tepat pada pukul 11.00 malam Gavin sampai di rumah kedua orang tuanya,"Assalamualaikum Bunda Gavin pulang"ujar Gavin memanggil sang ibu
"waalaikumsalam"jawab Bunda Adelia yang keluar dari ruang tv, Bunda Adelia pasti akan selalu menunggu putranya itu pulang dari rumah sakit karena Bunda Adelia tidak akan bisa tidur sebelum melihat putranya pulang dalam keadaan baik-baik saja
karena ada suatu kejadian yang membuat Bunda Adelia begitu trauma akan kehilangan anaknya,
"sini Duduk cerita sama Bunda Bagaimana apa dia cantik?"tanya Bunda Adelia sambil menarik lengan Gavin untuk duduk di sofa ruang tv
"iya dia sangat cantik tapi dia sangat ceroboh dan suka menggerutu Bund"jawab Gavin membuat Bunda Adelia tersenyum manis,
"Bunda tidak sabar"jawab Bunda Adelia membuat Gavin tersenyum lembut menatap Sang ibu,
"Ya sudah Bunda kembali ke kamar,Gavin juga ingin ke kamar dan istirahat karena besok Gavin memiliki beberapa operasi besar"ujar Gavin, Bunda Adelia tersenyum mendengar ucapan putranya,"iya selamat Malam putra Bunda"Jawab bunda Adelia,
Gavin tersenyum dan membalas ucapan selamat malam dari Bundanya,
Gavin masuk ke dalam kamarnya di lantai paling atas Gavin duduk di meja kerja yang memang bersebelahan dengan kamarnya
Gavin membuka salah satu laci meja kerjanya Gavin mengambil sebuah foto, foto itu adalah foto seorang gadis kecil yang rambutnya dikepang dua di dalam foto itu gadis tersebut tersenyum menunjukan
Gigi ompongnya, Gavin tersenyum manis, setelah menatap foto gadis kecil itu beberapa saat Gavin kembali meletakkan Foto itu ke dalam laci meja kerjanya,
Gavin berdiri dari duduknya masuk ke dalam kamarnya lalu membuka jas dan masuk ke dalam kamar mandi Gavin membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lelah,
berbeda lagi dengan Lea saat ini Lea dan Tika baru saja pulang dari pasar malam yang tidak jauh dari Rumah yang mereka sewa,selama mereka magang di rumah sakit Lewis
"perutku sangat kenyang sekali Tika rasanya aku ingin berbaring dan tidur"ujar Lea sambil meletakkan tasnya lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur
"bangun Leanbersihkan terlebih dulu Tubuh kamu Tubuh kamu berkeringat dan terpapar debu setelah mandi baru kamu boleh tidur,.Oh iya ingat setelah mandi langsung tidur karena besok kamu harus memasak sarapan untuk dokter Gavin, Ingat jangan sampai terlambat jika tidak ingin kembali dihukum oleh dokter Gavin"ujar Tika memperingati Lea, Lea menganggukkan kepalanya dengan malas-malas dia berdiri lalu masuk ke dalam kamar mandi
Lea dan Tika memang sangat dekat mereka sudah kenal sejak di bangku dasar sampai di masa kuliah pun mereka tetap berdua dan mengambil jurusan yang sama,
Tika dan Lea menyewa rumah yang cukup besar memiliki dua kamar tetapi karena Lea takut tidur sendiri dan takut kegelapan mau tidak mau Akhirnya Tika dan Lea tidur satu kamar,
Setelah membersihkan diri Lea langsung tidur karena besok dirinya harus bangun pagi dan membuat sarapan untuk dokter jerapahnya, yang super menyebalkan itu,
"semoga besok hariku penuh dengan kebahagiaan dan kegembiraan"ujar Lea sebelum menutup matanya,
pada pukul 05.00 pagi Tika membangunkan Lea agar membantunya membuat sarapan pagi,Lagian Lea juga akan membuat serapan untuk Gavin,"Lea bangun,ayok bangun Lea lihat ini sudah jam berapa kita harus datang cepat ke rumah sakit Karena hari ini pertama kali kita magang Lea"ujar Tika mengguncang tubuh Lea
"iya iya,dasar cerewet,"ujar Lea kepada Tika,dengan sempoyongan Lea berdiri masuk ke dalam kamar mandi lalu membersihkan wajahnya,
