Gavin berdiri sambil sedikit mendudukan kan tubuhnya di meja kerjanya,tanganya terlipat di dadanya menatap Lea yang tertidur sambil memeluk bekal yang di bawanya
"makan,aku mau makan ini"ujar Lea dalam tidurnya,Lea menggunakan kata makanan,membuat Gavin melilat bibirnya mendengar gumaman Lea,
"khem, khem"dua deheman Gavin belum membangunkan Lea,Lea masih asik dengan dunia mimpinya,
"khem khem,enak ya tidur paginya"ujar Gavin dengan suara sedikit keras,menyentak Lea dari mimpi indahnya,
"hoam,siapa sih yang gangguin tidur aku,ikh lagi asik makan ayam geprek mang Ujang pun"ujar Lea membuka matanya secara perlahan lahan,
"sudah tidurnya"
"Eh, maaf pak Maaf"jawab Lea sambil berdiri dengan cepat,
Lea merinding melihat tatapan mata tajam Gavin ke arahnya,"hehehe Maaf pak"ujar Lea lagi, Gavin tidak menjawab,Gavin berdiri dan duduk di kursi kerjanya,
"mana serapan saya?"tanya Gavin kepada Lea dengan cepat Lea duduk di kursi depan, gavin Lea meletakan kota bekal yang di bawahnya di meja kerja Gavin
"buka"ucap Gavin Lagi dengan cepat Lea membuka kotak bekal yang bertingkat tiga yang di bawanya,..
"apa saja yang kamu bawa itu kamu ingat bukan jika saya alergi terhadap udang"
"Iya Pak saya ingat, ini saya membawa roti lapis isi ikan tuna, dan isi roti lapis isi telur,saya juga membawa sop sayur-sayuran dan juga sedikit nasi Jika bapak tidak terbiasa sarapan yang berat bapak bisa sarapan roti isi ini"jelas Lea kepada Gavin,Gavin meminum Air mineral sebelum menikmati serapan buatan Lea
Lea menelan salivanya melihat Gavin mulai mengigit roti lapis ikan tuna buatannya,"Astaga kenapa aku merasa sangat gugup,huf seperti sedang kompetisi saja"ujar batin Lea menatap Gavin yang sedang mengunyah roti lapis nya
"bagaimana pak."Tanya Lea tidak sabaran,"lumayan"jawab Gavin membuat Lea mendesah lega,"Baiklah pak,nanti pulang saya akan ambil kotaknya,selamat menikmati serapan pak"ujar Lea sebelum keluar dari ruangan Gavin,Gavin hanya menganggukan kepalanya menjawab ucapan Lea,
Lea keluar dari ruangan Gavin dengan tersenyum bangga karena serapan buatanya sesuai dengan selera Gavin,
"Lea cepat ke sini"Panggil Tika saat melihat Lea baru saja keluar dari lift,
"ada Tika ini pada mau ke mana?"tanya Lea kepada Tika saat melihat para Anak magang keluar dari ruangan,
"kita disuruh untuk mengikuti mbak Claudia dan pak Gavin mengecek pasien yang ada di ruangan biasa"jawab Tika yang diangguki oleh Lea,
."Oke aku narok tas dulu ya"ucap Lea,Lea masuk ke dalam ruangan tempat mereka di beri arahan,Lea meletakan Tasya lalu kembali keluar dan ikut bergabung dengan teman teman magangnya,
"kita terlebih dahulu ke bawah karena Pak Gavin sedang sarapan"ujar Claudia kepada Lea dan teman-temannya,"Ok Mbak"
mereka semua turun ke bawah menuju ruangan pasien, Ruangan biasa,dimana di ruangan biasa ini ditempati oleh pasien pada kalangan bawah di ruangan ini di dalam suatu ruangan memiliki 3 Brankar yang dihuni oleh 3 pasien,
di rumah sakit Lewis ini memiliki 4 tingkatan ruangan, ruangan pertama terletak di lantai paling atas, ruang ini adalah adalah ruangan pasien paling besar lengkap dengan fasilitasnya atau di sebut Ruang VVIP,
ruangan pertama ini biasanya dihuni oleh orang-orang kaya miliarder,
setelah itu ada ruangan kedua di mana ruangan ini tidak kalah dengan ruangan tingkat pertama di ruangan VIP kedua ini biasanya dihuni oleh para-para pejabat dan orang kaya lainnya
di ruangan ketiga dan keempat terletak di lantai bawah di mana ruangan ini biasanya dihuni oleh kalangan bawah dan menengah selain itu biasanya Gavin juga memberikan beberapa fasilitas yang dibutuhkan oleh pasien yang berada di ruangan ketiga dan keempat
di lantai paling atas selain ada ruangan kerja milik Gavin Di sana juga ada beberapa kamar dengan fasilitas lengkap biasanya kamar itu Gavin gunakan untuk keperluan keluarga atau saudara, seperti saat Keluarga sakit atau terkena musibah lainya,
para Anak magang sudah berada di lantai bawah mereka sudah masuk di kamar-kamar pasien di ruangan ketiga,
jika di lantai atas keadaan lorong sepi dan sunyi serta tertata rapi maka di ruangan 3 ini suasana sudah mulai terdengar berisik suara teriakan dan suara tangisan dan suara jeritan menahan kesakitan, terdengar saling bersahutan.
