. "ahhh aku lupa bukannya kamu gak kemana mana kan sayang 2 bulan yang lalu atau selama setahun ini kamu kan hanya di bandung kan mas" tanyaku ke mas indra
"iya dek, mas gak kemana mana kan kamu selalu tau mas kemana dan dimana aja"jawab mas indra sambil tersenyum
"nahhh jadi kamu di singapura atau di korea melakukan dengan siapa mba??" tanyaku ke najwa yang aku lihat mukanya memucat bahkan kedua orang tuanya diam saja daritadi dan hanya menyimak obrolan kami.
"sama mas indra lah kan aku bilang sama mas indra" jawab ngotot si najwa
dasar udah tau kebohongnya terbongkar masih aja ngotot.
"iya tapi dimana orang kamu aja jawabnya plinplan banget" jawabku tak kalah ngotot
"kamu gak usah ngarang cerita deh mba, aku percaya suamiku gak mungkin melakukan itu dengan wanita lain sebelum menikah. kamu jangan mengada ngada ya mba, saya bisa menuntut kamu dengan pencemaran nama baik" ancamku dan bisa aku lihat wajahnya yang mulai pucat pasi.
"begini nak aisyah coba tanyakan pada nak indra kenapa memaksa najwa anak kami dan mengambil kesuciannya" jawab bu ratih ibunta najwa sedangkan sang ayah hanya diam dengan wajah memerah menaha malu.
"apanya yang mau ditanyakan lagi, sudah jelas penjelasannya tadi kan sedangkan anakmu jawabannya tidak jelas bukan ? pertama jawab di singapura ke dua di jawab di korea padahal indra selama setahun ini tidak kemana mana dan hanua ada di kota ini saja." jawab papa mertua menahan amarahnya sedangkan mama hanya diam saja dengan wajah kecewanya.
"kamu kalau tidak mau jujur dengan orang tuamu akan aku panggil semua laki laki yang pernah tidue denganmu, barangkali salah satu dari mereka mau mengakui anakmu" jawab dingin mas indra, membuat muka najwa semakin pucat mungkin orang tuanya tidak tau seberapa liarnya dia di luar sana.
"apa maksud kamu indra ?" pertanyaan kompak antara mama mertua dan kedua orangtuanya najwa. ya mungkin memang benar orang tuanya tidak tahu menahu kelakukan anaknya di luar sana seperti apa.
"coba tanyakan sendiri kemana anakmu" jawab papa cepat.
"kamu kalau tidak mau tanggung jawab terhadap anak saya lebih baik kamu bilang kepada kami jangan malah menuduh anak kami yang tidak tidak" jawab pak warto ayahnya najwa
"kamu mau jawab menjelaskan kepada orang tuamu sendiri atau aku kirim beberapa video ini kepada orang tuamu najwa" ucap mas indra kembali
lahh buset ini masih nyimpen video si najwa buat apa ? mas jangan bilang kalau kamu menyimpannya untuk koleksi.
"tenang mas baru aja minta sama radit mas gak mungkin menyimpan video seperti itu di hp mas" ucap mas inda kepadaku mungkin dia tau apa yang aku pikirkan hahaha, aku hanya menggangguk saja untuk jawaban dari perkataan mas indra.
"ayo mah pah kita pergi saja, biarkan mas indra tidak mau bertanggung jawab dengan kehamilanku dia sendiri yang akan menyesal telah membuang darah dagingnya" ucap najwa kepada orang tuanya sambil melirik sinis ke arahku, di kiranya aku bakalan ikhlas menerima doa sebagai adik maduku hahahha tentu tidak wahaiii perempuan, terkecuali mas indra mau melepaskanku tapi itu tidak mungkin karna mas indra sangat mencintaiku hahahhaha
"jangan begitu najwa lalu biaya kehamilan sampai persalinan kamu bagaimana terus anak kamu nanti kalau sudah besar bagaimana ? kau kira semua itu gak butuh uang ?" ucap ibunya najwa, wah wah wah padahal anaknya hamil dan belum jelas siapa bapaknya tapi orang tuanya malah sibuk mikirin uang.
"najwa bisa kerja, mama dan papa tidak perlu pusing mikirin uang" jawab najwa,
"iya kerja tapi kerja jual diri hufhh, ya Allah ya Allah jangan julid ya hati" ucapku dalam hati sambil beristigfar
"terserah kamu saja yang jelas jangan pernah merepotkan kami" ucap ayahnya najwa, bisa aku lihat sorot kebencian dari mata najwa saat melihat kami, apalagi melihat kearahku.
ya akhirnya mereka pergi tanpa berpamitan pada kami aku melihat wajah mama yang kecewa entah kecewa tidak jadi mendapat cucu dari najwa atau kecewa karna kebohongan najwa.
sebenarnya ada apa dengan mama ya, kenapa wajah mama sangat kecewa.
.
.
doakan ya pembaca novel, semoga novel saya lulus kontrak. Aamiin