Rico melihat disebelahnya terbaring lazaro,rico merasa kasian dan mendoakannya kesembuhannya. Rico merasa hal berbeda saat berasa didekat lazaro.
Fia melihatnya dijendela,air matanya terus keluar melihat rico dan lazaro. Rico melihat fia dan tersenyum kearahnya,fia berusaha menahan tangisnya dan tersenyum lalu pergi. Fredo masuk keruang rico dan menjenguknya,rico menanyakan keberadaannya,
Fredo : rico..
Rico : maaf?
Fredo : sepertinya kita harus berkenalan lagi,saya fredo ayahnya jav kamu panggil aja saya papa
Rico : kenapa harus papa?
Fredo : perlahan akan saya jelaskan,setidaknya kamu tidak bingung dalam memanggil saya okay?
Rico : iya paa.. (terbata)
Rico : em jika saya boleh tau ,dimana sekarang saya berada?
Fredo : kamu tidak mengingat apapun? Dan rumah ini?
Rico menggelengkan kepalanya
Fredo : ini rumah kamu dan keluarga kamu,setelah kamu membaik kita akan mengelilingi rumah ini dan kamu akan temukan jawabannya
fredo menjawabnya yang membuat rico bingung.
Amadia terdiam saat melihat hasilnya,nale menyurh amadia keluar dan memperlihatkan hasilnya. Amadia takut nale akan melakukan hal jahat lagi. Nale memaksa masuk ke kamar mandi dan melihat hasilnya. Nale bahagia dengan hasilnya,amadia memohon untuk tidak menjadikan alat menjahati fia dan lazaro.
Nale : amadia memang selalu bisa diandalkan dalam situasi terdesak sekalipun .. (batinnya dengan senyuman licik yang mengembang)
Noe masih terduduk bengong,ini menyakitkan jika rico tidak mengingatnya. Rio memberikan air namun noe tidak menyentuhnya. Fia ke kamar rico,melihat semua frame masa kecil dan dewasa yang dipajang rico. Fia ingat bagaimana dia membangunkan rico,menyiapkan bajunya. Fia mengambil baju dilemari dan memeluknya,jav melihatnya dari jauh dan berfikir ini terlalu berat untuk fia. Jav mendekat ,fia menghapus air matanya,suasana kembali hening. Hingga fia membuka obrolan.
Fia : kak rico akan menempati kamar ini kembali aku akan mempersiapkannya,
Saat fia mengambil frame untuk dipindahkan,jav menahannya
Jav : biarkan framenya disana… biarkan rico melihat semuanya agar ia tidak asing di rumahnya sendiri
Fia menuruti jav dengan membiarkan frame terletak disana. Fia lalu pergi meninggalkan jav sendiri disana.
Paginya diran datang dan memeriksa kondisi rico,mereka semua menunggu diruang makan. Diran datang dengan membawa rico,diran menyatakan rico mulai membaik dan bisa keluar dari ruang perawatan walau memakai kursi roda. Rico menyapa mereka semua dengan canggung,diran membawa rico kesisi fia dan jav. diran memperkenalkan mereka satu persatu ke rico,saat diran mengenalkan noe kakeknya,rico menyapanya dan memanggilnya. Begitu juga saat diran mengenalkan fia sebagai adiknya,rico bingung dirinya mempunyai adik yang begitu cantik.
Rico : jadi perempuan kmarin yang menggenggam tangan saya adalah adik saya sendiri? (batinnya)
Fia berusaha menahan tangisnya dan tersenyum ke rico. Rico mempertanyakan pria yang bersamanya diruang perawatan. Diran menjawab jika itu ayahnya,rico kaget ternyata ayahnya terbaring lemah dan menceritakan perasaannya saat didekat lazaro.
Rico : pantas saya merasa sesuatu yang berbeda saat melihatnya.. ternyata tuan itu adalah dady saya ?
Diran mengangguk
Diran : setelah ini kamu bisa membantu mereka untuk berdoa dan merawat om zaro
Rico lanjut menanyakan keberadaan ibunya
Rico : jika itu adalah dady saya ,lalu dimana mama saya ?
Diran terdiam,noe dan fia terkejut dengan pertanyaan rico.
Fia : bagaimana aku bisa menjelaskan tentang mama? Dari mana aku memulainya? Memulai dengan kenyataan jika mama sudah tiada 8 tahun yang lalu (batinnya)
Air mata fia jatuh kembali.
Hari ini nale akan memberikan hasil testpect ke fia agar menjadi jalan dirinya bisa menemui lazaro.
Jav mengantar fia seperti biasanya,jav merasa keadaan fia tidak baik dan memutuskan untuk ikut keruangan fia. Sepanjang hari fia hanya melamun di ruangannya,jav meminta rio mengantar berkasnya ke Noe Grup. Fia terngiang pertanyaan rico tentang ibunya,hatinya sakit saat mengingat ibunya tiada.
Nale ingin masuk keruangan fia namun dihalang oleh fredy,nale terus memaksa hingga jav keluar dan memintanya untuk kembali keruangannya. Nale mengingatkan status jav,jav merasa tidak peduli karena sekarang dia harus melindungi fia.
Fia mendengar suara nale yang ribut,ingatan fia tentang kejadian rico membuat fia menjadi hilang kendali. Fia keluar dan menampar nale,frendy dan jav terkejut.
Nale : beraninya kamu menampar saya ? (teriaknya)
Fia : mengapa saya harus takut dengan pembunuh seperti anda ??
