Setelah mandi dan mengganti pakaian aku keluar dan melihan mas indra sudah terlelap di atas ranjang hotel kami, entah kenapa melihatnya terlelap kecapekan membuatku suka melihat wajah tampannya hidung mancung dan mata lentik itu benar benar membuatku tanpa sadar menyentuh wajahnya, ya wajah yang terlelap itu membuatku ingin terus memandangnya
"mau sampai kapan di liatin sambil di sentuh sentuh dek ?" ujar mas indra membuatku kaget dan reflek menjauh darinya tapk dengan cepat tangan mas indra menarik tubuhku dan membuatku jatoh di samping badan,
" mas mandi dulu sana bebersih badan setelah itu kita sholat isya berjamaah tadi kan belum sholat isya setelah sholat nanti kita lansung istirahat tidur" ucapku
" yakin langsung tidur ?" jawab mas indra seraya menjawil hidungku tanpa sadar aku tersipu malu mungkin wajahku sudah memerah seperti kepiting rebus
" iy... iyalah mas habis sholat kita istirahat tidur saja bukannya mas tadi sudah terlelap ya waktu adek sedang mandi ?" jawabku terbata karna wajah kami terlalu dekat
"yakin langsung tidur ? gak mau belai belai wajah mas lagi ?" goda mas indra langsung saja aku beranjak dari ranjang dan menyuruhnya langsung mandi, lama kelamaan kalau meladeni mas indra bisa bisa makin merah mukaku di buatnya karna malu.
" ya sudah mas mandi dulu setelah itu kita sholat berjamaah ya" ucap mas indra seraya mengedipkan sebelah matanya, ya Allah ini suami baru sehari bener bener membuatku berdebar hahaha apa ini namanya yang di sebut bumbu bumbu awal pernikahan yang penuh dengan debaran.
Akhirnya mas indra selsai mandi juga lumayan lama untuk laki laki mandi lebih dari 15 menit sedangkan aku saja paling lama 10 menit kecuali keramas dan luluran bisa sampai 30 menit sendiri di kamar mandi, maka dari itu sewaktu kerja bangun
"sudah wudhu dek ?" tanya mas indra tanpa sadar aku terus melihatnya yang hanya pakai handuk dan memperlihatkan perut roti sobeknya hahah ya Allah pemandangan ini akan aku liat setiap harinya haha bisa bikin awet muda soalnya kan bahagia terus liat roti sobeknya,
"eheeemm sudah ngeliatinnya dek, bisa di pegang kok dek kalau mau" goda mas indra saat melihatku haha ya Allah ya Allah bisa gawat ini kalau ketahuan terkesima ngeliat kegantengan suami sendiri haha
" ihhhh kepedean banget sih mas siapa juga yang ngeliatin orang adek cuman ngeliatin aja daripada mubazir hahah, sudah adek mau wudhu dulu mas tunggu sebentar ya sajadah dan sarungnya sudah adek siapkan" selaku sebelum mas indra menggoda lagi sambil lari ke kamar mandi
" hahahahhahaha dasar kamu ini dek" ucap mas indra yang masih bisa ku dengar.
akhirnya kamipun menjalankan sholat isya berjamaah setelah kami berdoa kepada Allah SWT akhirnyapun selsai dan tidak lupa aku menyalamai tangannya dan mas indrapun mencium keningku, setelah itupun aku melipat mukena dan sajadahku dan mas indra.
Ahhhh akhirnya ranjang yang daritadi kurinduhkanpun akhirnya bisa ku tiduri hehe maklum aja seharian capek menjadi raja dan ratu sehari banyak sekali tamu dari pihak keluarga mas indra, tidak di sadari akhirnya mas indrapun mengikutiku ke atas ranjang dan tidur di sampingku, entah dimana guling yang tadi kutaruh di tengah sekarang hilang, mungkin mas indra yang memindahkannya.
"capek dek ? istirahatlah kalau kamu capek" ujar mas indra sambil melihatku dengan posisi menyamping ke arahku
"hemmm iya mas" jawabku sambil mata terpejam benar-benar capek dan akhirnyapun terlelap
Entah berapa lama aku tertidur dan terbangun karna merasakan ada yang menciumi kening dan pipiku, dengan terpaksa aku buka mataku dan begitu kaget ternyata wajah mas indra dekat sekali dengan wajahku, hembusan hangat nafasnya benar benar dekat dengan wajahku.
"maaf dek, mas membuatmu bangun" ucap mas indra tanpa menjauh sedikitpun dariku dengan tangannya yang mengelus rambutku, mata hitam dan bulu mata yang panjang itu terus menatapku,
"kenapa belum tidur mas ? apa gak capek karna seharian ini kita berdiri di acaa resepsi ?" jawabku gugup karna benar benar di buat deg deg an oleh mas indra sambil melihat jam ternyata baru satu jam aku terlelap "mas ?? kenapa ngeliatin adek seperti itu ?"tanyaku kembali karna pertanyaan tadi tidak di jawan oleh mas indra.