"jangan terlalu benci mas karna cinta dan benci cuman di pisahkan sama kulit ari yang super tipis itu" jawabku sama mas indra tapi jangan sampai ya Allah.
"tolong jaga dan berkahi pernikahan kami ya Allah jangan sampai ada yang mau merusaknya, aamiin" ucapku dalam hati.
setelah mendengarkan penjelasan dari mas indra tadi akhirnya kami turun dan menuju ke ruang tamu untuk menemui mereka selain itu aku juga penasaran seperti apa najwa itu.
belum sempat sampai di ruang tau aku benar benar di kejutkan dengan perkataan najwa itu.
"najwa mau kok budhe jadi istri ke dua mas indra, yang penting mas indra tanggung jawab sama saya" ucap najwa
dan tanpa di komando aku langsung menarik mas indra agar cepat duduk di salah satu sofa tanganku tak pernag di lepas dari genggaman mas indra, mungkin takut bininta berbuat bar bar hahahha padahal untuk apa mengotori tangan demi wanita perusak rumah tangga orang.
"nah ini dia yang daritadi di tungguin apa gak punya sopan santun ya ada tamu datang apa lagi masih saudara tapi malah di tinggal ke kamar" ucap najwa
"ohhh maaf mba najwa buka maksud mau di tinggalin tapi ini tadi mas indra minta di pijitin sebentar, ya harap maklum ya mbak kemaren kami ada acara resespi pernikahan kami jadi mas indra sedikit capek belum lagi kami juga kurang tidur" jawabku yang langsung membuat muka najwa masam ya mungkin dia paham lah yah tohh dia juga sering melakukannya meskipun belum menikah.
"oh ya mba kenalin saya aisyah istri sahnya mas indra dan akan jadi istri satu satunya mas indra"jawabku lagi
"iya ini istri indra dan menantu kami satu satunya namanya aisyah" jawab papa mertua
ya tipe wanita modelan najwa ini emang harus di perjelas seharusnya dia malu meminta mas indra agar menjadikannya istri kedua.
mendengarkan jawaban papa mukanya langsung berubah merah antara marah atau malu tapi kalau dia mempunyai malu harusnya dia tidak meminta pada orang tua kami untuk menjadi istri ke dua.
"ohh ya tadi saya dengar tentang pertanggung jawaban emang siapa ya yang minta tanggung jawab dan siapa yang harus bertanggung jawab ?" tanyaku kepada mereka, aku melihat duduknya si najwa mulai gelisah dikiranya aku gak tau apa dia bicara seperti itu kepada mama mertua.
"saya yang meminta pertanggung jawaban mas indra karna mas indra telah menodai dan mengambil kesucian saya" jawab najwa dengan mimik sedih dan hampir menangis, ya jangan di kira aku gak terkejut tapi aku berusaha untuk tetap tenang.
"omong kosong apa ini najwa" seru mas indra marah, dengan cepat aku menenangkan suamiku itu agar tidak terpancing ucapan najwa karna aku yakin sekali ada sesuatu yang dia sembunyikan.
"mas tenang, adek percaya kok mas gak mungkin melakukan itu" ucapku agar mas indra sedikit tenang dan akhirnya mas indra mengangguk dan mulai sedikit tersenyum.
"memang apa buktinya kalau mas indra telah mengambil kesucian kamu mba ?" tanyaku tenang.
"aku hamil anak mas indra, ini bukti tespack dan hasil usg anak kami, aku hamil 8 minggu. setelah mas indra melakukan itu tepat 2 bulan yang lalu kami tidak pernah bertemu kembali." jawab najwa
aku melihat papa mertua yang mengepalkan tangan mungkin tidak menyangka anaknya melakukan itu semua dan mama aku lihat tidak ada perubahan apapun bahkan aku melihat wajahnya sedikit cerah, apa karna najwa hamil karna mama benar benar menginginkan seorang penerus dari mas indra ? meskipun itu adalah kebohongan karna aku yakin najwa hamil bukan hamil anak mas indra.
"dua bulan yang lalu ? bukannya 2 bulan yang lalu mas indra ada pekerjaan ke singapura ?" ucapku kembali, bukan aku meragukan mas indra bukan karna aku sangat yakin mas indra tidak mungkin seperti itu. tapi aku harus membongkar kebohongan najwa.
"iya waktu mas indra di singapura aku ikut mas indra ke sana untuk menemaninya dan di sana mas indra mengambil kesucianku." jawab najwa dengan cepat.
"bukan ke singapura deng tapi ke korea kan ya mas" tanyaku ke mas indra
"ke korea sayang waktu itu papa juga ikut kan memang kami ada perjalanan bisnis kesana" jawab mas indra
"iya kami melakukannya di korea" jawab najwa cepat
"jadi yang benar dimana mba ? dimana mas indra mengambil kesucianmu itu ?" tanyaku dingin ke arah najwa
"korea" jawab najwa
"yakin kamu mbak ?" tanyaku kembali
"yakin, waktu di korea mas indra mengambil kesucianku" jawab najwa.
aku melihat papa mertua yang tersenyum sinis dan wajah mama yang terlihat benar benar kecewa, ya gimana gak kecewa karna dua bulan yang lalu mas indra tidak kemana mana dan hanya di bandung saja hahahhaha, akhirnya kena jebakanku kan kamu najwa.
"ahhh aku lupa bukannya kamu gak kemana mana kan sayang 2 bulan yang lalu atau selama setahun ini kamu kan hanya di bandung kan mas" tanyaku ke mas indra
"iya dek, mas gak kemana mana kan kamu selalu tau mas kemana dan dimana aja"jawab mas indra sambil tersenyum
"nahhh jadi kamu di singapura atau di korea melakukan dengan siapa mba??" tanyaku ke najwa yang aku lihat mukanya memucat bahkan kedua orang tuanya diam saja daritadi dan hanya menyimak obrolan kami.
"sama mas indra lah kan aku bilang sama mas indra" jawab ngotot si najwa
dasar udah tau kebohongnya terbongkar masih aja ngotot.
enaknya di kasih pelajaran apa ya si najwa ini.
.
.
.
.
mohon maaf sampai bab 15 saya revisi ya, doakan semoga novel saya lulus kontrak. aamiin