brak
"Akhhh, awwh sssst,,sakit"ringis Lea berdiri sambil membersihkan tanganya yang kotor karena terjatuh lebih tepatnya bertabrakan dengan seseorang,ebuat tubuh Lea terpental, dan terduduk di lantai lorong rumah sakit
"Punya mata"ujar seseorang membuat Lea mengangkat kepalanya,dan menatap laki laki tinggi di depanya dengan kepala mendongak,"oh ya ampun,pantesan aku terpental"ujar Lea menatap Laki laki di depannya dengan mulut menggerutu kesal.
Cetak
laki laki itu menyentil dahi Lea menggunakan Jarinya membuat Lea kembali meringis pelan sambil mengussap dahinya"Sttt,apa yang kamu lakukan,dasar jerapah"teriaknya dengan Suara cemprengnya,
laki laki itu menaikan kedua Alisnya mendengar Lea memanggilnya dengan sebutan jerapah,"Siapa yang kamu panggil jerapah?"Tanya nya dengan suara baritonya"tentu saja kamu,kamu tidak lihat tubuh kamu yang tinggi seperti jerapah ini,"jawab Lea menunjuk tubuh laki laki yang ada di depannya ini,
"lalu"jawab laki-laki itu singkat,"lalu,apa"jawab Lea mengerlingkan matanya kesal,"lalu kamu mau apa?"Tanya nya dengan suara mulai terdengar kesal,
"Saya,hmmm"Lea terlihat berfikir mendengar pertanyaan laki laki tinggi di depanya ini"Aku,hah aku mau menyentil kening kamu juga,"jawab Lea laki laki itu, tersenyum mengejek, memdengar Lea ingin menyentil dahinya,"dalam mimpi kamu"jawabnya setelah itu ia pergi meninggalkan Lea,yang tercengang mendengar jawab laki laki itu,
"Dasar jerapah menyebalkan"
Bug
sepatu yang di lempar Lea tempat mengenai kepala bagian belakang laki laki tinggi itu,"Astaga"ujar Lea kaget tidak menyangka jika lemparannya mengenai tepat sasaran,laki laki itu mengelus rambutnya yang terkena lemparan Lea,"Aku harus lari,"ujar Lea pelan, sebelum laki laki itu berbalik dengan langkah seribu Lea berlari sambil berteriak meminta Maaf
"Maafkan saya jerapah"teriak Lea berlari dengan sepatu yang hanya tinggal sebelah, laki-laki itu berbalik dan melihat Lea sudah Ada di ujung lorong, Laki-laki itu tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya,
saat akan berbalik dan melanjutkan langkah kakinya,tak sengaja kaki laki laki itu menginjak sepatu putih milik Lea yang di lempar Lea tadi"Dasar"Gumamnya pelan, laki laki itu berjalan kembali sambil menenteng sebelah sepatu milik Lea,
Lea berlari sampai pada sebuah ruangan yang sudah berkumpul beberapa Orang gadis yang memakai pakaian suster"Ngos Ngos" Lea Ngos Ngosan berdiri sambil memegang pundak bestinya, Tika"Lo kenapa Lea?"Tanya Tika kepada Lea,"huf huf gue, gue di kejar jerapah Tik"jawab Lea membuat Dahi Tika mengeryit heran,
"Aneh aneh Aja Lo Lea,Kita lagi di rumah Sakit Lewis gak di kebun binatang,kenapa bisa Lo di kejar sama jerapah Lea,"jawab Tika sambil memberikan Lea setoskop,Lea mengambil dan mengalungkan setoskop ke lehernya ,
"udah sini sini,aneh aneh aja Lo Lea,kita baru saja akan jadi suster magang di rumah sakit besar di negara kita, ini ingat jangan bikin masalah,"peringat Tika kepada Lea,Lea menganggukkan kepalanya sambil meneguk air mineral,
"rapikan rambut kamu sebentar lagi dokter sekaligus pemilik rumah sakit ini bakalan datang,dia akan memberikan kita sedikit pelajaran tentang dunia medis"ujar Tika kepada Lea,Lea menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Tika, bestinya,
"ok ok"jawab Lea merapikan rambutnya,
pintu ruang itu terbuka dan terlihat masuk seorang wanita cantik dengan tubuh tinggi semampai,
dia adalah Claudia Edmonia sekretaris sang pemilik rumah sakit ini sekaligus sepupu dari pemilik rumah sakit ini,
"perhatian semuanya, di harapan duduk dengan rapi,Dokter Gavin akan masuk dan memberikan sedikit ilmunya,"ujar Claudia,semua anak magang dengan cepat duduk dan menatap rambut mereka dengan rapi, mereka memasang wajah dengan senyum manis
siapa yang tidak kenal Gavin Alexsandro Lewi,dokter jenius yang terkenal dengan kepintaran dan kedermawananya,
"Tik aku penasaran sama dokter Gavin,"ujar Lea berbisik di telinga Tika"sabar entar juga lihat"jawab Tika,
"masuk pak"setiap Anak magang menatap pintu ruangan yang terbuka lebar dan masuk seorang pria tampan tinggi dengan memakai jas dokternya, membuat ketampananya semangkin bertambah
"pagi semua"ujarnya yang di jawab antusias oleh semua anak magang, kecuali Lea,Lea terdiam cengo melihat siapa dokter Gavin,"Di-Dia si jerapah"ujar Lea,menatap Gavin dengan tatapan gugup bercampur takut.
