Mengingat bahwa dulu ada kejadian lucu saat aku dan Risky pertama kali bertemu, aku jadi bernostalgia lagi dan tidak lupa bagaimana perjuangan Risky ke Jakarta hanya untuk bertemu denganku dan hanya untuk menyatakan perasaannya padaku. Padahal sebenarnya dia bisa saja menyatakan perasaannya lewat pesan singkat atau telepon atau bahkan video call, tapi Risky tetap memilih untuk datang menemuiku, lalu memastikan perihal perasaannya, setelah itu benar-benar menyatakan perasaannya padaku.
Tentu saja kami jadi bertemu hari sabtu itu, mama mengijinkanku dan mengganti jadwalnya untuk bertemu di hari itu juga di sore hari. Mama mengambil ijin pulang cepat dan kami pun bertemu di salah satu restoran. Sore itu mama tidak terlalu terlihat terkesan dengan Risky, malah mama cenderung tidak menyukai Ri