Tapi pada saat aku menghembuskan nafasku perlahan dan saat aku menatap mata Risky, aku malah berpikir tentang hal yang jahil. Aku terpikirkan untuk menjahili Risky. Mungkin setelah itu aku akan mengambil peranku sebagai support system ketika Risky membutuhkanku. Maafkan aku Risky. Tapi kamu sering sekali menjahili aku, sekarang waktunya aku yang menjahili kamu. Kita lihat bagaimana reaksi Risky.
Aku ingin sekali menjahili Risky karena aku jarang sekali bisa menjahilinya. Risky selalu tau maksudku untuk menjahilinya oleh karena itu tidak mudah bagiku untuk jahil padanya.
Jadi, karena aku ingin sekali menggoda dan menjahili Risky, aku pun pura-pura menimbang-nimbang tentang apakah aku menyesal atau tidak bertemu dengannya. Risky terlihat khawatir melihatku menimbang-nimbang padahal aku bi