"Astaga aku baru saja bermasalah dengan Dokter sekaligus tempat aku magang,Lea sedikit menundukkan kepalanya lalu menutup sedikit wajahnya menggunakan tangannya,
"Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan?"ujar Lea masih menundukkan kepalanya,
"Lea Kamu kenapa sih?"ucap Tika sambil memegang bahu Lea membuat Lea terjingkak kaget,"ih, ngagetin aja sih kamu Tik"Jawab Lea Sambil mengelus dadanya,
"kamu itu yang apa-apaan fokus ke depan jangan bikin Ulah"jawab Tika mau tidak mau Lea kembali menatap ke depan tetapi Lea berusaha menyembunyikan wajahnya agar Gavin tidak melihat dirinya
tetapi tanpa Lea tahu sebenarnya Gavin sudah melihat Lea saat pertama kali Gavin masuk ke ruangan para anak magang yang akan magang di rumah sakit miliknya,
"Oh ternyata dia anak magang"Gumam Gavin melirik Lea dengan ujung matanya,
"Claudia tolong simpan sepatu ini"Ujar Gavin sedikit keras sambil mengangkat tinggi tinggi sepatu putih milik Lea,
mata Lea melotot melihat sepaut miliknya ada di tangan Gavin,"Astaga tamat Riwayat kamu Lea"gumam Lea pelan, kembali Lea menundukan kepalanya,
"sepatu siapa ini Pak?"Tanya Claudia sambil mengambil sepatu itu dengan wajah terlihat jijik,lalu meletakkannya di bawah meja,
"ini,ini sepatu anak tikus yang sedang menyusup"jawab Gavin sambil melirik Lea yang terlihat pani,
Lea menelan salivanya kasar,karena mendengar ucapan Gavin,"Tikus,dasar jerapah,di mengatai aku tikus"gerutu Lea dengan wajah kesal, Gavin tersenyum miring melihat Wajah kesal Lea bercampur cemas,
"Baiklah tolong perhatikan semuanya,Disni kalian akan magang di rumah sakit saya selama beberapa bulan,dan selama kalian magang di sini akan ada beberapa suster di rumah sakit ini akan memberikan pelajaran dasar pekerjaan seorang dokter bukah hanya itu kalian juga akan di pantai selam magang di sini,"ujar Gavin memberi penjelasan kepada Anak magang yang akan magang di rumah sakit miliknya,
"Ada yang ingin di tanyakan?"Tanya Claudia melihat para anak magang terlihat Diam sambil menatap Gavin,
"seperti mereka lebih tertarik dengan wajah kamu,dari pada penjelasan kamu Gav"bisik Claudia kepada Gavin,
Gavin menggelengkan kepalanya melihat anak anak magang di salah satu universitas ternama di kotanya ini diam sambil tersenyum centil kepadanya,
"Clau kamu yang bahas semua materi yang sudah saya rangkum ini,"ujar Gavin kepada Claudia, Claudia menganggukkan kepalanya, para Anak magang terlihat mendesah kecewa karena bukan Gavin sendiri yang menjelaskanya,
"aku keluar dulu"ujar Gavin kepada Claudia, Claudia, menganggukkan kepalanya, Gavin melangkah untuk keluar dari ruangan para anak magang itu tetapi saat sampai di ambang pintu Gavin menghentikan langkahnya,Tampan berbalik Gavin berucap,
"Azalea Lovania Anderson, ke ruangan saya, sekarang"ujar Gavin membuat tubuh Lea seketika lemas, memdengar ucapan Gavin,
"tamatlah riwayat kamu Lea"Gumam Lea sambil berdiri dari duduknya, sedangkan Tika bestie-nya menatap Lea yang berjalan mengikuti langkah Gavin,.