"dek, kita tunda dulu pulang ke rumah kita ya ?" ucap mas indra yang langsung membuatku berhenti untuk memasukan pisang goreng ke penggorengan.
"kenapa mas ? bukannya semalem adek bilang lebih baik kita tinggal di rumah sendiri agar lebih mandiri " jawabku
"iya tadi mama bilang sama mas katanya lebih baik tinggal di sini saja karna biar ada temannya dan rumah lebih ramai lagi" jawab mas indra kepadaku
sebenarnya ada apa dengan mama ? beliau terlihat tidak menyukaiku tapi tetap menyuruh kami untuk tinggal di sini. belum lagi kalau papa dan mas indra kerja otomatis hanya kami yang di rumah.
sebenarnya apa yang mama rencanakan ?
sebaiknya aku menerima saja permintaan mas indra sekalian tetap waspada terhadap mama dan mencari tau apa yang di inginkan mama sebenarnya.
"baiklah mas kita tinggal di sini untuk sementara, padahal adek berharap kalau kita menempati rumah kita sendiri mas"
"apalagi jarak rumah kita ke rumah papa dan mama tidak terlalu jauh hanya sekitar 1 jam setengah saja. dan untuk apa sebelum menikah mas meminta adek buat mengurus dan memilih apa saja untuk rumah kita mas" jawabku beruntun kepada mas indra
"maafkan mas dek, mas tidak sampai hati menolak permintaan mama dek"
"ya terserah mas saja, adek nurut saja apa kata mas, karna sekarang adek sudah menjadi tanggung jawab mas jadi sudah kewajiban adek buat mengikuti kemana pun mas pergi" jawabku sendu.
apa boleh buat aku harus mengikuti kemanapun mas indra pergi, sebaiknya aku harus berhati hati karna mas indra memintaku untuk tingga di sini.
"untuk sementara saja ya dek setidaknya satu bulan saja kita tinggal di sini ya" ucap mas imdra kembali
"kalau gak bikin saja mas kita tetap tinggal di rumah kita lalu weekend kita tinggal di sini gimana daripada rumah kita kosong mas" jawabku memberi solusi kepada mas indra
"ya begitu juga boleh dek nanti biar mas yang menjelaskan kepada mama ya" jawab mas indra
" baiklah mas"
" ya sudah ayo kita kedepan mas mumpung pisang gorengnya masih hangat"
"ayo dek biar teh hangatnya mas yang bawa ya kamu bawa pisangnya aja"
cuuuupppp ..
mas indra mencium pipiku tiba tiba
" terima kasih ya dek sudah mau hidup bersamaku" ucap mas indra
"iya mas, adek juga terima kasih karna mas indra mau menerima adek beserta keluarga adek yag sederhana." jawabku kepada mas indra
akhirnya kami berkumpul dengan orang tua mas indra di ruang keluarga sambil berbincang bincang ringan dan perlu kalian tahu mama seperti tidak suka melihat mas indra terus saja menempel kepadaku dan terus menerus memujiku di depan mereka.
dari kemaren aku terus berfikir sebenarnya ada apa dengana mama. tapi aku tidak mau terlalu memikirkannya karna buatku yang penting mas indra baik kepadaku.
"ma, indra tadi sudah bicara sama aisyah tentang kami akan tinggal dimana. sebaiknya kami tetap tinggal di rumah kami karna sayang kalau rumah kami tinggalkan nanti kosong dan tidak terawat"
"sebagai gantinya setiap weekend kami akan menginap di sini ya ma"
ucap mas indra panjang lebar dan dari situ aku melihat raut wajah mama yang mulai mengeluarkan ketidaksukaannya karna permintaannya di tolak oleh anak semata wayangnya.
maaf mam bukan aku mau membuat mas indra pergi dari sisi mama tapi memang seharusnya setelah kami menikah kami tinggal di rumah kami sendiri. ucapku dalam hati
"ya memang seharusnya begitu kan ndra, untuk apa kamu tinggal di sini setelah menikah, sebaiknya kalian tinggal di rumah sendiri. apalagi kalian baru saja menikah papa mengerti kalau kalian pasti memerlukan waktu berdua"ucap papa
" tapi pa.. " jawab mama
" tapi apa lagi mam, harusnya mama mendukung keputusan mereka untuk tinggal sendiri dan mulai mandiri. sudah saatnya indra memulai kehidupan barunya. lagian untuk apa mama meminta indra tinggal di sini dia sudah mempunyai kehidupan baru ma" jawab panjang lebar papa
"baiklah ndra kalau itu keputusan kalian yang penting kalian masih sesekali tinggal di sini"jawab mama
" tapi mama boleh kan sesekali main ke rumah kalian aisyah" tanya mama
"tentu saja boleh ma, aisyah pasti suka mama mengunjuki kami" jawab mas indra aku hanya mengangguk saja
"ya sudah mari kita sarapan sekarang sudah jam 7 pagi" ucap papa
papa dan mas indra jalan lebih dahulu aku dan mama di belakang mengikuti mereka.
"jangan senang dulu kamu aisyah kemanapun kamu pergi aku akan selalu mengikuti kalian" ucap mama berbisik kepadaku