Semerbak angin menderu menggoyangkan dedaunan. Hawa dingin menyerap kulit dan membangunkan Maya dari tidurnya. Gadis itu membuka matanya, mendapati Alex yang masih terlelap.
Maya menatap ke arah Alex, dan membangunkan pacarnya itu dengan menepuk-nepuk kecil pipinya. "Lex, bangun Lex!" ujarnya.
Alex mulai membuka mata.
"Lex, kita harus mencari teman-teman sekarang!" ajak Maya.
Alex mengucek matanya perlahan. "Kamu sudah pulih kan? Atau masih sakit?" tanyanya pada Maya.
"Gue oke," jawab Maya. Kemudian ia berdiam, dan memandang ke arah langit. "Tapi, Lex. Kenapa langitnya masih gelap? Kenapa matahari nggak terlihat sama sekali?" Maya keheranan, matanya itu menyusuri keadaan sekitarnya yang masih gelap dan terdapat pula kabut-kabut yang lumayan tebal.
Alex pun ikut keheranan. "Bahkan si