"maaf bu ada mba najwa sama orang tuanya di ruang tamu" kata bibi kepada mama mertua, siapa ya mba najwa itu kenapa muka mas indra mulai gak suka seperti ini.
kira kira siapa ya mba najwa ini, kenapa muka mas indra berbubah dingin seperti ini.
"suruh tunggu sebentat bi, kami masih makan malam, buatkan minuman hangat dan antarkan beberapa cemilan ya bi" jawab mama mertua
"habis ini temenin mas ke kamar ya dek pijitin punggung mas" ucap mas indra padahal baru mau bertanya siapa itu mba najwa tapi mas indra sudah bicara duluan
"iya nanti adek pijitin mas selsaikan makan dulu ya mas" jawabku pada mas indra niat hati mau nambah jadi gak bisa nambah melihat mas indra yang mulai kehilanga selera makannya tapi berusaha untuk menghabiskan makanan yang sudah aku ambilkan.
memangnya siapa sih yang datang kenapa mas indra dan orang tuanya berubah dingin seperti ini, sepertinya mama tau apa yang aku pikirkan akhirnya mama memberitahu kepadaku kalau mba nadja itu adalah anak dari sepupu jauhnya mas indra.
"najwa itu anak dari sepupu jauhnya mama nak, dia tinggal di kota sebelah. kemaren waktu kalian menikah mereka tidak datang mungkin mau mengucapkan selamat kepada kalian. nanti ikut ke depan seben" ucap mama belum sempat selsai mas indra sudah mulai memotong perkataan mama
"gak perlu kami capek ma, sampaikan salam kami saja kepada mereka. kasihan aisyah juga kurang istirahat" sela mas indra.
"kenapa mas ? adek gak apa apa kok kalau hanya sekedar menyapa dan berkenalan kan gak lama" ucapku dengan hati hati karna jujur saja baru kali ini aku melihat wajah dingin mas indra
"gak apa apa nak kalian istirahat di atas aja, bukannya tadi indra minta di pijitin kamu" kata papa yang langsung dapat helaan nafas lega dari mas indra, tapi tidak dengan mama sepertinya mama ingin kami ikut menyambut yang datang.
"iya pa" jawab ku pada papa mertua sebenarnya rasa penasaranku tinggi tapi kalau papa saja menyuruh secara tidak langsung apa boleh buat lebih baik nanti saja aku tanyakan sama mas indra sewaktu di kamar nanti.
akhirnya kami selsai juga makan malam, kami pamit ke kamar atas untuk istirahat karna mas indra tadi meminta di pijat.
"dek mau bawa buah buat camilan atau s**u hangat?" tanya mas indra sesaat kami hendak ke kamar.
"gak usah mas mungkin nanti mau buat s**u hangat aja sebelum tidur, mas mau adek buatin kopi atau teh ?" jawabku
"gak usah dek,mas gak terlalu suka kopi atau teh nanti minta s**u hangat saja" jawab mas indra tapi matanya melihat kearah yang lain reflek saja aku cubit tangannya
"dasar m***m"
"gak apa apa lagi m***m sama istri sendiri, kita sholat isya dulu dek setelah itu kita kekamar ya mumpung sudah adzan isya" ucap mas indra
akhirnya kamipun sholat isya hanya berdua karna mama dan papa mertua sedang di ruang tamu berbincang dengan tamu yang tadi lansung membuat mas indra berubah dingin. setelah selsai sholat aku ke dapur sebentar untuk membuat s**u hangat sekalian mau minta minyak tolak angin atau minyak aromaterapi untuk memijat mas indra nanti kepada bibi.
"biar bibi yang buatkan non" ucap bibi setelah melihatku membuat s**u hangat
"aisyah sendiri aja bi yang buat gak apa apa, kalau boleh aisyah minta minyak kayu putih ada bi ? buat mijitin mas indra" ucapku pada bibi
"ada non saya ambilkan dulu" jawab bibi, tak lama kemudian bibi datang membawa minyak kayu putih yang aku minta
"ini non minyak kayu putihnya"
"panggil aisyah aja bi jangan non atau panggil mba juga tidak apa apa" ucapku pada bibi karna aku tak terbiasa di panggil non
"baik mba aisyah" jawab bibi
"bi tamu di depan siapa?" belum sempat di jawab bibi tapi mas indra sudah datang dan langsung mengajakku ke kamar
"sudah dek? kalau sudah ayo ke kamar istirahat biar susunya mas yang bawa ya" ucap mas indra, ya kalau sudah begini lebih baik aku diam saja
"semoga mba najwa tidak ada niat buruk datang kemari ya Allah, kasihan den indra dan istrinya" lirih bibi yang masih bisa aku dengar.
.
.
.
.
.
.
mohon maaf beberapa bab masih saya revisi ya, semoga para pembaca makin menyukai cerita saya.