Entah berapa lama aku tertidur dan terbangun karna merasakan ada yang menciumi kening dan pipiku, dengan terpaksa aku buka mataku dan begitu kaget ternyata wajah mas indra dekat sekali dengan wajahku, hembusan hangat nafasnya benar benar dekat dengan wajahku.
"maaf dek, mas membuatmu bangun" ucap mas indra tanpa menjauh sedikitpun dariku dengan tangannya yang mengelus rambutku, mata hitam dan bulu mata yang panjang itu terus menatapku,
"kenapa belum tidur mas ? apa gak capek karna seharian ini kita berdiri di acaa resepsi ?" jawabku gugup karna benar benar di buat deg deg an oleh mas indra sambil melihat jam ternyata baru satu jam aku terlelap
"mas ?? kenapa ngeliatin adek seperti itu ?"tanyaku kembali karna pertanyaan tadi tidak di jawan oleh mas indra.
" mas ?" ketiga kalinya aku bertanya tapi mata hitam itu masih tidak menjawab pertanyaanku dan masih tetap melihatku tanpa menggeser tubuhnya sama sekali.
" dek, boleh mas cium bibirmu ?" mas indra bertanya tapi belum sempat ku jawab sudah nyosor duluan, ciuman yang semulanya lembut berubah menjadi lebih menuntut lama kelamaan nafas ini makin sesak butuh asupan oksigen ya Allah ini si mas kerasukan apa sih gak berhenti berhenti sampai akhirnya aku pukul pundaknya.
"mas... mas.. berhenti dulu adek gak bisa nafas ya Allah mas" si mas malah nyengir
" haha maaf ya sayang mas kalap bibirmu manis sih, boleh mas lanjut ?" ujar mas indra
" he elehhh mas mas tadi juga belum ada ja ... " kan kan belum di jawab udah mulai nyosor duluan.
ya lama kelamaan makin intens entah kapan baju piyamaku terlepas, mas indra benar benar membuatkan lemas mulai dari leher hingga kedua p***daraku tidak lepas dari ciumannya, sampai pada akhirnya dia meminta ijin sebelum memasuki daerah intimku
" mas ijin ya dek sebelumnya kita berdoa dulu ya semoga mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholeha, aamiin"
"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.” Artinya: “Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami,” (HR Bukhari).
" pelan pelan ya mas" ujarku kepada mas indra dan mas indra mengangguk. ya pertama memang sakitnya luar biasa tapi karna mas indra melakukannya dengan pelan lama kelamaan dari rasa sakit itu berubah dengan rasa nikmat.
Entah berapa kali kami semalam melakukan hubungan yang halal itu baru sebentar terlelap kini aku terbangun karna alarm di handphone berbunyi, ya sekarang sudah jam 4 subuh dan sebentar lagi adzan subuh pasti berkumandang, setelah mematikan alarm itu ku lihatin laki laki yang telah menghalalkanku itu terlelap, ya kami masih di atas ranjang dan masih di selimuti oleh bedcover hotel ini.
ku coba bangunkan mas indra agar segera mandi untuk sholat subuh berjamaah tapi sebelumnya lebih baik aku dulu yang bangun dan membersihkan diri, dengan perlahan aku lepaskan tangan mas indra yang masih setia memeluk perutku ini, bukannya di lepaskan malah mas indra mengeratkan pelukannya
"mau kemana dek ?" ucapnya sambil memelukku sambil bicara di ceruk leherku, ya mas indra benar benar bikin aku merinding kembali hembusan nafas di ceruk leher ini benar benar membuat sensasi yang berbeda,
"adek mau mandi du... lu..." belum sempat aku lanjutkan mas indra sudah mencium kembali dan melakukan aktifitas yang halal ini.
"mas sudah yok kita mandi setelah itu sholat sebenta lagi mau jam 5 mam nanti waktunya keburu habis" ucapku pada mas inda setelah dia meminta haknya kembali.
"iya dek ayo kita mandi setelah itu sholat subuh, terima kasih ya dek" jawab mas indra setelah itu mencium keningku cukup lama,
setelah itu lebih baik aku cepat cepat saja langsung ke kamar mandi daripada harus bergelung kembali dan malah terlambat sholat subuh, tapi baru saja bangun mulai berjalan masyaAllah sakit sekali pinggang dan bagian intimku itu, karna melihat aku diam di tempat dan sedikit meringin karna menahan sakit akhirnya mas indra malah membopongku untuk kekamar mandi.
"mas, kenapa aku di gendong begini udah adek mandi dulu turuin adek."
"udah adek diem aja mas gak tega liat kamu meringis seperti tadi, maafin mas ya jika mas gak bisa berhenti menyentuhmu." ucap mas indra yang lagi lagi membuatku malu dan mungkin wajahku pasti sudah memerah, akhirnya aku sembunyi di ceruk leher mas indra.
"dek sudah ayo kita mandi kamu jangan membangkitkan mas lagi dengan bernafas di ceruk leher mas seperti itu."
waduhh gawat ini bisa bisa gak sholat padahal aku kan gak ada niatan buat membangunkan singa tidur itu lagi ahhahah.
"udah adek mandi dulu ya mas, mas tunggu sebentar ya adek bisa kok mandi kilat." bukannya menunggu mas indra malah ikut masuk ke kamar mandi.
"mas mandi bareng kamu ya dek biar waktunya gak habis" ucap mas indra
"tapi mandi beneran ya mas gak boleh minta lagi nanti keburu habis.
ya akhirnya kita mandi bersama setalah bebersih kami pun melakukan sholat wajib dua rokaat ini, setelah sholat mas indra mengajakku membaca Al-Qur'an. ya mas indra selalu menjaga sholat dan mengajinya beliau tidak pernah absen untuk mengaji katanya sholat itu yang akan merubah kita menjadi lebih baik, aku sudah selsai membaca Al- Qur'an tapi mas indra masih belum juga karna semalam benar benar kurang tidur akhirnya akupun tertidur di pangkuan mas indra, suara lantunan ayat suci Al-Quran mas indra yang merdu benar benar membuatku tertidur.
Entah berapa lama aku tertidur di pangkuan mas indra tapi aku terbangun di atas ranjang kami, mukenaku pun sudah terlepas.