Sebulan kemudian...
Fia bangun pagi dan menyiapkan baju untuk jav dan dirinya kerja,clarin senang perubahan fia yang mulai peduli dengan jav,juga jav yang selalu mengantar fia ke kantor. Walau mereka belum banyak bicara tapi sikap mereka yang diam diam peduli itu wajib di apresiasi.
Setelah makan jav akan mengantar fia ke kantor,dikantor fia sudah disiapkan dengan laporan dan berkas yang perlu ia periksa. Carlo menemukan pelaku tabrak lari pada kasus rico,carlo menangkapnya dan mengintrogasi alasannya mencelakai rico. Awalnya pelaku tidak ingin mengaku namun dengan ancaman carlo,pelaku mengaku jika dirinya disuruh oleh nale. Carlo tidak kaget karena sudah mencurigai nale dari awal. Carlo melepaskan pelaku dan memberikan uang . sekarang carlo bingung untuk melaporkannya ke noe.
Amadia merasa mual dan lemas hingga membuat nale cemas dan tidak berangkat kerja. Nale meminta amadia kedokter namun amadia menolaknya,nale meminta amadia untuk istirahat dan tidak memikirkan hal tidak penting. Amadia meminta ke nale untuk membantunya bertemu dengan lazaro,nale menolaknya namun amadia terus memohon tapi nale membiarkannya.
Fia dan jav ada meeting bersama sore ini,rio dan bibin sudah bertemu untuk menyiapkan bahan meeting,hingga jav dan fia datang. Dimulai dari fia yang mempresentasikan hasil investasi jav,rio mencatat semua yang fia presentasikan. Selanjutnya rio yang mempresentasikan ide untuk pengembangan bisnis mereka dibidang interior ruangan. Fia menyetujuinya tanpa ragu,jav tersenyum melihat kesimpulan fia. Setelah itu mereka pulang berempat dalam 1 mobil.
Di mobil fia sibuk memeriksa berkas di Noe Grup membuat jav risih dan kasian dengan fia. Jav pun meminta berkas yang belum diperiksa pada bibin,bibin memberikannya. Fia menariknya namun ditahan jav,fia tidak ingin jav membantunya namun jav ngotot untuk membantunya mereka tarik menarik hingga fia mengalah dan membiarkan jav membantunya. Bibin dan rio menahan tawa mereka melihat aksi konyol dibelakang mereka.
Bibin : susah kalau keduanya sama sama keras kepala (bisiknya)
Rio : bener.. tapi berakhir fia yang mengalah
Jav : ehmm
Rio : sepertinya kita ketauan rumpiin mereka
Bibin menahan tawanya sambl menganggukan kepala.
Carlo datang kerumah lazaro dan bertemu dengan noe,mereka melanjutkan pembicaraan diruangan lazaro.
Fia,jav,rio dan bibin sampai dirumah,fia melihat mobil carlo dan menanyakan keberadaan carlo pada maid. jav masuk kekamar untuk berganti pakaian,fia masuk keruang lazaro dan mendengarkan percakapan noe dan carlo.
Fia : sepertinya ada sesuatu yang akan carlo sampaikan sampai dia harus datang kemari,pasti itu penting (mencoba mendengarkan dengan baik)
Carlo melaporkan jika rico celaka atas rencana nale,nale sengaja membuat pertemuan mendadak karena dia telah menyiapkan rencana untuk mencelakakan rico. Noe diam dan tidak kaget karna noe sudah menduganya,
Noe : sangat sulit untuk mengelabui ku nale (batinnya)
fia shock mendengar kabar itu.
Fia : jadi semuanya terjadi karena laki laki itu? (suaranya bergetar dan air matanya jatuh)
Noe melihat fia dibelakang dan memanggilnya,fia mendatangi carlo dan memintanya menjelaskan semuanya.
Noe : cucuku kemarilah..
Fia mendekat ke mereka
Fia : apa yang kamu katakan tadi itu benar carlo?? Kamu tidak berbohong?
Carlo diam menunggu perintah noe,fia sekarang tau jika noe sudah lama mengetahui ini,fia marah karna noe tidak memberitaunya bahkan tentang penyelidikan ini.
Fia : diam mu adalah sebuah jawaban carlo..
Fia menatap noe
Fia : kakek sudah mengetahuinya?? Tapi kakek tidak memberitaukan apapun ke fia,kenapa kek? Bahkan kakek melakukan penyelidikan tanpa fia tau?
Fia : fia berhak tau siapa yang berani dan tega mencelakakan kakak fia kek,kenapa semuanya serba tertutup seperti ini? (teriaknya)
Noe berusaha menenangkan fia namun fia tidak bisa mengontrol emosinya.
Noe : kakek punya alasan nak,terlebih semua beban ada dikamu kakek ga mungkin menambahnya selagi informasi masih samar.. kakek hanya meminta sedikit kesabaran mu
Fia : kalau aja fia ga mencuri denger informasi ini apa kakek akan beritau?? Ngga kan?
