******
setelah berperang dengan kostum yang kekurangan bahan ini gue segera turun ke lobby apartemen sesuai perintah kanjeng ratu, dari pada fasilitas gue di cabut secara gue masih setia jadi pengangguran di dunia ini.
nyokap pun yang mengancam gak ngira ngira, buset fasilitas pake di bawa segala, kalau fasilitas beneran di cabut fix gue udah jadi gelandangan.
setelah 5 menit menunggu akhirnya mereka datang dan gue langsung menuju mobil mereka,
'mama kok ngeliatin nya gitu banget ya?? aduh gue aneh banget ni pasti. ini semua berkat ide gila Kinara.. awas aja besok gue bales lo kinara dewi' maki gue dalam hati
*flashback on*
aku bingung cara gunain ini semua gimana gak ? aku gak pernah dandan aku pun segera menghubungi kinara buat bantuin membereskan ini semua
"halo apa lo nelpon gue udah habis duit gue bayar makaanan lo tadi siang jangan ajak ketemu lagi" kinara yang marah marah tak jelas di balik telopon
"ck apaan si lo marah marah aja kaya ibu ibu komplek tau gak lo"
"ngapa lo, mau minta bantuan apa lagi? "
"hehehehe tau aja nih upil kuda gue mau minta tolong"
"sebenernya lo mau minta tolong apa mau ngajak dance bibir?? "
aku mengeriyitkan kedua alis bingung atas perkataan upil kuda ini.
"wahahaha iya iya sorry deh gini, ke unit gue dong bantuin cara make ni gaun sama bantuin make up"
"bhahahaha omg ontaaaaa lo mau make gaun trus dandan?? lo udah putus asa yah nyari kerja jadi lo mau jadi ONS p****************g??? jangan lah bill Dosa loh"
"apaan sih lo upil udah deh cepetan kesini ntar gue cerita nyokap udah otw kesini" jawab ku kesel
"iya sih iya buset minta tolong kagak ada kalem kalem nya. 5 menit gue udah situ"
"oke"
panggilan pun aku tutup, oh iya emang aku sama kinara itu 1 apartemen cuma beda unit doang dan beda 1 lantai dari tempat ku
5menit kemudian kinara udah bener2 di apartemen aku dan langsung aku seret ke kamar. tak henti hentinya dia ngeledek dan ngetawain aku sambil dandanin aku dan beginilah sekarang
aku make baju kurang bahan di tambah make up tipis rambut terurai tapi ada aksen kepang dikit dan tak lupa pula denga highhells ini. menyusahkan sekali
*Flashback Off*
*****
"mamah kok ngeliatinnya gitu banget sih, jelek ya? kayak badut ya? aku ganti yah maa bentaran doang kok" aki udah mau berbalik tapi nyokap langsung menangkap tanganku
"gak kok sayang mamah liat kamu karna kamu cantik, cantik banget mama baru sadar ternyata anak mama udah tumbuh dewasa dan menjadi putri yang cantik" ucap mama dengan mata berkaca kaca
"mamah bikin aku nervous tau gak, aku malu mah kaya gini, pakain aku kurang bahan gini" aku mengerucutkan bibir dan membalas perkataan mama yang tidak peka dengan keharuan nyokap hehehhee
*****
setelah 20 menit melakukan perjalanan kami pun tiba di sebuah restoran besar di kota jakarta yang katanya adalah salah satu milik lelaki yang akan di jodohkan dengan ku, aku turun dari mobil dan menyusul nyokap dan bokap masuk ke restoran tersebut tidak lama pelayan restoran tersebut menghampiri kami
" pak Irawan? mari ikut saya, pak Haryanto sudah menunggu anda di ruang vip"
"baiklah" jawab bokap ku datar
kami berjalan menuju ruang VIP restoran ini dan melewati banyak pelanggan restoran entah akuu yang sok cantik atau emang aku beneran cantik rata mata menatap ku.
aku berasa jadi tersangka kejahatan diliatin banyak orang. dengan cuek dan wajah menunduk aku terus jalan melewati mereka hingga kami tiba di ruang VIP dan disana sudah ada 2 orang paruh baya dan 1 gadis manis yang menunggu kedatangan kami.
