Dengan penuh perjuangan yang menyakitkan dan pengorbanan yang begitu luar biasa, akhirnya nasi yang berada di tangan Akmal perlahan mulai berkurang sampai akhirnya Habis tak tersisa. Rinto Sebenarnya dia ingin menolak setiap suapan yang hadir ke dalam mulutnya namun dia yang sedang menjadi tawanan tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa mengeluarkan air mata sebagai ungkapan ketidakberdayaannya.
"Kamu jangan terharu seperti itu, karena aku memang benar-benar orang baik yang kalian sakiti. buktinya aku tidak membiarkan kalian kelaparan, Padahal kalau aku mau aku bisa membiarkan kalian membusuk di tempat ini tidak mungkin ada orang yang akan mengetahui, soalnya ruangan ini sangat tertutup dengan keadaan yang sangat kedap udara. terus mobil kalian yang berada di depan rumah sudah aku singkirka