Malam ini Reihan mempersiapkan diri untuk masuk ke kediaman Afanas Adrik. Dia akan membawa Wicaksono keluar dari rumah itu. Reihan sudah berjanji dengan Afanas Adrik untuk tidak akan mengotori rumput di rumahnya dengan noda darah siapa pun.
“Aku ingin ikut!” Ucap Ajeng saat dia melihat Reihan mulai memasukkan semua barang yang dia perlukan ke dalam tas ransel yang akan dia bawa nanti.
“Tidak sekarang. Aku akan memberikannya kepadamu saat sudah keluar dari kediaman Afanas Adrik. Di sana terlalu berbahaya jika kamu ikut, Ajeng.”
“Aku bisa melindungi diriku di sana. Leonard sudah melatihku dengan cukup keras.”
“Tapi di sana berbeda dengan saat latihan. Kamu belum pernah benar-benar berhadapan dengan orang bersenjata selama ini.”
“Semua hal itu selalu ada yang pertama, Rei. Jadi, aku moho