Noe : kakek akan memberitau diwaktu yang tepat
Fia : tapi ketepatan versi kakek itu ga selalu tepat kek!!
Jav mendengar keributan diruangan lazaro dan menghampirinya,
fia ingin bertemu dengan nale dan membalaskan semua perbuatannya namun ditahan oleh jav,
fia : cuukup!! Semuanya sudah melebihi batas dan dia harus membyarnya sekarang!!
Jav : tidak ada yang harus dibayar untuk saat ini fia.. tenangkan dirimu dan berfikir bayaran apa yang pantas untuk nya
Fia : jangan menghalangi ku jav,aku udah sangat sabar menahan amarah karena sikap dan perbuatannya tapi tidak untuk sekarang,karena dia sudah mencelakakan kakak ku!! Aku ga akan membiarkannya
Jav menahannya, namun fia meminta jav melepaskannya namun jav tidak mendengarnya
Fia mencoba berontak namun jav memeluknya dan memintanya untuk tenang. Fia menangis karna menyesalkan dirinya yang memberikan izin rico untuk pergi,fia menangis karna tidak seharusnya rico menjadi korban kejahatan nale.
Fia ditidurkan dikamarnya,jav mengambil obat yang bibin berikan. Fia menjadi melamun dan terus menangis,fia sama sekali tidak makan. Bibin mengkhawatirkan fia yang kambuh dan mengharapkan rico segara sadar untuk menemani fia. Jav ke kamar dan membawakan makanan untuk fia,fia tetap tidak makan yang akhirnya jav menyuapinya setelah itu jav merangkulnya dan menidurkannya didalam peluknya. Jav memikirkan bagaimana rico menghadapi fia saat lepas kendali,jav menatap wajah sendu fia dan mengharapkan jika semua akan kembali baik dan nale akan mendapatkan balasannya.
Jari rico bergerak serta pergerakan dimata,namun tidak ada yang mengetahuinya.
Paginya fia bangun dan melhat dirinya berada dipelukan jav,fia ingin menjauh namun teringat kejadian malam,fia kembali mencengkram selimutnya namun melepaskannya ketika ingin jav memperlakukannya baik seperti rico. Dirinya kembali tidur. Jav terbangun dan melihat dirinya masih memeluk fia,ia langsung melepaskan pelukannya perlahan.
Nale stres karna amadia terus meminta dirinya mempertemukan dengan lazaro,nale tidak ingin mengemis dengan fia. Amadia memaksanya dan memintanya untuk berhenti menjahati fia,agar amadia bisa bertemu dengan lazaro. Tidak lama amadia kembali muntah,membuat nale semakin frustasi.
Clarin sedang menggantikan baju rico,tidak lama clarin melihat jari rico bergerak dan terdengar suara kecil dari rico. Clarin keluar dan memberitau noe,fredo,jav,rio yang berada diruang keluarga. Fia yang sudah bangun lalu turun kebawah untuk melihat kondisi rico. Mereka melihat pergerakan mata dan jari rico yang mencengkram selimut,fia memegang tangan rico dan optimis jika rico akan segera sadar. Tidak lama rico sadarkan diri,rico melihat fia menggenggam tangannya,menangis dan memanggil namanya. Rico menatapnya cukup lama
Rico : maaf …
Fia : ga ada yang salah kak,jadi jangan minta maaf
Rico melepas tangan fia
Rico : maaf kamu siapa?
Fia dan lainnya menjadi terkejut melihat respon rico,hati fia hancur ketika rico menanyakan siapa dirinya. Rico melepaskan genggaman fia dan menanyakan keberadaannya,fia menjadi diam dan linglung,jav menghampiri fia. Diran datang dan meminta semua keluar dari ruangan.
Nale merasa curiga dengan sifat amadia yang sering muntah dan lemas,nale mencoba membelikan testpect ke amadia dan menyuruhnya memakainya,amadia menatap nale dengan tidak percaya. Akhirnya amadia mencoba menggunakan testpect. Nale tersenyum karena ini bisa menjadi alat untuk memperdaya fia.
Diran memeriksa rico,diran menanyakan dirinya ke rico namun rico tidak menjawab. Fia terduduk lemas dan melamun,noe mendatanginya berusaha menenangkannya. Fia memeluk noe sambil menangis,fia menantikan rico sadar namun rico tidak mengenalnya. Diran melihat kesedihan fia,fia menghapus air matanya dan menanyakan keadaan rico. Dengan berat hati diran menyampaikan jika rico mengalami amnesia karena kecelakaan itu menyentuh bagian syaraf memori,noe dan fia sangat kaget mendengarnya. Clarin menanyakan kesembuhan ingatan rico,namun diran tidak menjawabnya dan mendukungnya untuk terus mendampingi rico apapun yang terjadi.