Semua terkejut dengan ucapan nale
Nale : jaga ucapan kamu nona muda fia,jangan menuduh tanpa bukti dan menghancurkan reputasi saya dikantor
Fia : apa yang saya ucapkan itu benar tuan nale (dengan menekankan perkataannya)
Fia : biar saya beritau,karena anda (menunjuk nale dengan suara yang lantang)
Fia : anda adalah penyebab tuan muda rico celaka! Anda menyuruh kakak saya untuk meeting dan menjalankan rencana busuk anda dengan menabrakan mobil ke arah tuan muda rico dengan sengajaa sampai koma dan sekarang amnesia itu semuanya karena anda!!
Nale terdiam : bagaimana fia bisa mengtahui semuanya? (batinnya)
Fia : saya mengatakan kebanaran karena ada bukti yang saya dapat ,anda tidak bisa mengelaknya tuan nale !!
Fia membawanya ke tembok dan menamparnya berulang kali,nale menahan tangan fia
Nale : cukup tangan cantic anda menampar saya!!! (teriaknya)
Nale : bagus jika anda sudah mendapatkan balasannya! Itu baru awal penderitaan kamu nona muda fia,dan saya pastikan penderitaan kamu selanjutnya akan segera datang (bisiknya)
Fia mendorong nale dan ingin memukulnya namun jav menahannya,
Fia : lepaskan jav lepaskan !! (teriaknya)
fia terus berontak namun jav menahannya dan meminta frendy membawa keluar nale. Fia kesal karena jav menahannya,
fia : kenapa kamu membiarkan aku melepas laki laki pembunuh seperti dia kenapa?? (teriaknya)
jav : kemarahan mu tidak beralasan dikantor fia,saya mohon kendalikan
fia : ga ada alasan untuk apa yang sudah dia perbuat dengan kakak saya!
fia lalu pergi keruangannya.
Rico duduk disamping lazaro menatapnya dengan sendu,noe melihatnya dan menemuinya. Rico lalu menanyakan kembali keberadaan ibunya,noe terdiam. Clarin ingin memberitau rico tentang ibunya yang tiada,fredo menahannya karena itu bukan haknya. Dan menunggu fia atau noe yang memberitaunya.
Jav terus meliihat fia yang berdiam diri,jav meminta karza dan fredny menunda meeting fia dengann client. Fia kemudian perg,jav menahannya lalu fia mengungkapkan jika dirinya ingin pulang.
Nale menelpon anak buahnya namun tidak ada jawabannya yang membuatnya yakin jika dirinya sudah ketauan atas kecelakaan rico. Nale menjadi gagal mengungkapkan kehamilan amadia ke fia.
Dirumah,rico bersama noe membicarakan masa kecilnya. Rico tertawa mendengarnya,noe kembali bahagia mengenang masa lalu cucunya. Fia melihat tawa rico dan menyesali karena selama ini rico terbebani mengurusnya. Rico melihat fia dan mengajaknya mengobrol bersama noe. Mereka terkumpul diruang keluarga,mendengarkan kisah fia dan rico kecil. Fia terus melihat rico,maid membawakan buah untuk rico. Fia mengambilnya dan menyuapi rico,rico menatapnya lalu memakannya dan mengucapkan terima kasih dan memuji adiknya. Rico juga menyentuh kepala fia yang membuat fia menjadi sedih ,fia merindukan sentuhan kakaknya selama sebulan lebih.
Amadia mengurung diri dikamar krna nale tidak mempertemukan dirinya dengan lzaro,nale dibuat pusing memilih antara menyetujui permintaan amadia atau memberikan hasil testpect ke fia. Tapi itu akan berakibar amadia akan dipersulit bertemu dengan lazaro.
Besoknya ,Rico memandangi foto keluarganya yang besar di dinding,rico semakin bertanya tentang keberadaan ibunya. Clarin memanggil rico dan menyuruhnya untuk istirahat,rico memegang tangan clarin dan memanggilnya mama,clarin terkejut dengan panggilan rico kepadanya. Rico bertanya tentang keberadaan ibunya,clarin diam karna sepakat dengan fredo untuk tidak membahas apapun. Fia bekerja dari rumah sementara jav pergi menemui client nya. Noe memantau perkembangann perusahaan seperti biasanya. Ditangan fia ,Noe Grup terus berkembang juga dengan ide nya fia,Noe Grup membuat inovasi tentang produk terbarunya. Noe menyesalkan kenapa lazaro menyiakan fia dari dulu dan mendengar perkataan amadia.
Clarin menemui fia diruang kerjanya,clarin menceritakan tentang rico yang terus menanyakan keberadaan ibunya. Fia terdiam dan sedih dirinya belum siap mengatakan jika mereka kehilangann ibunya. Clarin ingin pergi namun ditahan oleh fia,fia mencoba menanyakan apakah dia memberitau kematian ibunya atau tidak,clarin diam karna fia mulai terbuka dengannya.
Clarin : nak alangkah lebih baik jika kamu memberitau rico secepatnya agar ia tidak menebak atau berfikir yang bukan bukan tentang keberadaan mama kalian
Fia diam dan menghembuskan napasnya
Fia : fia belum siap ma.. menceritakan apa yang terjadi dengan mama ke kak rico itu sangat menyedihkan apalagi ini tentang kehilangan seorang ibu. Fia ga sanggup jika harus mengingatnya lagi ma
Clarin : mama tau.. mama akan menemani fia nanti,apapun reaksi rico nanti setidaknya dia akan paham dan mengerti jika drinya sudah ditinggalkan ibunya,agar rico secara perlahan bisa mengenali identitasnya sendiri dari kdua orang tuanya nak.. dan mama yakin fia bisa menjelaskannya
Mereka beradu tatapan. Clarin memeluk fia sebagai bentuk dukungan.
Fia : makasi maa..