"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Rinto sambil menjauhkan kepala dari benda yang sudah sehari semalam menyiksanya. Dia sangat trauma oleh penyangga gigi yang sedang dipegang oleh Akmal Sanjaya.
"Aku akan membiarkanmu beristirahat dengan tenang, namun ketenangan itu tidak akan mudah kamu dapatkan kecuali dengan perjuangan yang sangat berat." jawab Akmal sambil mengulum senyum Dia memegang kembali kepala Rinto, lalu memaksa membuka bibirnya untuk memasukkan penyangga gigi ke dalam mulut.
Awalnya Rinto melawan, namun kekuatan bibir dengan kekuatan tangan sangat berbeda jauh, sampai akhirnya dengan mata yang berbinar dia merelakan mulutnya untuk dipasangkan penyangga gigi kembali, sehingga suara yang tadi terdengar kini hanya gumaman gumaman yang tidak jelas.
Penyiksaan Akmal tidak sampa