Lea berjalan gontai menuju ke ruangan Gavin sedangkan Gavin yang berada di depan Lea berjalan dengan santai dengan tangan yang berada di dalam saku aja dokternya sambil tersenyum miring,
"aku harus membuat alasan agar dokter jerapah ini mau memaafkan aku"Gumam Lea yang masih didengar oleh Gavin,
"dasar tikus kecil"Gumam hati Gavin mendengar celotehan Lea,
beberapa menit berjalan akhirnya Gavin sampai di ruangannya yang diikuti oleh Lea, Gavin, sengaja membiarkan pintu ruangannya terbuka Lea dengan langkah pelan-pelan memasuki ruangan kerja milik Gavin
"wow gila ternyata selera jerapah bagus juga"ujar Lea tanpa sadar membuat Gavin memelototi Lea,
"Eh eh,Maaf Pak Dokter"ujar Lea saat tersadar dari ucapannya,Lea menundukan kepalanya melihat mata tajam Gavin,
"Duduk"ujar Gavin,Gavin duduk di kursinya,sedangkanea duduk di kursi depan Gavin,
"Pak Say...
"kamu tahu Kenapa saya memanggil kamu ke sini?"tanya Gavin memotong ucapan Lea, Lea menganggukkan kepalanya,Lea yang masih tertunduk bercampur takut dan cemas,
"saya tahu Pak Dokter, Saya minta maaf saya hilaf"jawab Lea masih menundukkan kepalanya,
"yakin kamu hilaf"tanya Gavin kepada Lea Lagi Dan Lagi Lea menganggukkan kepalanya yang masih tertunduk
"Saya berjanji saya tidak akan melakukan hal itu lagi, saya mohon Maafkan saya pak dokter yang tampan"
"tampan? bukan kah Saya Dokter jerapah?"tanya Gavin kepada Lea dengan cepat Lea menggelengkan kepalanya,
"sekali lagi saya benar-benar minta maaf Pak tolong maafkan saya"
"Saya akan memaafkan kamu tapi dengan satu syarat" Jawab Gavin,Lea mengangkat kepalanya menatap Gavin dengan tatapan menyelidik
"Kenapa menatap Saya seperti itu ingin mengatai Saya jerapah lagi"ujar Gavin membuat Lea tersadar dengan tatapannya, dengan cepat Lea kembali menundukkan kepalanya.
"Maafkan saya pak Dokter ,maksud bapak dengan syarat-syarat apa ya pak Dokter?"tanya Lea kepada Gavin, Gavin menata Lea dengan tatapan tajam,
"gampang Saya hanya mau kamu membawakan saya sarapan setiap paginya"
"Apa?"jawab Lea berteriak keras sambil berdiri dari duduknya
Gavin sedikit tersentak kaget karena mendengar suara teriakan Lea
"Pak bagaimana bisa saya membawakan bapak sarapan sedangkan saya juga harus bekerja sebagai Anak Magang"jawab Lea dengan suara sedikit melengking,
"saya tidak peduli itu syarat yang harus kamu penuhi Jika kamu masih ingin bertahan magang di rumah sakit milik saya"jawab Gavin membuat Lea mendudukkan pantatnya di kursi ruangan Gavin sambil mendesah kesal,
"dasar Jerapah Arghhhh, Jika saja Aku tidak membutuhkan magang ini maka aku tidak akan mau mengikuti syarat jerapah ini"gerutu Lea sambil menatap Gavin dengan tatapan kesal,
"tidak usah menggerutui saya jawab saja persyaratan Saya itu mau atau tidak"jawab Gavin mulai fokus pada laptop miliknya.
