Sedangkan yang dikhawatirkan kini tengah menyantap sarapan sederhananya dengan wajah suntuk yang benar benar terlihat lelah. Jika diingat ingat, yang ia lakukan setelah ‘menitipkan’ pria yang menolongnya kala itu, Semi langsung bergegas untuk mencari pedagang terdekat yang mau menukar jubah miliknya untuk kepingan uang yang tentu saja akan ia butuhkan selama masa pelarian diri ini. Mengingat salah satu pedangnya sudah diberikan kepada si penolong –sebagai jaga jaga jika si gadis bernama belakang Maximilan ini tewas dan tidak sempat membalas budi, pria itu bisa menjual pedang miliknya dengan harga yang mahal. Setidaknya bisa mengubah hidup pria itu menjadi tak perlu berpikir besoknya akan akan apa-, jadi Semi memang hanya bisa menjual jubahnya saja. Karena tidak mungkin dalam kondisi nyawan