"SAH" ucap seluruh tamu dan saksi di pernikahanku bersama mas indra, beberapa menit yang lalu mas indra mengucapkan akad dengan penghulu yang di walikan oleh ayahku, namaku aisyah ashifa usiaku di saat menikah 25 tahun dan suamiku mas indra 28 tahun jarak usia kami tidak terlalu jauh, kami berkenalan karna saat itu suamiku menjadi customer di perusahaanku dan kebetulan beberapa kali saat itu aku yang menangani beliau dan dari itulah kami menjalin sebuah ikatan sampai akhirnya kami menikah.
" alhamdulillah akhirnya kita menikah juga dek" ucap mas indra setelah berdoa dan mengecup keningku aku hanya mengangguk seraya tersenyum melihatnya " setelah ini kita akan menempati rumah impian kamu dek, setelah acara resepsi apa kamu siap kita langsung pindah atau kita harus menginap di rumah orang tuamu dulu ?"
"adek nurut sama mas saja maunya bagaimana" ya aku memang selalu menurut apapun perkataan suamiku itu karna sekarang aku sudah menjadi tanggung jawabnya dan mas indrapun tersenyum mendengarkan jawabanku.
setelah akad, resepsipun mulai berlangsung meriah karna dari pihak mas indra menginginkan acara yang besar karna mas indra sendiri putra tunggal di keluarganya dan seorang pewaris perusahaan furniture di kotaku tinggal saat ini.
" dek,mau istiraha dulu di belakang atau bagaimana ? mas lihat kamu kecapekan dan mukamu sedikit pucat."
"iya mas capek sekali rasanya seperti kehilangan kaki" jawabku seraya tersenyum kearahnya.
ya 5 ganti gaun saat resepsi dan berdiri menjadi raja dan ratu sehari membuatku dan mas indra kecapekan, bahkan aku pun sampai melepaskan sepatu high helsku dan itu membuat aku terlihat lebih pendek dari sebelumnya, ya maklum saja tinggiku tidak sampai 165cm dan badanku juga cukup kecil ketimbang mas indra yang tingginya sampai 182cm dengan badan yang proposional membuatku cukup dibilang mungil jika bersanding dengannya.
"alhamdulillah resepsinya selsai juga ya mas, kita jadi pulang ke rumah kita atau ke rumah orang tuaku mas ?" tanyaku sesaat setelah resepsi
"kita tidur di hotel sini saja ya dek, kerluarga kita juga tidur di sini kok" jawab mas indra
"ya sudah mas, adek juga capek sekali rasanya kaki ini mau lepas mas"
" mau mas gendong ke kamar kita dek ?"tanya mas indra membuatku malu sebab kita sedang istirahat di meja dengan dikelilingi semua keluarga kita.
"udah ndra kalian sana naik ke kamar kalian kasihan aisyah kecapekan itu" jawab ayah mertua, ya resepsi hari ini benar benar membuatku capek banyak tamu dari keluarga mas indra yang rata rata dari kalangal saja.
"mas, adek bersih bersih dulu ya" ujarku kepada mas indra sesampainya di kamar hotel ini
" mau mas temenin gak ?" ucap mas indra seraya mengerlingkan matanya, tapi tidakku jawab malah langsung berjalan dengan cepat ke kamar mandi dan tidak lupa langsung membawa ganti baju sebuah piyama panjang.
setelah mandi dan mengganti pakaian aku keluar dan melihan mas indra sudah terlelap di atas ranjang hotel kami, entah kenapa melihatnya terlelap kecapekan membuatku suka melihat wajah tampannya hidung mancung dan mata lentik itu benar benar membuatku tanpa sadar menyentuh wajahnya,
ya wajah yang terlelap itu membuatku ingin terus memandangnya "mau sampai kapan di liatin sambil di sentuh sentuh dek ?" ujar mas indra membuatku kaget dan reflek menjauh darinya tapk dengan cepat tangan mas indra menarik tubuhku dan membuatku jatoh di samping badan,
" mas mandi dulu sana bebersih badan setelah itu kita sholat isya berjamaah tadi kan belum sholat isya setelah sholat nanti kita lansung istirahat tidur" ucapku
" yakin langsung tidur ?" jawab mas indra seraya menjawil hidungku tanpa sadar aku tersipu malu mungkin wajahku sudah memerah seperti kepiting rebus
" iy... iyalah mas habis sholat kita istirahat tidur saja bukannya mas tadi sudah terlelap ya waktu adek sedang mandi ?" jawabku terbata karna wajah kami terlalu dekat
"yakin langsung tidur ? gak mau belai belai wajah mas lagi ?" goda mas indra langsung saja aku beranjak dari ranjang dan menyuruhnya langsung mandi, lama kelamaan kalau meladeni mas indra bisa bisa makin merah mukaku di buatnya karna malu.
" ya sudah mas mandi dulu setelah itu kita sholat berjamaah ya" ucap mas indra seraya mengedipkan sebelah matanya, ya Allah ini suami baru sehari bener bener membuatku berdebar hahaha apa ini namanya yang di sebut bumbu bumbu awal pernikahan yang penuh dengan debaran.