Setelah pesta usai, Alena berjalan ke taman belakang untuk mencari udara segar. Disanalah Kevin muncul, dengan senyum tipis yang membuat hatinya bergetar.
Sebelum menghampiri Alena, Kevin memastikan tidak ada keluarga atau kerabat mereka.
Kevin tersenyum dan menyapa Alena "Hai Al".
Alena terkejut tiba-tiba Kevin muncul disebelahnya, ia takut kalau ada keluarga atau kerabatnya yang melihat mereka berdekatan.
"Kev, ngapain kamu disini?" tanya Alena
"Aku cuma ingin ngobrol bentar sama kamu Al" jawab Kevin
"Kevin, aku takut kalau ada yang lihat kita disini" ucap Alena gugup
"Tenang aja Al,mereka ada lagi asik ngobrol didalam" ucap Kevin dengan tenang.
"Kamu mau ngomong apa Vin?" tanya Alena.
Kevin dan Alena memulai percakapan singkat, penuh jeda canggung. Justru menegaskan ada sesuatu yang tak boleh tumbuh diantara mereka, tapi sudah mulai berakar.
"Kevin, aku masuk dulu ya takut keburu ada yang lihat kita disini. Kamu paham kan kondisi keluarga kita saat ini" ucap Alena
Kevin hanya mengangguk pasrah, ia paham ketakutan Alena saat itu dan ia juga paham akan perseteruan keluarga di masa lalu.
Tanpa mereka sadari, ibu Sari melihat mereka sedang bersama ditaman belakang. Ibu Sari melaporkan apa yang ia lihat ke orangtua Alena.
"Mbak, mas aku baru saja lihat Alena dan Kevin ngobrol berdua ditaman belakang" ucap Sari ke orangtua Alena.
"Jadi mereka janjian ditaman belakang?" ucap mama Alena mulai naik darah.
"Aku juga nggak tahu mbak, aku kan barusan dari toilet terus aku lihat mereka lagi ngobrol berdua" ucap Sari.
Ibu Saraswati mendengus kesal "gimana sih ini anak? Sudah diwanti-wanti buat nggak dekat-dekat sama Kevin eh malah ngobrol berdua".
Pak Bagus mengusap tangan istrinya "sudah mama tenang dulu,nanti kita tanya sama Alena langsung. Malu ma banyak orang".
Tidak lama Alena datang dan menghampiri mereka "pa, acaranya udah selesaikan?pulang yuk".
"Kamu habis ketemu ma siapa ditaman belakang?" tanya ibu Saraswati,mamanya.
"nggak ada ma,cari angin segar sendirian. Tadi aku ngajak mas Radit juga nggak mau" jawab Alena.
"halah nggak usah bohong kamu" sahut mamanya.
"sudah-sudah lebih baik kita pulang aja sekarang" ucap pak Bagus.
"iya ma,mama tenang dulu. Lebih baik kita pulang aja sekarang. Malu banyak orang disini ma" bujuk Raditya.
Sepanjang perjalanan pulang, Alena dimarahi sang mama karena ketahuan ketemu Kevin ditaman belakang.
Alena tidak menyangka obrolan singkat dengan Kevin ada yang melihat dan dilaporkan ke orangtuanya.