Suara tembakan terdengar di mana-mana. Semua orang sedang mengarahkan moncong senjatanya kepada Reihan dan juga Ajeng. Reihan yang melihat Ajeng kewalahan pun langsung menarik tubuh kecil Ajeng untuk bersembunyi di balik dinding yang ada di dekat mereka. Reihan sudah menyangka akan begini jadinya jika Ajeng ikut bersamanya. Tapi dia pun tidak tega jika harus menolak permintaan Ajeng tadi.
“Dengarkan aku baik-baik. Jangan tinggalkan tempat ini! Aku akan masuk kedalam sana dan membawa Wicaksono keluar dari sini.”
“Tapi…”
“Jika kamu masih tetap seperti ini, kita berdua bisa mati di sini!” Potong Reihan cepat.
Ajeng pun akhirnya menganggukkan kepalanya. Dia akan menunggu Reihan di sini. Dengan cepat Reihan pun keluar dari balik dinding dan mengarahkan tembakannya kepada orang-orang yang sa