Lea dan Tika sudah mulai berkutak di dapur Tika membuatkan serapan untuk mereka berdua sedangkan Lea Membuat sarapan untuk Gavin dia selalu mengingat jika Gavin alergi terhadap yang namanya udang,
Lea dan Tika berasal dari keluarga yang lumayan berada, namun Lea dan Tika di tuntut untuk mandiri, walaupun mereka terlahir dari keluarga yang lumayan,
Lea anak bungsu dari dua bersaudara, walaupun anak bungsu Lea tetap di anjurkan Mandiri, seperti saat ini Kedua orang tuanya saat ini berada di Swiss,karena perusahaan papanya ada di sana,sang kakak yang membantu Papanya mengurus perusahaan mereka,
sedangkan Lea yang mengambil kuliah di negara asal mamanya,tinggal bersama Tika,
Tika juga memiliki orang tua yang lumayan,Mama dan Papanya memiliki restoran yang lumayan,Namun Tika yang memiliki sifat dewasa dan mandiri seperti Mamanya membuat Tika tidak suka menikmati harta kekayaan kedua orangtuanya meskipun Ia anak satu satunya,
"wow,niat banget buat serapan Dokter jerapahnya"goda Tika melihat serapan yang dibuat Lea sangat menggugah selera,
"dari pada nanti aku di marahin lagi"jawab Lea menutup tempat bekal yang akan di bawanya untuk Gavin,
"Kita mandi dulu baru serapan"ujar Tika,yang di Angguki oleh Lea,
setelah selesai serapan Lea sulit untuk bergerak karena Lea menghabiskan dua piring nasi goreng buatan Tika"uh aku kekenyangan Tika,"keluh Lea mengelus perutnya yang terasa sesak karena kekenyangan,Tika menggelengkan kepalanya melihat Lea yang masih bersender di kursi makan sederhana yang ada di rumah yang mereka sewa
"aku heran sama kamu Lea, walaupun makan kamu Banyak tapi badan kamu tetap langsing"ujar Tika,Lea tidak me jawab ucapan Tika,Lea mengelus perutnya yang masih terasa sesak,karena kekenyangan,
"sudah ayok,nanti kita telat lagi"ujar Tika kepada Lea,Lea menganggukkan kepalanya lalu berdiri mengambil tas dan berjalan mengikuti langkah kaki Tika,Mereka mengendarai motor metik yang di beli oleh Tika dan Lea menggunakan tabungan mereka
"pelan pelan Tika,perut aku kekenyangan,"ujar Lea kepada Tika,Tika menganggukan kepalanya,
Lea menyenderkan tubuhnya di belakang Tika,sambil memeluk pinggang Tika,"tidak aku ngantuk"ujar Lea dengan suara serak,"jangan macam macam Lea Kita lagi di atas motor,"jawab Tika takut Jika Lea beneran tidur dan itu akan berbahaya dengan keselamatan mereka,
"tapi aku lapar Tika"ujar Lea lagiea sebentar lagi Kuta sampai kamu bisa bikin kopi agar kantuka kamu hilang"jawab Tika yang di Angguki oleh Lea,Lea berusaha mempertahankan kesadarannya karena matanya benar benar sangat berat sekali,
"hoammmm"
"Lea,Lea"
"hmmm,"jawab Lea berdehem,Tika terus memanggil Lea agar Lea tidak ketiduran,
"Akhirnya sampai,"ujar Tika"Lea cepat anter serapan pak Gavin, kita kumpul di ruangan jam setengah sembilan,cepat lihat jamnya sudah hampir jam 7"ujar Tika kepada Lea,Lea menganggukkan kepalanya,lalu berjalan cepat menuju ruangan Gavin,
tok
tok
tok
"pak Gavin,ini saya Lea,saya mau mengantarkan Serapan bapak "ujar Lea sambil mengetuk pintu ruangan Gavin,namu tidak ada sahutan dari Gavin,
"maaf Mbak yang namanya Mbak Lea ya,"Tanya Seorang OB,"Iya pak"jawab Lea ramah,
"tapi Pak Gavin pesan Agar Mbak Lea masuk saja keruangan Pak Gavin karena saat ini Pak Gavin sedang ada operasi dadakan"jawab Si OB,membuat Lea bingung namun
Lea tetap menganggukan kepalanya ,"baiklah Pak, terimakasih atas infonya pak"jawab Lea,Lea membuka pintu ruang Gavin, lalu masuk ke dalam ruangan kerja Gavin dengan langkah sedikit ragu