'kok cewek? apa bokap sama nyokap mau ngejodohin gue sama wanita itu?? astaga' mata gue mendadak terbelalak dan menggeleng kan kepala
"ada apa Nabila? kamu sakit kepala sayang? " kata nyokap setelah ngeliat aku geleng-geleng kepala
"gak kok mah, aku baik-baik aja" jawab ku dengan senyum yang di paksa
"mari jeng silahkan duduk" ucap ibu yang aku duga ibu dari orang yang akan di jodohkan dengan ku
"ini pasti Nabila yah? waah cantik sekali tidak salah saya memilih kamu untuk jadi pendamping anak saya" lanjutnya dan mataku otomatis melihan gandis cantik di samping beliau
"iya tante saya nabila" jawab ku dengan senyum yang ku buat se natural mungkin
"oh iya ini anak saya namanya Dewi adiknya Devan calon suami kamu" jawab ibu itu dengan senyum ramahnya
'oh ini adiknya sukur deh gue pikir gue di jodohin sama dia lalu dimana pria itu?? ' batin ku
"saya nabila" sambil menjulurkan tangan ku kepada Dewi umtuk berkenalan
"aku dewi mbak, salam kenal" jawabnya dengan ramah dan senyum nya yang manis
"aduh maaf yah jeng susi dan pak Irawan anak saya telat tiba2 ada operasi mendadak di rumah sakit dan dokter penggantinya sedang ke luar negeri melakukan study lanjutan, jadi anak saya cuma nanganin dirumah sakit sendirian"
"ya udahlah ny.haryanto gak masalah masih banyak juga waktu buat mereka bertemu ini kan memang hanya melakukan makan malam bersama jadi santai saja" jawab bokap
"benar sekali kita mengadakan acara makan malam ini agar kita semaKin dekat dan saling mengenal satu sama lain" balas pak haryanto
"mbak Nabila besok weekend ada waktu gak?? besok temenin dewi yuuk ke mall, dewi gak punya temen disini ngajak kak devan juga gak pernah mau " ucap dewi tiba-tiba sambil mengerucutkan bibir mungilnya
"wah iya nih itu bagus biar kalian berdua bisa lebih akrab dan merasa nyaman" jawab ibu nya dewi
"iya bill kamu temenin dewi yah sayang, kasian dia gak ada temennya " nyokap menambahkan
aku sedikit bingung dan berpikir atas ajakan dewi sama aku
"ya udah besok kabarin mbak aja yah dew " balasku dengan senyum
"oke mbak minta nomernya boleh? " jawabnya sambil menyodorkan hp nya ke aku
"boleh doong "
"makasih mbak " lanjutnya setelah mendapatkan nomerku
setelah itu kami makan dengan banyak perbincangan yang santai mulai dari masalah bisnis bokap dan ayahnya devan hingga kehidupan ku dan juga dewi. tidak ada pembahasan mengenai perjodohan yang membuat aku nyaman di acara makan malam kali ini.
******
09:00 PM
sekarang sudah menunjukan pukul 09 malam kami pun pamit untuk pulang karna sudah larut dan sampai kami beranjak pulang pun pria yang bernama devano itu pun tak terlihat.
akirnya setelah beberapa saat kamipun tiba di manssion kedua orang tua ku dan malam ini aku menginap di mansion ini karna nyokap kangen katanya. setelah tiba di rumah dan masuk kamar aku segera menghempaskan tubuhku tanpa mengganti gaun yang aku gunain tadia. rasanya lelah sekali.