"oh God,berisik sekali,"ujar salah satu teman Lea yang bernama Sarah,"iya bener berisik banget,kenapa gak ke lantai atas aja sih kita,"jawab teman Sarah yang bernama Andin,
"Oke semuanya sambil menunggu Dokter Gavin datang kalian boleh berkeliling tapi ingat hanya boleh di ruangan 3 untuk ruangan 4 kita akan melakukannya nanti, jika pun itu sempat"ujar Claudia yang di Angguki oleh mereka semua,
Lea dan Tika dan teman lainnya mulai berkeliling melihat para dokter dan suster bekerja merawat para pasien sedangkan Sarah dan Andien mereka juga berkeliling tetapi bukan di ruangan 3 mereka malah keluar dari ruangan 3 secara diam-diam
"Oh ya ampun kenapa berisik sekali sih orang-orang yang ada di sini"ujar Sarah duduk di salah satu bangku yang ada di luar ruangan 3
"Kenapa kita duduk di sini Nanti ketahuan Bu Claudia kita bisa dimarahi Sarah"ujaar Andien kepada Sarah Sarah memutar bola matanya malas mendengar ucapan sang teman
"pantai-pandai kita dong Andien Apa kamu mau di dalam mendengar teriakan dan tangisan orang-orang rendahan itu membuatku telinga ku sakit"jawab Sarah membuat Andien mengganggukan kepalanya
"benar juga apa yang kamu... Astaga Sarah itu Dokter Gavin Ayo kita kembali masuk sebelum dia melihat kita"ujar Anden sedikit panik,Andien menuju ke arah depan di Mana Gavin sedang berjalan ke arah ruangan 3
"Ayo cepat kita masuk kita harus bisa menarik perhatian Dokter Gavin"jawab Sarah dengan cepat berdiri lalu kembali masuk ke ruangan 3 bersama Andien, Sarah masuk ke salah satu ruangan tiga itu lalu membuka tirai dan terlihat salah seorang ibu-ibu sedang terbaring lemah tanpa ada yang menjaganya
Sarah yang melihat Gavin mulai mendekat ke arah mereka dengan cepat berpura membantu ibu itu"ibu ada yang bisa saya bantu?"tanya Sarah dengan suara super lembutnya dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibir
"sa ya mau Mi num"ujar ibu itu lemah,dengan cepat Sarah mengambil gelas dan mengisinya dengan air, lalu memberikannya kepada ibu itu,Sarah melirik dengan ujung matanya,Sarah melihat jika Gavin melewati dirinya dan Gavin sempat melihat ke arah Sarah Sarah tersenyum bahagia karena Gavin melihat dirinya sedang membantu salah seorang pasien
setelah Gavin melewati tempatnya Sarah meletakkan gelas tersebut dengan sedikit kasar menatap ibu-ibu itu dengan tatapan kesal"jika ingin minum ambil sendiri Jangan manja"ujar Sarah setelah itu pergi keluar bersama Adien ibu itu menggeleng mendengar ucapan, Sarah kepadanya
"dasar anak Zaman sekarang"gumam ibu itu lemah kembali, Ibu itu kembali merebahkan tubuhnya,