Lea terdiam memikirkan jawaban dari syarat yang di ajukan oleh Gavin, Dokter jerapah yang membuat Lea kesal setengah mati,
"hm baiklah pak,saya akan membawa serapan untuk bapak dokter setiap harinya,"jawab Lea dengan setengah hati
"saya tunggu, jam 7 teng harus sudah ada serapan,karena saya akan sangat sibuk di pagi harinya,Oh ya satu lagi saya alergi udang,"jawab Gavin masih fokus dengan laptopnya tanpa melihat ke arah Lea,
"iya"jawab Lea,"ingin sekali aku menonjok wajah songong jerapahnya itu"gumam batin Lea,"jika ingin menonjok wajah saya silahkan tonjok saja"ujar Gavin membuat Lea kaget karena Gavin bisa membaca fikiranya,
"tidak Pak dokter "jawab Lea,"Apa dia cenayang kenapa dia bisa menebak isi fikiran ku"ujar Lea lagi
"saya bukan cenayang,tetapi wajah kamu itu sangat mewakili fikiran buruk kamu terhadap saya"jawab Gavin membuat Lea kaget,dengan Spontan Lea memegang wajahnya,
"maaf Pak dokter"jawab Lea kembali menundukan wajahnya, suasana kembali hening Gavin terlihat fokus dengan laptopnya sedangkan Lea fokus dengan pikiran buruknya tentang Gavin,
"ngapain lagi kamu di sini?"tanya Gavin tiba-tiba kepada Lea membuat Lamunan Lea Buyar,
"eh maaf pak,Saya permisi keluar pak"jawab Lea,Gavin menganggukkan kepalanya,
Lea berdiri dari duduknya lalu menundukkan kepalanya Lea mulai berjalan untuk keluar dari ruangan Gavin namun suara Bariton Gavin membuat langkah Lea kembali terhenti,
"Ingat besok jam 07.00 sudah harus ada sarapan milik saya, Jika kamu sampai terlambat maka kamu akan mendapatkan hukuman"ujar Gavin masih fokus dengan laptopnya,Dengan berat hati Lea menganggukkan kepalanya,
setelah itu Lea keluar dari ruangan Gavin,di luar ruangan Gavin Lea menumpahkan kekesalannya,
"Arghhhhhhhh, Aku ingin sekali mengacak-ngacak wajah songongnya itu dasar jerapah dasar songong" Aaaaaaaa"teriak Lea, berteriak kesal,sambil memukul-mukul angin,
"Kenapa kamu tidak acak acak saja wajah songong saya ini"ujar Gavin dari belakang Lea membuat Lea reflek berbalik,
mata Lea melotot melihat Gavin berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di dinding ruangan kerja miliknya,
"pak,Ma-Maaf apk,Maafkan saya"ujar Lea dengan wajah pucat,malu bercampur cemas,
"Apa memang kebiasaan kamu suka mengatai orang lain?"tanya Gavin kepada Lea,Lea menggelengkan kepalanya, Lea menundukkan kepalanya sambil memainkan jari jemarinya
"sudah sekarang kembali ke ruangan"ujar Gavin kepada,Lea,Lea menganggukkan kepalanya, sebelum pergi, setelah itu dengan cepat Lea berlari menjauh dari ruangan Gavin,
Lea merasa malu karena ketahuan menggerutu Gavin,Gavin kembali masuk ke ruangannya setelah kepergian Lea,
setelah mendapatkan wejangan dari Claudia asisten pribadi Gavin saat ini Lea dan Tika berada di taman rumah sakit Lewis,
"jadi yang kamu katakan jerapah tadi itu adalah dokter Gavin, Hahahah"Tika tertawa terbahak-bahak setelah mendengar cerita Lea,
"tidak lucu tidak usah tertawa kamu Tika"
"apa yang tidak lucu Lea bisa-bisanya kamu mengetahui dokter Gavin itu jerapah Iya dia memang tinggi tetapi wajahnya sangat tampan tidak mirip jerapah sama sekali"goda Tika membuat Lea menatap Bestinya itu dengan tatapan kesal
"ya Aku tidak tahu jika dia pemilik Rumah Sakit ini lagian kan aku juga tidak kepo siapa pemilik Rumah Sakit ini, di sih sangat tinggi kamu tahu aku melihatnya saja harus mendongakkan kepala sangking tingginya dia itu, itu kenapa aku memanggilnya jerapah"jawab Lea dengan santainya membuat Tika kembali terbahak geli mendengar panggilan Lea kepada dokter Gavin
"ya ya terserah kamu, tapi ingat Lea kamu jangan memanggil dokter Gavin dengan sebutan jerapah di depannya atau kamu akan kembali mendapatkan hukuman dari dokter Tampan itu"ujar Tika setelah berhenti tertawa,
"iya aku juga tahu,"
"tapi sampai kapan kamu membawakan Dia serapan pagi Lea?"tanya Tika kepada Lea, Lea kaget mendengar pertanyaan Tika karena Lea tidak menanyakan kepada Gavin sampai kapan dirinya harus membawakan sarapan untuk dokter Gavin,
"astaga aku lupa Tika,menanyakan hal itu kepada Dokter Gavin"jawab Lea menepuk dahinya,"Astaga Lea, besok pagi kamu tanyakan kepada Dokter Gavin,"jawab Tika yang di Angguki oleh Lea,
Tika dan Lea menyantap roti isi yang dibawa oleh Lea sebagai cemilan mereka istirahat,
karena hari ini mereka belum mulai bekerja sebagai anak magang,
kegiatan mereka besok baru dimulai dengan aktif.