******
keesokan harinya aku terbangun karna terganggu akan cahaya matahari pagi yang menembus jendela kamarku ini.
aku pun membuka mata perlahan dan ku arahkan pandanganku ke jam yang berada di dinding kamar tepat di atas jendela ku, ku lihat sudah menunjukan pukul 08 pagi.
'ya ampun lelah sekali sampai sampai tidur lupa mengganti gaun ini dan baru bangkit jam segini' batinku bermonolog sendiri.
akhirnya aku merenggangkan badan ku lalu turun dari ranjang dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh.
setelah selesai bersih-bersih segera aku menuju ruang ganti dan mengambil baju kaos kebesaran ku serta celana jeans atas lutut ku. biasalah pengangguran sejati jadi bisa santai-santai.
pada saat aku asik menyisir rambut ku dengar ponselku berbunyi segera ku ambl hpandphone ku yang berada di atas nakas ku lihat sejenak nomer yang menelpon ku.
'nomer baru, siapa yah? ' batinku
akupun menggeser tombol hijau yang ada di layar dan ku letakkan benda pipih tersebut di teingaku.
"halo mbak, ini aku dewi" ucapnya dengam antusias
"ohh iya hai dew, ini nomer kamu?? " jawabku
"iya mbak, emm mbak Nabila gak lupa janji kita kan? "
'astaga aku hampir saja melupakannya' batin ku sambil menepik jidat
"iya dew gak kok, mbak ingat. emang perginya mau jam berapa? balas ku berbohong
"mbak nabila bisa gak klo berangkatnya jam 11 gitu jadi bisa sekalian makan siang di mall aja"
"ya udah bisa kok mbak juga gak punya planning apa-apa selain jalan sama adik manis ini, hehehhehe"
"mbakk nabila bisa aja. ya udah ya mba aku tutup, sampai ketemu nanti mbak"
"iya sampai ketemu"
tut tut tut
*****
setelah mendengar suara telpon di tutup akupun segera turun ke ruang makan untuk sarapan yang sudah bisa aku pastikan hanya akan makan seorang diri.
dan benar saja semua orang sudah sarapan dan keluar rumah sejak tadi untuk olahraga di sekitaran kompleks.
setelah sarapan aku kembali ke kamar dan mengambil salah satu novel favorite ku dan membacanya dalam hening, tanpa sadar ternyata jam sudah menunjukan jam 10 pagi.
aku segera menuju lemari dan mencari pakaian yang nyaman ku gunakan hari ini untuk jalan mengelilingi mall, dan pilihan ku jatuh pada celana jeans serta baju kemeja cream ku.
setelah siap akupun langsung mengambil kunci mobil di atas nakas dan ku langkahkan kakiku menuruni anak tangga dan tepat di ruang tamu bokap dan nyokap sudah duduk bersantai layaknya anak remaja sedang berpacaran.
"udah mau jalan sama dewi, bill??? " tanya bokap
"iya pah, dewinya ngajak ketemuan di majuin supaya bisa makan di luar katanya" jawabku
"baiklah kamu hati-hati yah sayang"
"oke mom"
setelah itu aku pun menuju garasi dan membuka mobilku menyalakan mesin nya lalu melajukannya dengan kecepatan yang sedang.
*****
beberapa saat tiba di parkiran ku dengar handphone ku berbunyi ku lihat disana ada nama dewi segera ku geser dan menjawab panggilan itu.
'mbak aku udah di restoran xxx, mbak nabila langsung kesini aja yah? '
'baiklah, mbak judah di bassement kok'
'oke mbak'
lalu telpon pun kami akhiri, aku melangkahkan kaki menuju restoran tersebut yang berada di lantai dasar, dan ku cari sosok dewi di setiap meja pelanggan.
tak berapa lama aku menemukannya tetapi dia tidak sendirian
'kok dia duduk sama lelaki?? apa dia berniat menjadikan ku penonton mereka?? astaga bocah ini' batinku
*****
To be Contuniu guys...
thanks for reading
kiss jauh dari author