hanya menatap mereka datar kemudian membuka pintu lebar lebar tanpa perlu dititah karena lelaki yang jauh lebih muda itu tentu saja tahu mengenai kedatangan mereka. Seluruh rumor yang ia dengar seh